Arti ‘404: Not Found’ yang Viral Jadi Mural Jokow

Jakarta, CNN Indonesia — Mural bergambar wajah diduga mirip dengan Presiden Jokowi yang bagian matanya ditutupi dengan tulisan 404: Not Found belakangan ramai dibicarakan netizen.
Kepolisian menghapus mural tersebut karena menafsirkan gambar mirip Jokowi di dinding itu sebagai lambang negara dan pimpinan tertinggi dari institusi Korps Bhayangkara.

Lalu apa arti dan maksud dari 404: Not Found?

Dunia digital terus berkembang dan warga dunia semakin dimudahkan pencariannnya menggunakan internet. Ada kalanya mesin pencari menolak untuk melakukan tugasnya.

Lihat Juga :

Polisi Periksa 2 Saksi Kasus Mural ‘Jokowi: 404 Not Found’
Ketika mengklik tautan, alih-alih mendapatkan situs dan informasi yang diinginkan, malah muncul kesalahan yang menunjukkan bahwa halaman yang diminta tidak tersedia dan muncul pesan Error 404:Not Found.

404:Not Found merupakan istilah teknis dan kode status HTTP. Artinya browser telah terhubung dengan server, tetapi halaman web yang ingin diakses tidak dapat ditemukan atau dijangkau.

Dikutip dari Makeuseof, hal tersebut dapat terjadi ketika kita meminta halaman yang tidak pernah ada di situs web atau yang telah dipindahkan dan diberi alamat yang berbeda.

Terdapat beberapa alasan mengapa 404: Not Found bisa muncul, di antaranya URL atau konten seperti file atau gambar telah dihapus atau dipindahkan tanpa menyesuaikan tautan internal yang sesuai, penulisan URL yang tidak benar atau salah ketik di browser.

Bisa juga server tidak berjalan atau koneksi yang terputus, nama domain yang diminta tidak dapat dikonversi ke IP oleh domain name system (DNS), dan yang terakhir, nama domain yang dimaksudkan tidak ada alias hilang dilansir dari Ionos.

Lihat Juga :

Mural ‘Jokowi 404: Not Found’ Dihapus, Pelukis Diburu Polisi
Pakar media sosial asal Drone Emprit Ismail Fahmi lewat postingannya menjelaskan, 404: Not Found berawal dari Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire (CERN). CERN merupakan sebuah organisasi Eropa yang melakukan riset terkait nuklir.

“Di gedung CERN Swiss lantai 4, ruangan 404, database WWW pertama di dunia disimpan. Setiap ada permintaan file dari staff CERN, petugas database mencari secara manual, dan mengirim balik lewat WWW. Kalau filenya ndak ketemu, responnya: “Room 404: File not found,” kata Ismail.

Menurut Ismail, ketika WWW (world wide web) digunakan makin luas, tidak hanya di lingkungan simulasi gedung CERN, protokol WWW tetap menggunakan 404 sebagai kode eror atau ketika halaman yang dicari di sebuah situs web tidak ditemukan.

“Di gedung CERN, lantai 4, di ruangan 404 ini lah, Tim Berners-Lee membuat invention yang mengubah dunia: WWW (World Wide Web). Jadi, 404 itu angka magic, historical, yang mengubah dunia,” ucap Ismail.

Hingga saat ini Tim Berners-Lee dan Robert Cailiau sebagai pencipta WWW sendiri tutup mulut soal sejarah awal kode itu.

“Yang pasti bukan dari Room 404. Misteri biarlah misteri 404 ini tetap berlangsung. Sama misterinya pesan yg dibawa: file not found,” tutup Ismail.

(mrh/mik)

Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210816082554-185-680803/arti-404-not-found-yang-viral-jadi-mural-jokowi.

Apa Arti 404 Not Found yang Ada di Mural Wajah Mirip Jokowi?

Jakarta – 

Mural wajah yang mirip Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditutupi tulisan 404 Not Found di Batuceper, Tangerang, ramai diperbincangkan di media sosial. Apa arti 404 Not Found?

Kode error 404 not found adalah istilah yang ada di bidang teknologi. Biasanya hal tersebut ditemukan saat pengguna tidak bisa menemukan sesuatu yang dicarinya.

Misalnya, ketika pengguna mencari dengan mengetik sesuatu di internet, namun browser tidak menemukan sesuatu tersebut. Pada akhirnya, browser akan menampilkan kode error 404 not found.

Baca juga:Pesan Error ‘404: Not Found’ dan Legenda di Baliknya

Pakar media sosial dari Drone Emprit, Ismail Fahmi mengungkapkan, angka 404 itu muncul di layar komputer atau browser bila pencarian gagal menemui hasil.

Ia lantas menjelaskan sejarah dari kode error 404 not found tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, 404 tercipta di lantai 4 gedung CERN (Conseil Européen pour la Recherche Nucléaire/Dewan Eropa untuk Riset Nuklir), di Swiss. Di lantai 4 gedung CERN, ada ruangan bernama Room 404.

Di dalam Room 404, staf-staf ditugasi untuk mencari berkas-berkas. Hasil pencarian yang didapat staf akan dikirim lewat sistem informasi yang sudah sangat lazim digunakan saat ini, yakni world wide web (WWW). Adapun WWW sendiri ditemukan oleh Tim Berners-Lee pada 1990.

Saat itu, bila staf-staf di Room 404 tidak menemukan berkas yang dicari, mereka akan berkirim pesan lewat WWW dengan menyampaikan keterangan bertuliskan ‘Room 404: File not found’.

“Ketika WWW (world wide web) digunakan makin luas, tidak hanya di lingkungan simulasi gedung CERN, protokol WWW tetap menggunakan 404 sebagai kode eror ketika halaman yang dicari di sebuah situs web tidak ditemukan,” kata Ismail Fahmi lewat akun Twitter-nya.

Baca juga:Cara Download Sertifikat Vaksin, Lebih Aman Daripada Dicetak

Tak sedikit yang menggunakan istilah kode error 404 not found tersebut, seperti salah satunya melalui mural wajah yang mirip Presiden Jokowi.

Saat ini mural tersebut sudah dihapus oleh pihak kepolisian dan dikabarkan aparat tengah mencari pembuat mural wajah mirip Jokowi 404 Not Found tersebut.

Pencarian pembuat mural itu karena dianggap Presiden Jokowi sebagai lambang negara.

Link: https://inet.detik.com/cyberlife/d-5682680/apa-arti-404-not-found-yang-ada-di-mural-wajah-mirip-jokowi

Pakar: Popularitas Puan Buah Baliho Meski Disindir Netizen

Jakarta, CNN Indonesia — Baliho Ketua DPR RI Puan Maharani yang bertebaran sejak beberapa minggu terakhir diklaim berhasil mendongkrak popularitas politikus PDIP tersebut meski lewat banyak komentar negatif dan netizen.
Hasil analisis Drone Emrpit mengungkapkan bahwa strategi Puan untuk mendongkrak popularitas lewat Baliho disinyalir untuk menggeser atau mengimbangi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Popularitas Puan meningkat meski banyak sentimen negatif (sindiran),” kicau pakar media sosial asal Drone Emprit Ismail Fahmi lewat akun @ismailfahmi, Senin (9/8).

Menurut Ismail, dari hasil riset tersebut terlihat bahwa popularitas putri sang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu hampir mengejar tren Ganjar. Sejauh ini paling tidak, tren Puan kata Ismail sudah setara dengan tren Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias RK.

“Setara dengan @ridwankamil setelah dikatrol dengan kampanye baliho. Response netizen terhadap baliho turut meningkatkan tren Puan,” kicau Ismail.

Lihat Juga :

Pakar Sebut Akun Asli Mendominasi Tagar Turunkan Jokowi
Masih Kalah dengan Anies Baswedan
Kendati demikian, menurut Ismail, popularitas Puan masih kalah dengan tren Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Dibandingkan dengan tren @aniesbaswedan, tren Puan jauh di bawahnya,” tegas Ismail.

Kalau digabungkan, tren keempat tokoh yakni Puan, Ganjar, dan RK, Anies tetap jadi juaranya. Menurut Ismail, dalam 1 bulan terakhir di semua media, tren Anies selalu tertinggi. Menyusul di bawah Anies, Ganjar dan kemudian Emil.

“Tren Puan awalnya paling rendah, perlahan naik setara RK, lalu mengejar Ganjar,” kata Ismail.

Sementara urutan share of voices dalam 1 bulan terakhir adalah Anies 49 persen, Ganjar 27 persen, RK 13 persen, dan Puan 12 persen. Adapun Share of voices berdasarkan kanal berita online, Anies 43 persen, Ganjar 25 persen, RK 19 persen, dan Puan 13 persen.

Untuk Twitter atau medsos, Anies tetap tertinggi yakni 50 persen. Menyusul Ganjar 27 persen, RK 12 persen, dan Puan 12 persen.

Lihat Juga :

Pakar: Akun Netral-Asli Dominan Kritik Jokowi dan Rektor UI
Dari data di atas, tampak Anies dan Ganjar diuntungkan oleh percakapan netizen (pro-kontra) di media sosial, dan RK oleh pemberitaan media. Ismail menggarisbawahi popularitas merupakan gabungan percakapan yang bernada positif, negatif, dan netral, tak peduli sentimennya apa.

“Anies paling banyak diserang di medsos, popularitasnya selalu tertinggi. Puan juga makin populer, lewat baliho yang banyak disindir dan jadi meme netizen,” kata Ismail.

Menurut Ismail, dari popularitas, diharapkan nanti akan naik favorabilitasnya (sentimen positif-negatif), lalu dikapitalisasi jadi elektabilitas.

“Namun populer saja tidak cukup, apalagi populer karena hal yang negatif dan tidak ada positifnya. Harus ada bukti kerja dan prestasi yang bisa digunakan untuk menaikkan tren positif,” kata Ismail.

Adapun narasi negatif yang mengkritik Puan di medsos datang dari kalangan umum, aktivis dan oposisi. Sementara yang positif dari tim media sosial Puan, khususnya via meme dan infografis.

(dal/DAL)

Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210809141628-192-678257/pakar-popularitas-puan-buah-baliho-meski-disindir-netizen.

Efek Baliho Bikin Popularitas Puan di Medsos Kejar Ganjar

Jakarta – 

Baliho Ketua DPR RI Puan Maharani akhir-akhir ini ramai menjadi perbincangan di media sosial. Bagaimana efek baliho Puan itu terhadap tren di dunia maya?

“Baliho Puan yang bertebaran sejak beberapa minggu terakhir disinyalir untuk menggeser atau mengimbangi popularitas @ganjarpranowo. Tren dalam 1 bulan terakhir, popularitas Puan meningkat meski banyak sentimen negatif (sindiran), hampir mengejar tren Ganjar,” kata analis media sosial dan pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi di Twitter, Minggu (8/8/2021).

Ismail Fahmi mengatakan tren Puan Maharani jadi setara dengan Ridwan Kamil usai ramai kampanye baliho. Akan tetapi, tren Puan Maharani masih kalah dengan Anies Baswedan.

“Kalau digabungkan, tren keempat tokoh ini dalam 1 bulan terakhir di semua media, tren @aniesbaswedan selalu tertinggi diikuti oleh tren @ganjarpranowo, lalu @ridwankamil. Tren Puan awalnya paling rendah, perlahan naik setara RK, lalu mengejar Ganjar,” kata analis Drone Emprit itu.

Selain itu, Drone Emprit turut menganalisis share of voices dalam satu bulan terakhir. Hasil menunjukkan Anies 49%, Ganjar 27%, RK 13% dan Puan 12%. Berdasarkan pemberitaan online, share of voices keempatnya yakni Anies 43%, Ganjar 25%, RK 19% dan Puan Maharani 13%.

“Twitter (medsos): Anies 50%, Ganjar 27%, RK 12%, Puan 12%” kata Ismail Fahmi.

Lebih lanjut, Ismail menyebut Anies dan Ganjar diuntungkan percakapan netizen (pro-kontra) di media sosial dan RK oleh pemberitaan media. Sementara itu, popularitas yang merupakan gabungan percakapan bernada positif, negatif, dan netral dan tak memedulikan apa pun sentimennya menunjukkan hasil dari kampanye baliho Puan.

“Anies paling banyak diserang di medsos, popularitasnya selalu tertinggi. Puan juga makin populer, lewat baliho yang banyak disindir dan jadi meme netizen,” ujar Ismail Fahmi.

“Dari popularitas, diharapkan nanti akan naik favorabilitasnya (sentimen positif-negatif), lalu dikapitalisasi jadi elektabilitas. Teorinya begitu. Kenyataan di lapangan bisa bermacam-macam faktor yang berpengaruh,” ujarnya.

Akan tetapi, Ismail mengatakan Populer saja tidak cukup, apalagi karena hal yang negatif dan tidak ada positifnya. Dia mengatakan harus ada bukti kerja dan prestasi yang bisa digunakan untuk menaikkan tren positif.

“Tambahan data tentang narasi Puan di media sosial: narasi negatif dari netizen umum, aktivis, oposisi dan narasi positif dari tim media sosial Puan, khususnya via meme/infografis,” ujar Ismail Fahmi.

Link: https://news.detik.com/berita/d-5675021/efek-baliho-bikin-popularitas-puan-di-medsos-kejar-ganjar

Baliho Puan, Drone Emprit: Tren Popularitasnya Hampir Kejar Ganjar

tirto.id – Sistem monitoring percakapan di platform online berdasarkan big data Drone Emprit menyebutkan percakapan soal baliho Puan Maharani di berita online dan media sosial ternyata ikut menaikkan popularitas Ketua DPR RI tersebut.

Bahkan tren popularitasnya hampir mengejar Ganjar Pranowo. Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi menjelaskan hasil monitoring Drone Emprit 7 Juli 2021 sampai 7 Agustus 2021, dari sejumlah tokoh politik yang memasang baliho, hanya Puan yang popularitas atau eksposurnya di berita online dan Twitter bertengger di urutan empat besar.

Eksposur masing-masing tokoh di berita daring dan Twitter mulai dari yang teratas, yakni Anies baswedan 43 persen berita daring dan 50 persen Twitter, Ganjar Pranowo 25 persen daring serta 27 persen di Twitter.

Berikutnya sosok Ridwan Kamil dengan 19 persen berita daring serta 12 persen Twitter dan Puan Maharani dengan 13 persen berita daring, untuk eksposur di Twitter sebesar 12 persen. “Anies paling banyak diserang di medsos, popularitasnya selalu tertinggi.

Puan juga makin populer, lewat baliho yang banyak disindir dan jadi meme netizen,” kata Ismail, Senin (9/8/2021). Bahkan, kata Fahmi, tren popularitas Puan dalam sebulan terakhir hampir mengejar tren Ganjar. Fahmi menjelaskan bahwa popularitas merupakan gabungan percakapan yang bernada positif, negatif, dan netral. “Tak peduli sentimennya apa,” kata dia.

Dari popularitas diharapkan nanti akan naik favorabilitas-nya (sentimen positif dan negatif), lalu dikapitalisasi jadi elektabilitas. “Teorinya begitu. Kenyataan di lapangan bisa bermacam-macam faktor yang berpengaruh,” ucap dia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Cyrus Network Hasan Nasbi, menilai baliho atau billboard memberikan “efek oh” untuk pengenalan awal seorang tokoh politik. “Efek oh itu, maksudnya oh ada menteri namanya ini, oh ternyata ada ketua DPR yang namanya ini,” kata Hasan.

Ia menjelaskan bahwa “efek oh” diperlukan sebagai awal, pengenalan, dari seorang tokoh, kemudian sisanya sang tokoh sendiri yang harus melengkapinya menjadi elektabilitas. Menurut Hasan, elektabilitas tidak mungkin didapat tanpa pengenalan.

Oleh karena itu, teknik konvensional lewat baliho bisa menjadi pembuka untuk pengenalan, kemudian dilanjutkan dengan teknik lain yang lebih canggih. “Jadi, (baliho) menurut saya sah-sah saja dicoba,” ujarnya.

Link: https://tirto.id/baliho-puan-drone-emprit-tren-popularitasnya-hampir-kejar-ganjar-git5

Pakar Analisis Motif Gerakan Stop Berita Covid di Medsos

Jakarta, CNN Indonesia — Pakar media sosial Drone Emprit Ismail Fahmi menganalisis data riuh postingan dengan narasi ‘Stop Berita Covid’. Menurut Ismail narasi itu sudah cukup lama disuarakan oleh sebagian kecil netizen di media sosial, sejak pandemi Covid-19 mulai naik kasusnya di Indonesia, sekitar Juli 2020 lalu. Namun narasi itu tidak kuat.
Menurut Ismail, sekitar Januari 2021, poster ‘Stop Berita Covid’ dengan motif ekonomi ‘Kami butuh penghasilan, pemasukan, makan’ banyak disebarkan meski belum viral.

“Sekitar tanggal 3-4 Juli 2021, di Yogyakarta mulai beredar di group-group WhatsApp (WA) poster dengan narasi “Kami warga D.I.Y. (Daerah Istimewa Yogyakarta) kompak untuk tidak upload berita Covid. ‘Kami ingin Jogja kembali aman dan damai’,” ungkap @ismailfahmi, Rabu (28/7).

Beberapa hari berikutnya muncul poster serupa dengan template yang sama, mengatasnamakan warga Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Gresik, Banjarnegara, Jakarta, hingga Bojonegoro menyebar di WA dan media sosial.

“Puncak viral 15 Juli 2021, setelah poster ini jadi sorotan public dan media massa. Sebenarnya jumlah postingan yang mendukung poster ‘Stop Berita Covid’ ini tidak terlalu banyak di media sosial. Tapi karena kontroversial, cenderung ‘toxic positivity’ akibatnya jadi sorotan luas,” ungkap Ismail.

Melihat kronologi di atas, Ismail menilai poster ajakan ‘Stop Berita Covid’ ini dibuat oleh sebagian masyarakat sendiri secara natural. Poster dari D.I.Y itu sepertinya menjadi contoh dan inspirasi untuk membuat template poster bagi kota-kota lain.

“Template poster berdasarkan kota itu ternyata disukai oleh sebagian masyarakat dari kota-kota lain, sehingga mereka turut mereplikasi dengan mengubah nama kota dalam template menjadi kota mereka masing-masing,” tambah Ismail.

Dalam banyak postingan di Facebook, sebagian besar postingan poster tersebut mendapat sambutan positif dari komentator. Kolom komentar banyak diisi ungkapan dukungan untuk tidak membicarakan soal Covid-19.

Lihat Juga :

Satgas Jatim Pastikan Poster Setop Sebar Berita Covid Hoaks
Didominasi Motif Kesehatan
Motif utama yang ditangkap oleh Drone Emprit dari sebagian netizen yang menyuarakan narasi ini adalah motif kesehatan (70 persen) dan motif ekonomi (30 persen).

“Terkait motif kesehatan, berita Covid-19 membuat masyarakat panik dan stres, masyarakat umum dan pasien butuh semangat dan ketenangan,” kata Ismail.

Sementara terkait motif ekonomi, masyarakat banyak kehilangan pekerjaan, pendapatan, butuh makan karena Covid-19.

“Sehingga berharap dengan tiadanya berita Covid-19, suasana seperti normal kembali, sehingga mereka bisa bekerja,” kata Ismail.

Ismail melakukan riset ‘Stop berita Covid’ dalam 2 bulan terakhir, khususnya 17 Juni hingga 28 Juli 2021.

Secara garis besar postingan tersebut ada di Facebook(6700 post), 28 video YouTube, dan 150 postingan Twitter. Dari statistik jumlah post untuk tagar terkait #stopberitacovid, ditemukan sedikit 259 postingan.

“Poster Stop Berita Covid yang dishare di Twitter kebanyakan adalah laporan poster yang ditemukan di kanal lain (FB, WA). Ada juga netizen yang ikut meramaikan, misal @arbi_irlan untuk poster versi Jakarta,” kata Ismail.

Sementara itu, percakapan di Twitter tidak banyak. Ada beberapa top influencers yang mengritik poster ini, antara lain @lantip, @cagubdij, @dickypusy, @fahrisalam, @anasanti_mila.Akun influensial yang mempromosikan poster ini lebih sedikit, seperti @arbi_irlan.

Narasi yang paling banyak dishare di Twitter adalah yang kontra terhadap poster stop berita Covid-19. Misal @dickypsy melihat ini sebagai “false positivity”, melihat realitas tidak utuh, kenyamanan semu, sehingga bisa mengurangi kewaspadaan.

Sedangkan @lantip dan @cagubdij menyoroti poster stop upload berita covid yang dibuat dan menyebar di WAG masyarakat Yogyakarta.

Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210728173449-185-673465/pakar-analisis-motif-gerakan-stop-berita-covid-di-medsos

Pakar Ungkap Analisis di Balik Tagar Turunkan Jokowi

Jakarta, CNN Indonesia — Pendiri Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi membeberkan analisis tagar turunkan Presiden Joko Widodo yang kerap berganti narasi tagar setiap minggu di media sosial Twitter.

Pakar media sosial itu menjelaskan dalam temuannya terdapat 11 narasi yang isinya menuntut Presiden Jokowi turun dari jabatannya dalam satu bulan terakhir.

“Dalam 1 bulan terakhir, setidaknya ada 11 tagar yang narasinya menuntut Jokowi turun, seperti #Jokowi7TahunCukupLah, #BapakPresidenMenyerahlah, #2021GantiPresiden, #JokowiStepDown, #MakzulkanPresidenGagal, #LockdownJokowi, dst,” ujar Ismail lewat akun Twitternya, Minggu (25/7).

Ia menilai sebagian besar narasi yang diangkat dalam tagar-tagar tersebut bertujuan untuk menuntut turunkan Jokowi dari tahta Presiden, dan semua tagar berhasil mencapai puncak trending topik Twitter di Indonesia.
Lihat Juga :

Viral Netizen Keluh Fungsi e-KTP saat Masih Diminta Fotokopi
Berdasarkan pantauan Drone Empirit, beberapa tagar kontra Jokowi sempat dimonitor, antara lain #TurunkanSebelum2024, #CabutMandatRakyat, #BapakPresidenMenyerahlah, #PakPresidenKapanMundur, dan #Jokowi7TahunCukuplah. Tren tagar itu dilaporkan naik turun sesuai dengan hari-hari tagar tersebut dinaikkan.

Ismail menjelaskan dari total 8.569 akun yang aktif dalam percakapan tersebut, sebanyak 42.30 persen secara acak berhasil di analisis kecenderungan botnya.

Ia mengatakan sebagian besar dilakukan oleh akun milik orang, namun banyak yang karakteristiknya seperti robot atau biasa disebut Bot.

Lihat Juga :

Pakar: Akun Netral-Asli Dominan Kritik Jokowi dan Rektor UI
Namun demikian berdasarkan peta Social Network Analysis (SNA), tampak jelas bahwa tagar-tagar tersebut diangkat oleh satu cluster saja, yaitu cluster Pro Oposisi. Di antaranya pada akun @OposisiCerdas, @Oposisi_Kecil.

“Tagar-tagar kontra Jokowi ini secara konsisten dibuat oleh cluster Pro Oposisi, yang setiap minggu tagar berganti tapi narasinya sama,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan kritik yang banyak disampaikan itu dituliskan oleh berbagai pihak, di antaranya dari kalangan akademisi, dokter, epidemiolog, aktivis, dan masyarakat luas.

Beberapa pengguna Twitter disebut Ismail berkomentar atas lemahnya penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah. Hal itu menjadi salah satu sumber isu yang digunakan pro oposisi untuk membangun narasi turunkan Jokowi.

Di samping itu, Ismail juga mengungkap cuitan yang dinilainya sebagai Pro Jokowi. Tagar itu di antaranya seperti #KitaPercayaJokowi, #RakyatBersamaJokowi, dan #JokowiAtasiPandemi.

Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210726115502-185-672202/pakar-ungkap-analisis-di-balik-tagar-turunkan-jokowi

Drone Emprit: Tagar Turunkan Jokowi Ganti Tiap Minggu, Asalnya 1 Klaster

Jakarta – 

Narasi liar di Twitter yang menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun belakangan ini kerap kali muncul. Narasi ini disebut selalu berganti tagar setiap seminggu sekali. Siapa pembuatnya?

Analisis soal narasi seruan penurunan Jokowi ini disampaikan oleh analis media sosial dan pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi. Ismail Fahmi mengunggah hasil analisisnya soal narasi tuntutan penurunan Jokowi dengan beragam tagar.

Baca juga:Pemprov DKI Tunggu Keputusan Pusat Soal Perpanjangan PPKM Level 4

Menurutnya, narasi ini tidak masuk akal karena penurunan Presiden tak lantas membuat situasi menjadi lebih baik. detikcom telah meminta izin untuk mengutip cuitan tersebut.

“Sebenarnya tujuan serial tagar yang menuntut Jokowi turun itu apa ya? Setiap minggu ganti tagarnya, tapi narasinya sama. Menuntut turun. Apakah kemudian kalau diganti wapres akan lebih baik? Sepertinya ndak masuk di akal saya tuntutan ini,” tulis Ismail Fahmi dalam cuitannya di Twitter, Minggu (25/7/2021).

[Gambas:Twitter]

Dalam unggahan tersebut, tampak ada beberapa tagar yang menyebut nama Jokowi. Selain itu, ada tagar yang tak menyebut nama Jokowi namun narasinya sama, meminta Jokowi mundur.

Ismail Fahmi juga menyebut bahwa tagar-tagar yang ingin Jokowi turun berasal dari akun-akun yang pro-oposisi. Menurut peta analisisnya, narasi penurunan Jokowi ini berasal dari satu klaster saja.

“Dari peta SNA (social network analysis) ini tampak jelas bahwa tagar-tagar yang menghendaki Jokowi turun tersebut diangkat oleh satu cluster saja, yaitu cluster Pro Oposisi. Beberapa top akun dengan nama oposisi: @OposisiCerdas, @Oposisi_Kecil,” katanya.

Link: https://news.detik.com/berita/d-5656110/drone-emprit-tagar-turunkan-jokowi-ganti-tiap-minggu-asalnya-1-klaster

Pakar Minta Setop Praktek Fotokopi e-KTP, Ini Bahayanya

Jakarta – 

Cerita seorang netizen yang dipersulit mendapatkan vaksin COVID-19 karena tidak membawa fotokopi e-KTP viral di Twitter. Pakar media sosial dan pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi merespons isu ini dengan meminta pemerintah menghentikan pengumpulan fotokopi e-KTP dari masyarakat.

Menurut Ismail, fotokopi e-KTP yang dikumpulkan rawan disalahgunakan karena pihak yang mengumpulkan tidak bisa menjamin keamanan data pribadi yang ada di dalam lembaran fotokopi tersebut.

Baca juga:Viral Mau Vaksinasi Dipersulit Fotokopi KTP, Buat Apa e-KTP?

“Karena data di e-KTP itu lengkap sekali mulai dari NIK, nama kita, tanggal lahir, tempatnya, terus golongan darah, alamat. Semuanya itu itu data privat sebetulnya, data privat yang nggak boleh kesebar,” kata Ismail saat dihubungi detikINET, Jumat (23/7/2021).

“Begitu difotokopi dipegang oleh orang yang kita nggak tahu siapa, itu kan nggak ada jaminan bahwa itu nggak akan disalahgunakan,” sambungnya.

Bentuk penyalahgunaan data yang ada di e-KTP beragam. Ismail mencontohkan fotokopi e-KTP bisa digunakan sebagai bentuk dukungan politik terhadap tokoh tertentu, digunakan untuk mendaftar pinjaman online, atau untuk pencurian identitas yang semuanya bisa dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik identitas.

Menurut Ismail pengumpulan fotokopi e-KTP untuk urusan birokrasi sudah menjadi budaya sejak zaman dulu. Tapi sekarang karena teknologi semakin maju, hal yang terlihat sepele seperti fotokopi e-KTP kini bisa digunakan untuk tindak kejahatan yang memanfaatkan data pribadi.

“Dulu belum ada yang namanya pinjol ini. Pinjol itu manfaatkan file-file KTP ini, kemudian juga rekaman orang yang sambil pegang KTP untuk verifikasi itu ada juga yang jual,” jelas Ismail

“Sekarang sudah zaman internet semakin banyak, jadi semakin urgent kita harus suarakan setop fotokopi KTP,” imbuhnya.

Ia pun menyarankan petugas vaksinasi atau birokrasi lainnya cukup meminta masyarakat memperlihatkan e-KTP aslinya saat proses verifikasi data. Apalagi saat ini sudah ada database Dukcapil.

Baca juga:Tiga Langkah Penting Saat Data Pribadi Bocor

Ismail juga mengimbau pemerintah pusat untuk membuat kampanye untuk menghentikan praktek pengumpulan fotokopi e-KTP. Tapi ia mengaku bahwa di pemerintah sendiri masih sering ditemui praktek tersebut.

“Mindset-nya orang tua-orang tua itu masih harus fotokopi, ini makanya saya terus nggak capek setiap ada kesempatan selalu suarakan ini harus disetop, dibangun kesadaran. Munculin lagi setiap ada isu sampai ada perubahan di pemerintah,” pungkasnya.

Link: https://inet.detik.com/cyberlife/d-5654013/pakar-minta-setop-praktek-fotokopi-e-ktp-ini-bahayanya

Netizen Marah, Kaget dan Hilang Percaya Akibat Rektor UI Rangkap Jabatan

Jakarta – 

Rektor UI rangkap jabatan dinilai kontroversial karena dibolehkan pemerintah. Netizen terpantau marah, kaget dan hilang rasa percaya.

Pakar media sosial dan pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, membeberkan analisis cuitan netizen di Twitter yang meramaikan isu ini. Kepada detikINET, dia mengungkapkan analisanya lewat utas di Twitter.

Polemik Rektor UI menurut dia memunculkan sejumlah percakapan di Twitter yang sifatnya lelucon, kritik kepada Rektor UI atau Jokowi, masalah kepercayaan kepada perguruan tinggi dan pemerintah, dan masalah hukum mudah diubah. Di sinilah dia melihat emosi netizen.

“Anger, tatanan hukum rusak, aturan hanya untuk sekelompok orang, hilangnya moral dan etika,” kata dia dalam utasnya di Twitter, seperti dikutip detikINET, Rabu (21/7/2021).

Baca juga:Rektor UI Rangkap Jabatan Mirip Gol Tangan Tuhan Maradona

Terjadi juga distrust atau hilang kepercayaan kepada presiden dan curiga untuk menutupi borok perbankan. Distrust ini juga soal aturan bisa diubah dengan mudah dan sistem sulit membentuk manusia baik.

“Surprise, heran ada pelanggaran, aturan yang diubah. Tidak menduga solusi akhir dengan mengubah aturan. Ternyata rektor tidak mundur dari rangkap jabatan, terkejut etika tidak indahkan lagi,” ujar Ismail Fahmi menganalisa kondisi emosi netizen terkait kontroversi Rektor UI.

Pada Statuta UI versi lama, larangan Rektor UI merangkap jabatan komisaris didasarkan pada Pasal 35 huruf c. Di pasal itu disebut rektor dilarang menjabat pada BUMN/BUMD/ataupun swasta, maka otomatis menjadi komisaris juga dilarang.

Namun pada Statuta UI versi baru, larangan Rektor UI merangkap jabatan memang masih ada, tapi tidak secara umum seperti Statuta UI versi sebelumnya yang menggunakan kata ‘pejabat’. Kini, Rektor UI tertulis dilarang merangkap menjadi ‘direksi’ BUMN/BUMD/swasta. Jadi, tak ada larangan Rektor UI rangkap jabatan kecuali menjadi direktur suatu perusahaan.

Link: https://inet.detik.com/cyberlife/d-5651891/netizen-marah-kaget-dan-hilang-percaya-akibat-rektor-ui-rangkap-jabatan