Computing for Humanities

Precisely a decade ago, we started developing a product with its sole purpose was to practice our knowledge and skill on natural language processing technologies. Nowadays, the product has evolved toward an advanced big data analytics solution especially for extracting insights from unstructured data, and has provided services for government, commercial, non-profit, and education institutions. Since that moment, we continuously aimed at harnessing natural-language-processing-based technologies for humanities.

Recent News

Drone Emprit: Tagar Turunkan Jokowi Ganti Tiap Minggu, Asalnya 1 Klaster

Jakarta –  Narasi liar di Twitter yang menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun belakangan ini kerap kali muncul. Narasi ini disebut selalu berganti tagar setiap seminggu sekali. Siapa pembuatnya? Analisis soal narasi seruan penurunan Jokowi ini disampaikan oleh analis media sosial dan pendiri…

Pakar Minta Setop Praktek Fotokopi e-KTP, Ini Bahayanya

Jakarta –  Cerita seorang netizen yang dipersulit mendapatkan vaksin COVID-19 karena tidak membawa fotokopi e-KTP viral di Twitter. Pakar media sosial dan pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi merespons isu ini dengan meminta pemerintah menghentikan pengumpulan fotokopi e-KTP dari masyarakat. Menurut Ismail, fotokopi e-KTP yang dikumpulkan rawan disalahgunakan…

Netizen Marah, Kaget dan Hilang Percaya Akibat Rektor UI Rangkap Jabatan

Jakarta –  Rektor UI rangkap jabatan dinilai kontroversial karena dibolehkan pemerintah. Netizen terpantau marah, kaget dan hilang rasa percaya. Pakar media sosial dan pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, membeberkan analisis cuitan netizen di Twitter yang meramaikan isu ini. Kepada detikINET, dia mengungkapkan…

Pakar: Akun Netral-Asli Dominan Kritik Jokowi dan Rektor UI

Jakarta, CNN Indonesia — Pakar media sosial sekaligus Pendiri Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi membeberkan pemetaan analisis kicauan warganet di Twitter, usai Presiden Joko Widodo terbitkan aturan baru yang izinkan rektor Universitas Indonesia (UI) untuk rangkap jabatan. Ismail mengatakan dari 61,4 ribu…