Computing for Humanities

Precisely a decade ago, we started developing a product with its sole purpose was to practice our knowledge and skill on natural language processing technologies. Nowadays, the product has evolved toward an advanced big data analytics solution especially for extracting insights from unstructured data, and has provided services for government, commercial, non-profit, and education institutions. Since that moment, we continuously aimed at harnessing natural-language-processing-based technologies for humanities.

Recent News

Fahri ke Jokowi: Tolonglah, Dokter dan Paramedis di Lini Depan Perang Ini

Suara.com – Hingga hari ini, tercatat sudah seratus dokter meninggal dunia akibat tertular Covid-19. Isu ini sekarang sedang menjadi sorotan publik. Politikus Partai Gelora Fahri Hamzah meminta Presiden Joko Widodo dan Kementerian Kesehatan berbuat sesuatu untuk mencegah jangan sampai jatuh korban jiwa lagi. “Tolonglah… Dokter…

Ketika Netizen Serang Balik Kampanye Influencer Omnibus Law

Jakarta, CNN Indonesia —  Pengamat media sosial dari Drone Emprit, Ismail Fahmi, membongkar perbincangan influencer terhadap RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (RUU Ciptaker) dan bagaimana narasi mereka diserang balik netizen. Menurut Ismail, kampanye untuk mendukung RUU Ciptaker berawal dari Instagram. Kampanye ini dimulai pada 10-12 Agustus.…

Drone Emprit: Kontra Omnibus Law di Medsos Lebih Besar Ketimbang yang Pro

TEMPO.CO, Jakarta – Analisis Drone Emprit and Kernels Indonesia menemukan gerakan yang kontra terhadap Omnibus Law Rancangan Undang-undang Cipta Kerja di media sosial lebih dominan ketimbang yang pro. Temuan ini terekam dari analisis Drone Emprit dari 9-16 Agustus 2020. “Kami melihat bahwa pola gerakan kontra…