Computing for Humanities

Precisely a decade ago, we started developing a product with its sole purpose was to practice our knowledge and skill on natural language processing technologies. Nowadays, the product has evolved toward an advanced big data analytics solution especially for extracting insights from unstructured data, and has provided services for government, commercial, non-profit, and education institutions. Since that moment, we continuously aimed at harnessing natural-language-processing-based technologies for humanities.

Recent News

Perdebatan Anti-rokok vs Pembela Rokok Munculkan Istilah Whataboutisme, Apa Itu?

JAKARTA, KOMPAS.TV – Perdebatan pembela rokok vs kesehatan menjadi semkin menarik, terlebih setelah melahirkan istilah yang mungkin asing di telinga beberap orang, yakni ‘whataboutisme’. Sebelumnya, untuk menyegarkan ingatan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan getol mengampanyekan anti-rokok. Bahkan, Anies mengeluarkan Seruan Gubernur (Sergub)…

Founder Drone Emprit: Hoaks 6 Kali Lebih Cepat Menyebar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pakar algoritma media sosial Ismail Fahmi menjelaskan informasi kontroversial yang terkadang isinya hoaks enam kali lebih cepat menyebarnya. Ia menjelaskan, algoritma yang ada di di media sosial membuat seseorang terus menggulir unggahan yang menarik. “Biasanya yang membuat senang (menarik) itu karena…

Cara Kerja Buzzer RI: Disinformasi untuk Serang Oposisi

Jakarta, CNN Indonesia — Buzzer atau pendengung kerap kali bekerja dengan cara menyebarkan disinformasi untuk menyerang dan menyudutkan pihak oposisi atau pihak tertentu.Analis media sosial sekaligus pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi mengatakan bahwa disinformasi telah menjadi bisnis bahkan industri tersendiri. Merujuk pada laporan…

Pendiri Drone Emprit Nilai Fenomena Buzzer Sudah Jadi Profesi

TEMPO.CO, Jakarta – Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, mengatakan fenomena pendengung atau buzzer kini telah berubah menjadi profesi. Para buzzer, menurut dia, sebagian besar adalah otomatisasi dari algoritma. “Buzzer ini yang disebut sebagai cyber troops,” kata Fahmi dalam webinar yang diadakan oleh Lembaga Hikmah…