Computing for Humanities

Precisely a decade ago, we started developing a product with its sole purpose was to practice our knowledge and skill on natural language processing technologies. Nowadays, the product has evolved toward an advanced big data analytics solution especially for extracting insights from unstructured data, and has provided services for government, commercial, non-profit, and education institutions. Since that moment, we continuously aimed at harnessing natural-language-processing-based technologies for humanities.

Recent News

Bagaimana Fan K-Pop Menggalang Gerakan Protes di Media Sosial

Penggemar K-Pop memiliki potensi besar untuk kampanye gerakan sosial-politik. Meski begitu, komunitasnya masih sering distigma sebagai fanatik. tirto.id – Kalian yang sering mengolok para fan K-Pop dengan diksi-diksi semacam “plastik”, “alay”, “fanatik”, atau “toksik”, sebaiknya minggir dulu. Kalian agaknya musti berterima kasih…

Ramai-ramai Kepala Daerah Bermedia Sosial, dari Emil hingga Ganjar Pranowo, Ini Analisis Drone Emprit

KOMPAS.com- Sejumlah kepala daerah di Indonesia cukup aktif menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dan menyapa warganya. Lewat berbagai platform medsos, beberapa kepala daerah melakukan interaksi dengan warganya untuk menyampaikan kegiatan atapun menjawab sejumlah persoalan di masyarakat. Contohnya Gubernur Jawa Barat Ridwan…

Deretan Admin Medsos Termasuk Pelajar Diduga Provokasi Demo Rusuh, Bidik Aktor Intelektual?

Liputan6.com, Jakarta Kepolisian Polda Metro Jaya menetapkan 131 tersangka buntut dari peristiwa kerusuhan demonstrasi menolak RUU Cipta Kerja, 8 dan 13 Oktober 2020 kemarin, di Jakarta. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, ratusan tersangka tersebut adalah mereka yang diduga merusak fasilitas…

Setahun Jokowi-Ma’ruf, Seleb-Influencer Gencar Digaet Istana

Jakarta, CNN Indonesia —  Gofar Hilman, Ardhito Pramono, Gritte Agatha, Gisella Anastasia, Siti Badriah, Rigen Rakelna dan Valentino Simanjuntak adalah tujuh dari 21 selebritas yang berkaitan dengan Omnibus Law beberapa waktu lalu. Mereka semua juga bisa disebut sebagai influencer yang mengagungkan Omnibus Law…

Jokowi Dinilai Lebih Serius Urus Omnibus Law Ketimbang Tangani Corona

Jakarta, law-justice.co – Mayoritas warganet memandang pemerintah lebih serius mengurus Omnibus Law UU Cipta Kerja ketimbang menangani pandemi Covid-19. Pernyataan ini disampaikan Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi usai mengamati percakapan di media sosial beberapa waktu terakhir. “Dilihat perbedaan yang berbeda luar…