Pendiri Drone Emprit Anggap Cuitan Mahfud MD Tantangan Buat Bjorka

Jakarta, CNN Indonesia — Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi merespons cuitan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang mengaku tak mau ambil pusing usai hacker Bjorka membocorkan berbagai data pribadinya ke publik.
“Maaf pak. Masalahnya bukan di bapak @mohmahfudmd apakah peduli atau tidak. Tetapi pernyataan ini seperti menantang hacker untuk bertindak lebih jauh dan lebih parah,” cuit Ismail dalam akun Twitternya @ismailfahmi, Selasa (13/9).

Menurut Ismail, emosi Bjorka tersulut karena dirinya dianggap hoaks. Oleh karena itu, Bjorka terus menerus membuat sensasi yang mana merugikan publik.

CNNIndonesia.com telah mendapat izin Ismail untuk mengutip unggahan tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Mahfud MD buka suara setelah hacker Bjorka membocorkan berbagai data pribadinya ke publik. Ia mengaku tak mau ambil pusing.

“Banyak yang japri saya bahwa data pribadi saya dibocorkan oleh Bjorka hacker. Saya tak ambil pusing dan tak ingin tahu,” kata Mahfud dalam akun Twitternya @mohmahfudmd, Selasa (13/9).

Menurut Mahfud, data pribadinya itu bukan lagi jadi rahasia publik. Ia menyebut data pribadinya dapat diakses oleh publik dengan mudah di Wikipedia hingga di dokumen Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) KPK.

“Sebab data pribadi saya bukan rahasia. Bisa diambil dan dilihat di Wikipedia (Google), di sampul belakang buku-buku saya, di LHKPN KPK. Data pribadi saya terbuka, tak perlu dibocorkan,” kata Mahfud.

Bjorka sebelumnya meledek Mahfud yang mengklaim data yang dibagikannya tak penting.

“how r u sir? are you sure no important databases is leaked? (bagaimana kabar Anda tuan? Yakin tidak ada data penting yang bocor?, red),” tulis Bjorka.

Bjorka pun membocorkan data pribadi milik Mahfud MD berupa nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), alamat rumah, pendidikan, hingga data vaksinasi.

Sebagai informasi, Mahfud memang mengakui ada data negara yang bocor.

Namun, Mahfud mengklaim pelbagai data negara yang bocor ke publik itu bukan tergolong dokumen dengan klasifikasi rahasia. Karena data-data tersebut bisa diambil dari berbagai sumber terbuka dan kebetulan isinya sama.

Lihat Juga :
Bikin Akun Twitter Lagi, Bjorka Tawarkan Diri Bantu Pemerintah
Sejumlah tokoh telah masuk daftar serangan Bjorka. Sebelumnya Mahfud, ada Ketua DPR Puan Maharani, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri BUMN Erick Thohir, serta Gubernur DKI, Anies Baswedan.

Selanjutnya, ada Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, aktivis politik media sosial Denny Siregar, dan Permadi Arya alias Abu Janda.

Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20220913131334-192-847158/pendiri-drone-emprit-anggap-cuitan-mahfud-md-tantangan-buat-bjorka

Pakar Sebut Narasi Publik Sempat Positif usai Kena Prank Harga BBM

Jakarta, CNN Indonesia — Publik ternyata sempat lega ketika tak ada pengumuman harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tidak naik pada Kamis (1/9). Namun hal itu langsung berubah ketika harga BBM akhirnya jadi naik pada Sabtu (3/9).
“Pasca tidak adanya pengumuman kenaikan BBM pada 1 September, publik tampak lega. Hal ini membuat perbincangan tentang harga BBM turun. Percakapan bernada puas, juga naik signifikan pada periode ini,” kicau pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi dalam akun twitternya @ismailfahmi.

Drone Emprit melakukan pemantauan via Twitter terkait perbincangan seputar harga BBM. Dalam pantauannya, pemberitaan meningkat di 3 September dengan 10.890 mentions.

Hal itu setelah berbagai media menyorot pengumuman kenaikan harga BBM yang disampaikan Presiden Jokowi dan para menterinya. Pada 1 September ada sekitar 26 ribu total mentions seputar harga BBM.

Jumlah itu menurun ke angka 14 ribuan ketika pengumuman tidak terjadi pada 1 September. Akan tetapi, jumlah mentions langsung meroket ke angka 69 ribuan usai pengumuman harga BBM dilakukan Presiden Jokowi pada 3 September.

Menurut Ismail, perbincangan soal harga BBM sejatinya sudah mengemuka sejak 28 Agustus. Perbincangan pun, kata dia, belum menunjukkan tanda-tanda penurunan saat ini.

Ismail menambahkan, isu kenaikan pada 1 September membuat publik melontarkan kritik kepada pemerintah. Namun kritik itu mereda usai pengumuman tidak jadi dilakukan.

Akan tetapi, publik langsung menyatakan kekecewaan ketika pada akhirnya pemerintah mengumumkan harga BBM naik pada 3 September. “Pengumuman kenaikan harga BBM oleh pemerintah pada 3 September, sontak membuat publik kaget dan mendorong percakapan sangat tinggi,” tulis Ismail.

“Nada kekecewaan terlihat sangat dominan dalam percakapan,” tulisnya lagi.

Sentimen negatif pun mendominasi narasi soal kenaikan harga BBM. Sentimen itu antara lain berupa kritik kebijakan kenaikan harga BBM, dukungan aksi demo buruh dan mahasiswa, sindiran kebijakan pemerintah yang sengasarakan rakyat, dan publik membandingkan harga BBM di Malaysia.

Lebih lanjut, Ismail mencatat ada lima top influencers yang kontra terhadap narasi kenaikan BBM. Mereka adalah Rizal Ramli (@RamliRizal), Anthony Budiawan (@AnthonyBudiawan), Said Didu (@msaid_didu), dan Indra Kusumah (@aindraku) serta satu media @CNNIndonesia.

“Pihak kontra kenaikan BBM diisi oleh sejumlah lapisan masyarakat yang berasal dari anggota DPR RI, aktivis, pengamat, hingga politisi partai oposisi pemerintah. Anggota partai Demokrat dan PKS cukup vokal mengkritisi kebijakan ini,” tulis Ismail.

“Kesimpulan, Tren pemberitaan dan perbincangan terkait kenaikan harga BBM naik signifikan pada 3 September 2022, didorong oleh sorotan media atas pengumuman kenaikan harga BBM yang disampaikan Presiden Jokowi,” tulisnya lagi.

Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20220905153131-192-843494/pakar-sebut-narasi-publik-sempat-positif-usai-kena-prank-harga-bbm

Drone Emprit Ungkap Data, Puan Maharani Tokoh Paling Sering Dibicarakan dalam Nada Positif

JAKARTA– Ketua DPR RI Puan Maharani menjadi salah satu tokoh politik yang sering dibicarakan di ruang publik.

Hal ini berdasarkan data Drone Emprit, temuan dari pemberitaan dan perbincangan di media online dan media sosial pada 11-17 Juli 2022.

Setelah Puan, ada tokoh lain yaitu Menteri BUMN Erick Thohir serta Menko Perekonomian sekaligus Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.

Baca Juga: Dukungan Jokowi terhadap Capres Tak Berpengaruh Signifikan

Tiga tokoh itu secara berurutan menjadi perbincangan dalam nada positif.

Puan Maharani menjadi tokoh yang paling sering dibicarakan dalam nada positif (89%), diikuti Erick Thohir (85%) dan Airlangga Hartarto (81%),” demikian petikan paparan Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi, yang dikutip dari @ismailfahmi.

Adapun tokoh sering dibicarakan dalam nada negatif adalah Sandiaga Uno (36%), Anies Baswedan (35%), dan Prabowo Subianto (33%).

Baca Juga: Tren Covid-19 Naik, DPR Minta Pemerintah Kembali Berlakukan Kebijakan Gas dan Rem

Lebih detail, dari sisi pemberitaan media online narasi terpopuler Puan yang bernada positif antara lain: Puan Maharani menyumbang sapi kurban seberat 1,3 ton ke PDIP Jateng.

Selain itu, pandangan Puan yang menganjurkan cara mengatasi harga yang naik dengan perbaiki tata kelola komoditas pangan juga terpoluler serta mendapat acungan jempol masyarakat.

Selanjutnya, pemberitaan Puan dianugerahi Doktor Kehormatan oleh Universitas Nasional Pukyong Korsel, PKB nyatakan siap mengadakan pertemuan dengan Puan secara terbuka ataupun tertutup dan terakhir Puan layak maju sebagai Capres, lantaran Puan didukung struktur politik yang solid melengkapi nada positif itu.

Baca Juga: Heboh Didaftarkan Citayam Fashion Week Sebagai Brand, Baim Wong: Insyallah Saya Enggak Mengada-ada

Drone Emprit, yang mengungkap data menarik itu adalah sebuah inovasi produksi data kekinian.

Drone Emprit merupakan sebuah sistem yang berfungsi untuk memonitor serta menganalisa media sosial dan platform online yang berbasis teknologi big data.

Drone Emprit sendiri menggunakan keahlian Artificial Intelligence dan Natural Learning Process (NLP).***

Link: https://jakarta.suaramerdeka.com/nasional/pr-1343973627/drone-emprit-ungkap-data-puan-maharani-tokoh-paling-sering-dibicarakan-dalam-nada-positif#google_vignette

Kelompok Gelap Diduga Gaungkan ‘Turunkan Jokowi’ Jelang Demo 11 April

Jakarta, CNN Indonesia — Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi menduga ada kelompok yang menunggangi rencana demo mahasiswa terkait penolakan penundaan Pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden pada Senin, 11 April.
Pasalnya, muncul narasi turunkan Presiden Joko Widodo di media sosial dengan tagar #TurunkanJokowi dan #GoodbyeJokowi menjelang demo tersebut.

Fahmi menyebut tagar tersebut seolah olah dikeluarkan oleh mahasiswa. Namun, berdasarkan analisisnya, tagar tersebut dibuat oleh kelompok lain yang mencoba memanfaatkan momen.

“Menjelang demo 11 April 2022 yang akan dilakukan mahasiswa, di media sosial berkembang narasi “Jokowi Turun” dengan tagar #TurunkanJokowi dan #GoodbyeJokowi, seolah-oleh itu adalah tuntutan mahasiswa,” kata Fahmi dalam akun twitternya, @IsmailFahmi. CNNIndonesia.com sudah mendapat izin kutip pada Minggu (10/4).

Lihat Juga :

Mahasiswa Aksi di Patung Kuda, Desak Jokowi Janji Lengser di 2024
“Diduga tuntutan di atas adalah dari ‘penunggang demo mahasiswa’.,” imbuhnya.

Berdasarkan analisisnya, setidaknya terdapat 24,7 ribu percakapan di Twitter yang mengandung kedua keyword tersebut.

Narasi turunkan Jokowi dimulai pada 4 April dengan tagar #turunkanjokowi. Lalu naik pesat hingga 12.000 mention pada 7 April dengan hastag #GoodByeJokowi. Tren kemudian menurun. Namun, masih digunakan sampai ribuan per hari.

Ia berkata, narasi itu juga disebarkan melalui gambar dan meme. Gambar yang paling banyak dishare adalah sebuah poster ajakan Turunkan Jokowi, yang mencatut nama BEM SI, diposting oleh @Android_AK_47.

“Meski postingan sudah dihapus, namun datanya masih bisa diambil Drone Emprit,” ujarnya.

Lihat Juga :

Peretasan WhatsApp Tak Pengaruhi Rencana Demo Akbar Mahasiswa 11 April
Sebar ketakutan
Lebih lanjut, Ismail mengungkapkan, emosi yang dibangun oleh klaster itu adalah “fear” atau “ketakutan”. Emosi yang ingin dibangun adalah demo 11 April 2022 nanti akan mengerikan sehingga jakarta harus ditutup.

Terkait itu, ia menyarankan untuk membedakan mana tuntutan mahasiswa dan mana tuntutan yang menunggangi. Ia menyebut sebaiknya mahasiswa menggunakan tagar sendiri yang menggambarkan inti tuntutan mereka.

Menurut Ismail, mereka yang ingin menunggangi dengan narasi lain, biasanya enggan mengangkat narasi itu.

“Berhati-hatilah dengan narasi dukungan di media sosial, jangan sampai kemudian aksi mahasiswa dibajak untuk kepentingan lain,” ujarnya.

Koordinator BEM SI, Kaharuddin menegaskan pihaknya tidak menyuarakan tuntutan mengenai penurunan Presiden Jokowi. Kahar menegaskan BEM SI sudah memiliki 6 tuntutan yang pernah disampaikan ke pihak kepresidenan pada akhir Maret lalu.

“Tidak ada (soal tuntutan Jokowi). 6 tuntutan BEM SI sangat jelas, tuntutannya sangat jelas,” kata Kahar saat dihubungi detikcom, Minggu (10/4/).

Berikut enam tuntutan yang disuarakan oleh BEM SI
1 Mendesak dan menuntut Jokowi untuk bersikap tegas menolak dan memberikan pernyataan sikap terhadap penundaan Pemilu 2024 atau masa jabatan tiga periode karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara.
2 Menuntut dan mendesak Jokowi untuk menunda dan mengkaji ulang UU IKN termasuk dengan pasal-pasal yang bermasalah dan dampak yang ditimbulkan dari aspek lingkungan, hukum, sosial ekologi, dan kebencanaan.
3 Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan bahan pokok di masyarakat dan menyelesaikan permasalahan ketahanan pangan lainnya.
4 Mendesak dan menuntut Jokowi untuk mengusut tuntas para mafia minyak goreng dan mengevaluasi kinerja menteri terkait.
5 Mendesak dan menuntut Jokowi untuk menyelesaikan konflik agraria yang terjadi di Indonesia.
6 Menuntut dan mendesak Jokowi-Ma’ruf untuk berkomitmen penuh dalam menuntaskan janji-janji kampanye di sisa masa jabatannya.
(yla/gil)

Link: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220410145604-20-782847/kelompok-gelap-diduga-gaungkan-turunkan-jokowi-jelang-demo-11-april.

Ismail Fahmi Ragukan Luhut soal Big Data 110 Juta Netizen Mau Tunda Pemilu

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim punya big data berisi 110 juta pengguna media sosial yang punya aspirasi tunda Pemilu 2024. Pakar media sosial Ismail Fahmi meragukan klaim Luhut.
“Sumber klaim data 110 juta netizen bicara soal presiden tiga periode atau perpanjangan (masa jabatan) itu dari mana?” tanya Ismail Fahmi lewat cuitan akun Twitter-nya, @ismailfahmi, Sabtu (12/3/2022).

Baca juga:
Luhut Klaim Punya Big Data Rakyat Mau Pemilu Ditunda, PKS: Sumber Tak Jelas
Ismail Fahmi mengizinkan detikcom mengutip cuitannya. Dia memastikan konteks sorotannya adalah soal klaim Luhut di acara kanal YouTube Dedi Corbuzier itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Analis media sosial Drone Emprit and Kernels Indonesia ini kemudian merujuk ke data Laboratorium Indonesia 2045 atau LAB 45, lembaga kajian yang pernah membahas isu ini. Andi Widjajanto adalah Penasihat Senior LAB 45, ada pula Jaleswari Pramodhawardani dan Sigit Pamungkas yang ada di lembaga itu. LAB 45 pernah menyebut angka jumlah netizen di Twitter yang tak sebanyak klaim luhut, yakni 110 juta netizen itu.

“Kalau dari LAB 45 sendiri, hanya 10.852 akun Twitter yang terlibat pembicaraan presiden tiga periode, mayoritas nolak. Itu sesuai data Drone Emprit,” kata Ismail Fahmi sambil mencantumkan tangkapan layar paparan analisis LAB 45 tertanggal 22 Juni 2021.

“Ralat: 10.852 itu adalah akun yang turut bicara, plus yang di-mention, meski nggak ikut bicara. Contoh akun SBY, tidak ikut bicara, tapi ada dalam SNA (social network analysis) karena di-mention. Jadi saya kira yang aktif dalam percakapan kurang dari jumlah di atas,” kata Ismail Fahmi.

Pria peraih gelar PhD dalam ilmu informasi di Universitas Groningen, Belanda, ini menjelaskan hanya ada sekitar 10 ribu pengguna Twitter yang aktif bicara soal perpanjangan masa jabatan presiden. Padahal, ada 18 juta pengguna Twitter di Indonesia. Berarti, akun yang bicara soal perpanjangan masa jabatan presiden sekitar 0,055 persen dari total pengguna Twitter di Indonesia. Itu jauh dari klaim Luhut yang menyebut ratusan juta netizen.

“110 juta (netizen) sepertinya impossible,” kata Ismail Fahmi.

Bisa jadi netizen yang dirujuk Luhut bukanlah netizen di Twitter, tapi di Facebook. Ismail juga membuat perkiraan. Pengguna Facebook di Indonesia ada 140 juta pada 2021. Bila asumsi pengguna Facebook yang bicara perpanjangan masa jabatan presiden adalah 0,055 persen dari total jumlah pengguna Facebook di Indonesia, jumlahnya juga maksimal cuma 77 ribu, tidak sampai ratusan juta akun.

“Jadi impossible ada 110 juta yang ikut aktif bicara, kecuali di-mark up seribu kali lebih datanya,” kata Ismail Fahmi.

Klaim Luhut
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu berbicara di acara kanal YouTube Deddy Corbuzier, Jumat (11/3) kemarin. Kata Luhut, dia punya data aspirasi rakyat Indonesia yang menginginkan penundaan Pemilu 2024.

“Karena begini, kita kan punya big data, saya ingin lihat, kita punya big data, dari big data itu, kira-kira meng-grab 110 juta. Iya, 110 juta, macam-macam, Facebook, segala macam-macam, karena orang-orang main Twitter, kira-kira orang 110 jutalah,” kata Luhut.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Sui/detikcom)
Dari data tersebut, Luhut menjelaskan masyarakat kelas menengah ke bawah ingin kondisi sosial politik yang tenang. Masyarakat, kata Luhut, tak ingin gaduh politik dan lebih menginginkan kondisi ekonomi ditingkatkan.

“Kalau menengah ke bawah ini, itu pokoknya pengin tenang, pengin bicaranya ekonomi, tidak mau lagi seperti kemarin. Kemarin kita kan sakit gigi dengan kampret-lah, cebong-lah, kadrun-lah, itu kan menimbulkan tidak bagus. Masa terus-terusan begitu,” ujarnya.

(dnu/bar)

Link:https://news.detik.com/berita/d-5979967/ismail-fahmi-ragukan-luhut-soal-big-data-110-juta-netizen-mau-tunda-pemilu

Pro-Kontra Netizen soal Permendikbud No 30 Tahun 2021, Siapa Unggul ?

iNSulteng – Permendikbud No 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Perguruan Tinggi, menjadi salah satu isu hangat dibahas di media sosial, yang menimbulkan sikap pro dan kontra.

Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, membuat peta sikap pro dan kontra para netizen terhadap Permendikbud PPKS.

Diunggah di twitter @ismailfahmi, Sabtu, 13 November 2021, peta Social Network Analysis (SNA) memerlihatkan cluster atau kelompok netizen yang Pro Permendikbud lebih besar ukurannya dibanding yang Kontra.

Perang tagar antara #DukungPermendikbud30 vs #CabutPermendikbudristekNo30 juga dimenangkan oleh kelompok yang Pro Permendikbud 30.

Dari 30 top influencers juga paling banyak netizen dari kalangan Pro Permendikbud 30.

Sementata Surprisingly, akun @muhammadiyah dan @PPAisyiyah yang banyak diberitakan mengkritik, menolak, dan minta revisi Permendikbud 30, ternyata berada di antara kedua cluster pro-kontra. Dalam teori SNA disebut sebagai “bridge”, karena memiliki degree “betweenness” yang tinggi.

Ismail menjelaskan, akun menjadi bridge atau berada di antara dua cluster karena diretweet oleh akun-akun yang berada di kedua cluster. Di Twitter, pada umumnya “retweet” (bukan QRT) menggambarkan persetujuan atas isi cuitan.

Dia menambahkan, di luar cluster Pro Permendikbud 30, tampak ada 2 cluster kecil yang terpisah dan sedikit terhubung ke cluster Pro ini. Kedua cluster ini disebut “clique”.

“Clique biasanya dari tim media sosial/buzzer yang kurang berinteraksi dengan akun2 natural,” jelas Ismail.

Pertama clique “Puanesia”, yang mendukung Puan dalam sidang DPR karena diinterupsi anggota dewan dari PKS terkait permendikbud Kekerasan Seksual. Kedua, clique yang mengangkat tagar #DukungPermendikbud30.

Ismail juga menganalisa emosi netizen, bahwa emosi dalam percakapan paling besar berupa emosi “anger” dari kedua cluster.

Yang Pro Permendikbud 30 kesal atau marah pada mereka yang menolak permen yang menurut mereka bagus. Yang Kontra marah karena menganggap permen ini melegalkan seks bebas.***

Link: https://insulteng.pikiran-rakyat.com/net/pr-903011914/pro-kontra-netizen-soal-permendikbud-no-30-tahun-2021-siapa-unggul?page=2

Pendiri Drone Emprit Luruskan Foto AHY dan Keluarga di AS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi membagikan tips menemukan sumber foto di internet. Hal itu perlu dilakukan agar warganet bisa mengetahui kapan pengambilan foto tersebut dilakukan.

“Sumber foto yang dicantumkan tutorial ngecek orisinalitas foto. Di komentar-komentar cuitan ini banyak yang tanya, apakah ini foto lama atau baru. Ini caranya, install RevEye extension di Chrome. Right click fotonya, Reverse Image, Yandex. Dari daftar sumber foto, pilih salah satu,” kata Ismail lewat akun Twitter, @ismailfahmi di Jakarta, Jumat (5/11). Republika sudah meminta izin untuk mengutip status tersebut.

Ismail mengomentari akun Twitter Nila Murti Tanjung @nila_mrt, yang membagikan foto Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama istri dan anaknya sedang berlibur di Hongkong. Hanya saja, narasi yang dibuat Nila Murti mengatakan, jika AHY bersama keluarga ikut Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berobat ke Amerika Serikat (AS).

Ismail pun menemukan fakta jika foto yang diunggah Nila Murti bukan diambil sekarang. “Ketemu, foto lama November 2018,” ucapnya.

Baca: AHY Dikukuhkan Jadi Mahasiswa Baru Unair

Sebelumnya, Nila Murti membuat narasi jika AHY dan keluarga bukan contoh yang baik bagi rakyat Indonesia. Dia menuding, AHY ikut SBY untuk memanfaatkan berlibur di AS dengan mengajak keluarga, dengan memakai uang negara.

“Kita rakyat se-Indonesia mendoakan Bapak mantan yang sedang mengidap cancer prostat berobat ke Amerika, yang ini ikut rombongan, bukannya prihatin la kok malah dimanfaatkan untuk berwisata sambil selfie-selfiean. Mentang-mentang dibiayai negara,” kata Nila yang akunnya tercantum bendera merah putih.

Sontak saja, status yang dibuat Nila mendapat tanggapan dari warganet, yang mengecam ulah AHY dan Annisa Pohan maupun Almira Tunggadewi Yudhoyono (13 tahun). Bahkan, ada komentar yang menyebut jika AHY tidak taat protokol kesehatan (prokes) lantaran foto-foto tidak memakai masker saat pandemi Covid-19. Hanya saja, dapat dipastikan jika foto itu hoax.

Foto itu diambil di Hong Kong, dan pernah diunggah akun Instagram Annisa pada 31 Maret 2021. Hanya saja, kemudian mulai banyak akun yang mengkonter dan meluruskan jika foto itu bukan di negeri Paman Sam, melainkan di Hong Kong. Sehingga Nila dituding telah menyebarkan hoax.

Ini bukan contoh yg baik bagi kita.

Kita rakyat se Indonesia mendoakan Bapak mantan yg sedang mengidap cancer prostat berobat ke Amerika, yg ini ikut rombongan, bukannya prihatin la kok malah di manfaatkan utk berwisata sambil selfie-selfiean.
Mentang 2 di beayai negara. 😭 pic.twitter.com/H7TtIaqLo5

— Nila Murti Tanjung 🇮🇩 (@nila_mrt) November 5, 2021

Link: https://www.republika.co.id/berita/r23rel484/pendiri-drone-emprit-luruskan-foto-ahy-dan-keluarga-di-as

Kominfo Akui PeduliLindungi Terinspirasi dari TraceTogether Singapura

Jakarta, IDN Times – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) membantah aplikasi PeduliLindungi untuk melacak dan skrining warga yang terpapar COVID-19 merupakan buatan Singapura. Tapi, Kominfo tak membantah aplikasi yang di-install di ponsel pintar itu terinspirasi aplikasi TraceTogether yang sudah lebih dulu dibuat Negeri Singa. 

Perkara aplikasi PeduliLindungi ramai disebut buatan Singapura bermula dari unggahan mantan Komisaris Garuda, Peter F. Gontha, di akun Instagramnya pada 13 September 2021. Ia sempat menulis bila benar PeduliLindungi buatan Singapura maka keamanan data-data pribadi WNI dalam bahaya. 

“Seluruh data kita direkam di Singapura dan kedaulatan data Indonesia sudah ada di tangan mereka. Meski ini aplikasi Telkom. Mereka tahu alamat, tanggal lahir, e-mail kita. Termasuk kita makan apa dan pergi ke mana saja. Mereka sudah tahu. Kalau informasi ini saya salah, mohon diinformasikan apa yang salah,” tulis Peter pada 13 September 2021 yang kini sudah dihapus. Kominfo Akui PeduliLindungi Terinspirasi dari TraceTogether SingapuraPernyataan mantan Komisaris PT Garuda Indonesia Peter F. Gontha soal aplikasi PeduliLindungi buatan Singapura (www.instagram.com/@petergontha)

Kolom komentar akun Instagram Peter pun langsung ramai. Ada sejumlah warganet yang menepis pernyataan Peter tersebut. Namun, Juru Bicara Kemkominfo, Deddy Permadi, membantah isu tersebut. Ia mengatakan PeduliLindungi adalah aplikasi asli buatan dalam negeri. 

“Pernyataan yg mengatakan bahwa PeduliLindungi adalah buatan Singapura adalah salah. PL adalah karya anak bangsa,” kata Deddy ketika dihubungi, Kamis (16/9/2021).

Staf khusus Menkominfo, Henry Subiakto, menambahkan PeduliLindungi memang terinspirasi aplikasi TraceTogether buatan Singapura. Tetapi, aplikasi PeduliLindungi dikembangkan tim Telkom yang dipimpin Faizal R. Djoemadi yang kini ditunjuk Erick Thohir sebagai bos PT Pos Indonesia.

“Idenya memang melihat dari TraceTogether Singapura, tapi kemudian dikembangkan lebih canggih dan lengkap. Kami juga sudah minta izin ke Duta Besar Singapura,” cuit Henry di akun Twitter-nya, @henrysubiakto, pada 15 September 2021. 

Apa benar PeduliLindungi lebih canggih dibandingkan TraceTogether?

1. Aplikasi Trace Together gunakan bluetooth, PeduliLindungi pakai koneksi internet

Kominfo Akui PeduliLindungi Terinspirasi dari TraceTogether Singapura(Tampilan aplikasi Trace Together) http://www.mothership.sg

TraceTogether dikembangkan Badan Teknologi dan Kementerian Kesehatan Singapura dan diluncurkan pada 20 Maret 2020. Aplikasi itu dapat membantu pemerintah melacak siapa saja yang melakukan kontak dekat dengan jarak dua meter selama 30 menit. 

“Aplikasi ini sangat bermanfaat dalam kasus orang-orang yang terinfeksi tidak tahu siapa saja yang kontak langsung, atau berada dalam jarak dekat dengan mereka selama durasi tertentu,” ungkap developer aplikasi itu seperti dikutip dari harian The Straits Times pada 2020. 

Dengan menemukan orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien, maka dapat membantu proses tes COVID-19 menjadi lebih tepat sasaran. Trace Together digunakan dengan mengaktifkan tool bluetooh di ponsel pintar. 

Badan Digital Government Office dan Smart Nation (SNDGO) mengatakan agar proses pelacakan bisa dilakukan, maka para penggunanya harus memberikan persetujuan mereka secara eksplisit, bahwa data berupa nomor telepon dan data di aplikasi itu akan digunakan untuk melakukan penelusuran. 

“Ketika diminta oleh Kementerian Kesehatan (MOH) maka para penggunanya dapat mengirimkan data aplikasi TraceTogether untuk proses pelacakan. Hanya sampai di titik itu. Data-data lainnya tidak akan dilacak oleh pemerintah,” ungkap SNDGO. LANJUTKAN MEMBACA ARTIKEL DI BAWAH

Editor’s Picks

Sementara, PeduliLindungi baru bisa dimanfaatkan bila ponsel dihubungkan dengan jaringan internet. Selain itu, aplikasi tersebut baru dimanfaatkan untuk skrining warga yang hendak menuju ke tempat-tempat umum seperti pusat perbelanjaan. Cara ini dinilai cukup efektif karena terbukti 3.830 orang berhasil ditolak masuk ke mal karena terdeteksi positif COVID-19. 

Hal itu diungkapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ketika rapat dengar pendapat dengan anggota Komisi IX DPR pada 13 September 2021. Dari jumlah tersebut, 3.000 orang terdeteksi melakukan check-in saat ingin masuk ke mal atau pusat perbelanjaan. Sebanyak 348 orang lainnya terdeteksi saat masuk ke dalam pabrik-pabrik industri.

“Kami bisa lihat suprisingly tetap aja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam. Hitam itu artinya positif COVID-19 tapi masih jalan-jalan,” ungkap Budi pada Senin, 6 September lalu. 

Sementara, fitur pelacakan kontak erat masih belum dioptimalkan. Meski selama diaktifkan, aplikasi PeduliLindungi terus meminta agar lokasi pengguna ponsel terus dinyalakan. 

Baca Juga: Terobosan Singapura: Ciptakan Aplikasi Lacak Kontak Pasien COVID-19

2. Aplikasi PeduliLindungi dinilai ciptakan kesenjangan di masyarakat

Kominfo Akui PeduliLindungi Terinspirasi dari TraceTogether SingapuraANTARA/Arindra Meodia

Sementara, kebijakan pemerintah memberlakukan skrining di fasilitas umum dengan aplikasi PeduliLindungi dinilai menciptakan kesenjangan. Sebab, aplikasi tersebut hanya berfungsi di ponsel pintar. Padahal, tak semua orang di Indonesia memiliki ponsel pintar. 

Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, mendorong pemerintah untuk mencari cara lain untuk proses skrining. Salah satunya membuat aplikasi yang bisa memindai dari data Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sebab, kata dia, data ini pasti dimiliki semua orang yang telah menerima vaksin COVID-19. 

“Jadi, masyarakat cukup membawa KTP (Kartu Tanda Penduduk) nya. Tak perlu membawa kartu vaksin, tak perlu punya smartphone,” cuit Ismail di akun Twitternya, @ismailfahmi, pada 15 September 2021. 

Pemerintah, kata Ismail, dapat membuat aplikasi venue yang dapat scan NIK lalu terhubung ke pangkalan data PeduliLindungi untuk cek status vaksinasinya. Aplikasi tersebut akan lebih adil bagi semua kalangan karena tak semua warga memiliki ponsel pintar. 

3. Epidemiolog sentil penggunaan sertifikat vaksin COVID-19 di aplikasi PeduliLindungi

Kominfo Akui PeduliLindungi Terinspirasi dari TraceTogether SingapuraEpidemiolog Griffith University, Dicky Budiman (dok. Dicky Budiman)

Pendapat yang senada dengan Ismail juga sejak lama disampaikan epidemiolog. Salah satunya epidemiolog dari Universitas Griffith, Brisbane, Dicky Budiman. 

Dia mengatakan alih-alih menggunakan PeduliLindungi sebagai skrining, pemerintah sebaiknya menggenjot 3T yakni tes, lacak, dan isolasi. Dicky menyebut bila 3T di Indonesia sudah kuat, maka aplikasi semacam PeduliLindungi sudah tak lagi dibutuhkan. 

“Bukan hanya satu (kasus) saja (yang terjadi tak bisa masuk karena tak ada sertifikat vaksin), pasti banyak yang lain. Itu kan merugikan banyak pihak dan ini akan semakin banyak (masalah terkait integrasi data). Nanti terjadi di berbagai macam aktivitas,” ungkap Dicky pada 15 Agustus 2021. 

Ia juga menilai syarat untuk menunjukkan sertifikat vaksin ke sejumlah tempat umum tidak adil. Sebab, belum semua warga di Indonesia sudah menerima vaksin. Berdasarkan data yang dikutip dari Our World In Data, cakupan vaksinasi di Indonesia pun baru 20 persen. 

Saran Ahli Soal Cara Akses PeduliLindungi Tanpa HP

Jakarta, CNN Indonesia — Ahli menyebut bahwa sebenarnya Internet Governance Forum Indonesia (IGF) sudah memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk mengatasi permasalahan agar masyarakat bisa mengakses aplikasi dan situs PeduliLindungi tanpa menggunakan ponsel.
Hal tersebut disampaikan oleh Analis media sosial sekaligus pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi terkait rencana pemerintah untuk mencari cara baru agar seluruh warga Indonesia yang tak menggunakan ponsel bisa mengakses aplikasi dan situs Pedulilindungi.

Menurut Ismail, rekomendasi tersebut sudah disampaikan kepada PT Telkom, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Soal pertanggungjawaban negara pada warga yang tidak bisa mengunduh app PL (Peduli Lindungi), misal karena tidak punya HP, forum ID-IGF sudah memberi rekomendasi solusi yang sudah dikirim ke Telkom, @kemkominfo, @KemenkesRI. Semoga didengar dan ditindaklanjuti,” tulis Ismail melalui akun twitter pribadinya, @ismailfahmi, Senin (13/9).

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku tengah memikirkan cara baru agar seluruh masyarakat bisa mengakses aplikasi dan situs Pedulilindungi tanpa menggunakan gawai, salah satunya telepon seluler.

Budi mengatakan tidak semua masyarakat Indonesia memiliki gawai. Mereka yang tidak memiliki jadi sulit untuk mendatangi tempat tertentu, karena kini ada syarat menunjukkan bukti sertifikat vaksin dalam aplikasi Pedulilindungi.

Dalam cuitannya tersebut, Ismail melampirkan hasil tangkapan layar yang berisi saran yang dimaksud. Tidak semua masyarakat Indonesia memiliki gawai sehingga menimbulkan diskriminasi pada hak masyarakat untuk mendapatkan layanan publik.

Berdasarkan data dari IGF Indonesia, penetrasi smartphone di Indonesia baru mencapai 58 persen populasi. Sehingga, terdapat 42 persen masyarakat yang tidak bisa mengunduh Peduli Lindungi meski sudah vaksin.

Solusi Pedulilindungi bagi warga tak punya HP


Untuk mengatasi hal tersebut, IGF Indonesia memberikan sejumlah rekomendasi diantaranya membalik proses penerapan Peduli Lindungi sehingga lebih memudahkan masyarakat yang tidak memiliki smartphone untuk tetap beraktivitas.

“Jadi di setiap tempat publik disediakan terminal check-in manual dengan input Nomor Induk Kependudukan (NIK) melalui layar dashboard terhubung ke front-end Peduli Lindungi melalui API,” tulis IGF Indonesia pada dokumen yang dilampirkan Ismail.

IGF Indonesia juga memberikan alternatif input lainnya dengan RFID reader untuk tap chip KTP Elektronik atau dengan scan QR Code kartu vaksin.

Menkes Cari Cara Akses PeduliLindungi Tanpa Ponsel
Dengan cara tersebut, menurut IGF Indonesia, masyarakat umum hanya perlu membawa kartu vaksin atau e-KTP untuk dipindai oleh petugas di area publik.

Ketua DPR Puan Maharani juga sempat menyatakan syarat mendatangi tempat tertentu dengan menunjukkan sertifikat vaksin lewat handphone tergolong diskriminatif, karena tak semua orang memilikinya.

Puan menyebut ada 109,97 juta orang Indonesia yang tak memiliki telepon seluler, sehingga sulit untuk berkegiatan di tempat tertentu yang menerapkan syarat sertifikat vaksin di aplikasi PeduliLindungi.

“Seratus juta lebih penduduk Indonesia yang tidak memiliki smartphone ini tidak boleh berkurang atau hilang haknya di saat pandemi, hanya karena belum memiliki alat pengunduh aplikasi digital tersebut,” kata dia.

(mrh/eks)

Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210914115212-185-694006/saran-ahli-soal-cara-akses-pedulilindungi-tanpa-hp.

Pakar: Popularitas Puan Buah Baliho Meski Disindir Netizen

Jakarta, CNN Indonesia — Baliho Ketua DPR RI Puan Maharani yang bertebaran sejak beberapa minggu terakhir diklaim berhasil mendongkrak popularitas politikus PDIP tersebut meski lewat banyak komentar negatif dan netizen.
Hasil analisis Drone Emrpit mengungkapkan bahwa strategi Puan untuk mendongkrak popularitas lewat Baliho disinyalir untuk menggeser atau mengimbangi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Popularitas Puan meningkat meski banyak sentimen negatif (sindiran),” kicau pakar media sosial asal Drone Emprit Ismail Fahmi lewat akun @ismailfahmi, Senin (9/8).

Menurut Ismail, dari hasil riset tersebut terlihat bahwa popularitas putri sang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu hampir mengejar tren Ganjar. Sejauh ini paling tidak, tren Puan kata Ismail sudah setara dengan tren Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil alias RK.

“Setara dengan @ridwankamil setelah dikatrol dengan kampanye baliho. Response netizen terhadap baliho turut meningkatkan tren Puan,” kicau Ismail.

Lihat Juga :

Pakar Sebut Akun Asli Mendominasi Tagar Turunkan Jokowi
Masih Kalah dengan Anies Baswedan
Kendati demikian, menurut Ismail, popularitas Puan masih kalah dengan tren Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Dibandingkan dengan tren @aniesbaswedan, tren Puan jauh di bawahnya,” tegas Ismail.

Kalau digabungkan, tren keempat tokoh yakni Puan, Ganjar, dan RK, Anies tetap jadi juaranya. Menurut Ismail, dalam 1 bulan terakhir di semua media, tren Anies selalu tertinggi. Menyusul di bawah Anies, Ganjar dan kemudian Emil.

“Tren Puan awalnya paling rendah, perlahan naik setara RK, lalu mengejar Ganjar,” kata Ismail.

Sementara urutan share of voices dalam 1 bulan terakhir adalah Anies 49 persen, Ganjar 27 persen, RK 13 persen, dan Puan 12 persen. Adapun Share of voices berdasarkan kanal berita online, Anies 43 persen, Ganjar 25 persen, RK 19 persen, dan Puan 13 persen.

Untuk Twitter atau medsos, Anies tetap tertinggi yakni 50 persen. Menyusul Ganjar 27 persen, RK 12 persen, dan Puan 12 persen.

Lihat Juga :

Pakar: Akun Netral-Asli Dominan Kritik Jokowi dan Rektor UI
Dari data di atas, tampak Anies dan Ganjar diuntungkan oleh percakapan netizen (pro-kontra) di media sosial, dan RK oleh pemberitaan media. Ismail menggarisbawahi popularitas merupakan gabungan percakapan yang bernada positif, negatif, dan netral, tak peduli sentimennya apa.

“Anies paling banyak diserang di medsos, popularitasnya selalu tertinggi. Puan juga makin populer, lewat baliho yang banyak disindir dan jadi meme netizen,” kata Ismail.

Menurut Ismail, dari popularitas, diharapkan nanti akan naik favorabilitasnya (sentimen positif-negatif), lalu dikapitalisasi jadi elektabilitas.

“Namun populer saja tidak cukup, apalagi populer karena hal yang negatif dan tidak ada positifnya. Harus ada bukti kerja dan prestasi yang bisa digunakan untuk menaikkan tren positif,” kata Ismail.

Adapun narasi negatif yang mengkritik Puan di medsos datang dari kalangan umum, aktivis dan oposisi. Sementara yang positif dari tim media sosial Puan, khususnya via meme dan infografis.

(dal/DAL)

Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210809141628-192-678257/pakar-popularitas-puan-buah-baliho-meski-disindir-netizen.