TEMPO.CO, Jakarta – Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi mengatakan pasti diduga terjadi kecurangan luar biasa yang terstruktur, sistematis, dan masif bila akhirnya Partai Solidaritas Indonesia atau PSI lolos parlemen. Sebab, menurut dia, partai berlogo mawar itu secara statistik tak mungkin mencapai parliamentary tresholdatau ambang batas parlemen sebesar 4 persen.
“PSI lolos PT 4 persen itu statistically impossible,” kata Ismail dalam postingan akun X (dulu Twitter) pribadinya, Ahad, 25 Februari 2024. Pengutipan atas seizin Ismail Fahmi.
Bila PSI akhirnya lolos parlemen, Ismail menduga kemungkinan seratus persen telah terjadi kecurangan luar biasa yang terstruktur, sistematis, dan masif pada hasil Pemilu 2024. “Untuk meloloskan PSI,” ujar Ismail.
Komentar Ismail itu menanggapi cuitan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi. Dia mengimbau partai pimpinan Kaesang Pangarep menerima hasil pemilu legislatif atau pileg dengan lapang dada.
“Mending PSI menerima kenyataan dengan lapang dada. Ketimbang lolos PT tapi malah menimbulkan deligitimasi terhadap hasil pemilu 2024,” kata Burhanuddin dalam akun X (dulu Twitter) pribadinya, Ahad, 25 Februari 2024. Pengutipan ini atas seizin Burhanuddin.
PSI terancam tidak lolos ke Senayan karena belum mampu melampaui ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen. Berdasarkan real count Komisi Pemilihan Umum atau KPU hingga 22 Februari 2024 pukul 23.00, PSI hanya memperoleh 1.790.572 suara atau 2,54 persen.
Sebelumnya, Juru bicara Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia atau DPP PSI, Sigit Widodo, menanggapi adanya narasi yang berkembang mendeskreditkan PSI perihal perolehan suara di Pemilu 2024.
“Seolah-olah kalau masuk DPR RI, berarti ada kecurangan. Saya kira itu hanya narasi dangkal dari pihak-pihak yang takut PSI akan membuat perubahan di parlemen,” katanya kepada Tempo, Senin, 26 Februari 2024.
Menurut dia, masih banyak wilayah yang bahkan belum menyelesaikan pleno PPK. Ia mengatakan agar menunggu hasil perhitungan real count di masing-masing daerah selesai, setidaknya di tingkat kabupaten/kota untuk bisa menyimpulkan.
“Tunggu dulu hasil penghitungan suara resmi KPU. Yang kami lakukan sekarang mengawal proses penghitungan real count di PPK dan nanti naik terus berjenjang sampai ke tingkat nasional,” katanya.
Jakarta, CNN Indonesia — Sepuluh hari berlalu sejak pencoblosan Pemilu 2024 pada 14 Februari, pembahasan soal pemilu, terutama kecurangan, masih ramai dibahas di media sosial. Pendiri lembaga analis media sosial Drone Emprit, Ismail Fahmi, mencatat tren kecurangan pemilu yang dibahas sejak 14 hingga 23 Februari masih tinggi terutama di media sosial X atau Twitter.
“Total di Twitter atau X hingga 23 Februari kemarin jumlahnya masih mencapai 946.089 ribu. Kemudian di media online ada 18.556 ribu,” kata Ismail dalam konferensi pers mengenai kecurangan pemilu 2024 yang digelar di Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (24/2).
Selain itu, kata Ismail, pembahasannya juga lebih banyak mengandung sentimen negatif. Dari total 964.645 percakapan soal kecurangan pemilu, 720.538 mengandung sentimen negatif.
Ismail juga memaparkan sentimen negatif soal kecurangan pemilu ini paling banyak membahas soal tuduhan kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif. Kemudian soal potensi penggunaan hak angket dan pemakzulan presiden terkait dugaan kecurangan.
Manipulasi dalam penghitungan suara juga banyak dibahas hingga pernyataan dari berbagai tokoh hingga lembaga soal kecurangan Pemilu 2024 ini.
Sementara sentimen yang bersifat positif kebanyakan hanya membahas soal menantang publik untuk membuktikan kecurangan di MK dan kecurangan dilakukan oleh semua paslon.
“Jadi kesimpulannya, tren percakapan dan pemberitaan tentang kecurangan dalam Pemilu 2024 hingga hari ini memang masih sangat tinggi,” kata dia.
Narasi dugaan kecurangan pemilu ini dikaitkan dengan sejumlah fenomena, termasuk angka-angka ganjil di hitung Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) hingga selisih suara dan daftar pemilih di banyak TPS. Hak Angket di DPR pun didorong.
Founder sistem analisis data Drone Emprit, Ismail Fahmi, mengatakan hingga saat ini tren pembahasan isu dugaan kecurangan Pemilu 2024 masih ramai di media sosial. Menurutnya, berdasarkan analisis di media sosial X dan media online, 75 persen netizen membahas dugaan kecurangan ini dengan presepsi negatif.
“Mayoritas negatif 75 persen karena dugaan tadi. [Meski ada] 17 persen positif, ada yang tampilkan [opini] kecurangan tidak hanya salah satu paslon, tapi semua. Ini jadi termasuk [sentimen] positif. Dan ada yang tantang publik buktikan kecurangan di MK, [misalnya] Prof Jimly,” kata Fahmi yang hadir virtual dalam konferensi pers ‘Jaga Pemilu, Jaga Suara 2024, Kecurangan Pemilu dan Omong-Omong Media’ di Gedung Permata Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (24/2).
“Ada persepsi masyarakat terkait integritas pemilu, ada keraguan masyarakat. Ada pemberitaan kecurangan, ketidakpuasan pemilu, ini tunjukkan ketidakpercayaan publik. Ada isu Sirekap, kegagalan pengelolaan suara, tambah skeptisme pemilu,” imbuh dia.
Fahmi menjelaskan, bahasan isu dugaan kecurangan sudah ramai di medsos sejak seminggu sebelum hari pencoblosan, yakni 14 Februari. Namun, tren pembahasan mencapai puncaknya pada hari H pencoblosan.
Film yang membahas berbagai dugaan kecurangan pemilu yang sistematis, Dirty Vote, disebut banyak berperan dalam percakapan netizen.
Fahmi lalu menyimpulkan bahwa ramainya pembahasan isu kecurangan di medsos bukan hanya dilakukan oleh buzzer. Sebab, isu kecurangan yang sama juga dibahas di media online, yang dinilainya dibuat berdasarkan analisis dan mendalam.
“Artinya, isu kecurangan cukup penting dan warnai pemilu. Sebelum pencoblosan 7-13 Februari, banyak terkait Dirty Vote. Pascapencoblosan, banyak orang lihat Dirty Vote seolah terkonfirmasi. Dan rencana bawa isu kecurangan jadi hak angket DPR [muncul],” kata dia.
“Kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif, ini banyak dibicarakan di medsos. Cawe-cawe presiden, dugaan kecurangan di LN, dan timnas 01 kayaknya banyak laporkan ada kecurangan dan intimidasi dan potensi manipulasi survei, ini pandangan netizen. Ada bansos banyak juga dibicarakan, kenaikan gaji TNI/Polri dianggap kecurangan, pelanggaran MK, aparatur desa, pelanggaran etika KPU, dan Sirekap warnai pembicaraan,” papar dia.
Fahmi melanjutkan, sebetulnya KPU dan Bawaslu sudah banyak angkat bicara menanggapi berbagai isu kecurangan. Tetapi ia menilai, perlu ada komitmen dan pembuktian yang lebih transparan dari KPU agar dipercaya publik.
“Sejak pencoblosan 14 Februari sampai sekarang, tren kecurangan pemilu masih tinggi. Ini perlihatkan perhatian publik dan isu kecurangan warnai pemilu. Dibagi sebelum dan pasca pencoblosan. Sebelum sistematis, intervensi politik, dan penyalahgunaan wewenang,” kata Fahmi.
“Kecurangan saat dan pasca, ini dibahas di medsos, adanya dugaan kecurangan dari sistem Sirekap. Ini jadi masukan KPU- Bawaslu untuk audit forensik agar tunjukkan tidak seperti diduga, dan [klarifikasi] adanya dugaan surat suara tercoblos, dan lain-lain,” tandas dia.
Komisi Pemilihan Umum diminta menghentikan proses penghitungan suara elektronik Sirekap karena memicu spekulasi dugaan penggelembungan suara ke salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Kaka Suminta, mengatakan “jika KPU serius mau menggunakan Sirekap, maka semestinya sistem penghitungan dari Sirekap selesai pada waktu yang sama saat tempat pemungutan suara ditutup”.
Tapi yang terjadi, kata Kaka, hingga Jumat (16/02) pukul 17:30, progres penghitungan suara Sirekap untuk Pilpres masih 60, 49%.
Ketua KPU, Hasyim Asy’ari, meminta maaf kepada publik atas kekurangan aplikasi Sirekap. Dia membuat klaim, kalaupun ada kekeliruan konversi, “itu terjadi tanpa unsur kesengajaan”.
Adapun, pakar digital menilai KPU memaksakan penggunaan sistem Sirekap yang belum sempurna.
Warganet curiga pada Sirekap
Lembaga analis media sosial Drone Emprit menyebut percakapan tentang Sirekap menjadi topik yang paling tinggi dibicarakan oleh warganet di media sosial X pada Jumat (16/02).
Percakapan yang mencuat terkait kelemahan Sirekap. Salah satunya adalah kekeliruan input data jumlah suara di sebuah TPS di Lampung yang menimbulkan kehebohan dan menurunkan kepercayaan pada Sirekap milik KPU.
“Sentimen percakapan terkait Sirekap di X terpantau sangat negatif, sebanyak 85% dan positif hanya 7%,” kata pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi.
Narasi negatif itu, sambungnya, berkembang menjadi dugaan kecurangan.
“Warganet menduga adanya unsur kesengajaan dalam perubahan data di Sirekap untuk memenangkan paslon tertentu. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap legitimasi penyelenggara pemilu.”
Keterangan gambar,Penggunaan aplikasi Sirekap di Pemilu 2024 merupakan upaya KPU untuk menjaga kemurnian hasil perolehan suara di TPS dengan cara merekam data otentik dokumen C-Hasil di TPS.
Ada juga narasi yang menyindir Sirekap tak sebaik aplikasi lain seperti pinjaman online atau pinjol. Warganet merasa Sirekap kalah bagus dalam hal fungsional dan keandalan.
“Netizen juga merasa KPU tidak kompeten dalam mengelola data pemilu, tidak transparan dalam menampilkan data pemilu dan merasa bahwa data yang ditampilkan tidak dapat dipercaya,” kata Ismail.
Kekhawatiran soal keamanan aplikasi Sirekap juga disinggung warganet karena adanya potensi backdoor atau celah keamanan oleh peretas.
Apakah Sirekap menguntungkan salah satu paslon?
Pakar keamanan siber dan forensik digital dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menilai dugaan bahwa Sirekap menguntungkan salah satu paslon sebenarnya tidak berdasar.
Alfons bersama sebuah tim independen telah memeriksa 500 lebih kasus ketidaksesuaian suara antara yang tercatat di formulir C plano dengan yang terunggah di Sirekap.
Hasil penelusuran mereka, ketidaksesuaian atau penggelembungan suara terjadi pada tiga paslon.
“Jadi tidak hanya pada satu paslon saja. Kesimpulannya ini kesalahan sistem atau human error,” ujar Alfons kepada BBC News Indonesia.
Menurutnya ada beberapa penyebab yang membuat sistem Sirekap salah merekam angka yang ada pada dokumen C plano berita acara pemungutan dan penghitungan suara di TPS.
Keterangan gambar,Petugas KPPS mengambil gambar hasil penghitungan suara saat simulasi di Indramayu, Jawa Barat, Rabu (07/02).
Pertama, tidak adanya cross-checking data atau proses membandingkan atau memverifikasi data dengan sumber utama.
“Katanya [Sirekap] pakai AI tapi cross-checking dataaja enggak dilakukan, itu patut dipertanyakan tim IT-nya.”
“Mana ada total jumlah pemilih lebih kecil daripada perolehan suara paslon? Kan konyol.”
“Kalau pakai AI lebih cerdas dari ini, bahkan bisa terkoneksi ke database KPU dan bisa tahu per-TPS berapa jumlah pemilihnya dan tidak boleh salah, kalau salah mental.”
Di media sosial sejumlah akun mengadukan dugaan “penggelembungan suara” salah satu paslon.
Sebuah video yang viral terjadi di TPS 54, Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Di formulir C hasil penghitungan suara yang asli perolehan suara Prabowo-Gibran tertulis 74. Tapi pada Kamis (15/02) data yang tercantum di Sirekap adalah 748.
Saat BBC Indonesia mengecek langsung ke data Sirekap pada Jumat (16/02) perolehan suara ketiga paslon sudah diperbaiki sesuai formulir C hasil.
Artikel ini memuat konten yang disediakan Twitter. Kami meminta izin Anda sebelum ada yang dimunculkan mengingat situs itu mungkin menggunakan cookies dan teknologi lain. Anda dapat membaca Twitter kebijakan cookie dan kebijakan privasi sebelum menerima. Untuk melihat konten ini, pilihlah ‘terima dan lanjutkan’.Terima dan lanjutkan
Peringatan: BBC tidak bertanggung jawab atas konten situs eksternal
Lompati Twitter pesan
Penyebab kedua, menurut Alfons, kemungkinan disebabkan media foto yang diambil oleh petugas KPPS tidak jelas atau kualitasnya rendah sehingga ada ada kesalahan membaca angka pada sistem Sirekap.
Ketiga, kesalahan bisa terjadi karena para petugas KPPS mengunggah data ke sistem secara berbarengan dengan petugas lain. Akibatnya, kata Alfons, terjadi selip.
Jumlah TPS di seluruh Indonesia berjumlah lebih dari 800.000. Alfons berkata, setiap TPS harus mengunggah minimal lima dokumen surat suara yang jika dikalikan dengan jumlah tempat pemungutan suara maka setidaknya ada 4 juta dokumen yang diunggah dalam waktu bersamaan.
“Apa kuat servernya? Terlihat kan situs KPU tersendat dan sering down. Itu menunjukkan pengelolaan infrastruktur teknologi yang kurang.”
Seperti apa pengalaman anggota KPPS yang mengunggah data ke Sirekap?
Ma’rifatus Solehah, salah satu petugas KPPS di TPS 09 Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur menemukan banyak kendala ketika mengunggah hasil rekapitulasi suara Pemilu 2024 melalui aplikasi Sirekap.
Kendala yang dialami oleh Ifa, di antaranya tulisan dan gambar kerap tidak terdeteksi ketika diunggah. Bahkan, ada ketidaksesuaian antara data perolehan suara yang ada di model C1 plano dan aplikasi Sirekap.
“Misalnya di plano itu tulisannya 105, setelah difoto, diunggah muncul tulisan 905,” kata Ifa ketika ditemui wartawan Mustopa di rumahnya pada Jumat (16/02).
Keterangan gambar,Ma’rifatus Solehah, salah satu petugas KPPS di TPS 09 Kelurahan Kolpajung, Kecamatan Kota Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Mau tidak mau, katanya, ketidaksesuaian data tersebut harus diganti secara manual dan disesuaikan dengan hasil rekapitulasi suara yang ada di model C1 plano.
Kendala lain yang paling sering ditemui adalah banyaknya gambar yang gagal terunggah. Padahal gambar tersebut harus diambil langsung dari model C1 plano, tidak bisa memakai yang ada di galeri ponsel.
Di sisi lain, model C1 plano harus segera dikirim ke kelurahan setelah proses pemungutan dan penghitungan suara rampung.
“Kalau sudah gagal ya sudah dibiarin, dapat dari mana planonya, enggak ada kan,” kata perempuan yang sehari-hari menjadi guru di salah satu pesantren tersebut.
Untuk proses pengunggahan juga butuh waktu lama. Ifa mengaku mengunggah data ke Sirekap pada Rabu (14/02) sekitar pukul 23.00 WIB, namun baru selesai pada Kamis (15/02) dini hari WIB.
“Entah servernya kurang canggih, saya enggak ngerti server pusatnya,” katanya menambahkan.
Ifa mengakui banyak hasil rekapitulasi yang gagal diunggah ke aplikasi Sirekap. Terutama untuk hasil pemilihan anggota DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi dan DPR RI karena jumlahnya mencapai 20 lembar.
“Kalau cuma DPD dan [pemilihan] presiden kan sedikit lembaran yang di-upload,” jelasnya.
Apa tanggapan KPU?
Ketua KPU, Hasyim Asy’ari, mengakui terjadi sejumlah kekeliruan konversi hasil penghitungan suara di TPS ke dalam Sirekap.
Meskipun, kata dia, sejauh ini tingkat kesalahan konversi cuma 0,64%.
Hasyim mengatakan pihaknya belum memeriksa detail selisih suara yang diperoleh masing-masing capres-cawapres, antara yang terkonversi di Sirekap dengan suara aslinya di formulir C-Hasil plano di TPS.
Keterangan gambar,Ketua KPU Hasyim Asy’ari (kiri) bersama Ketua Bawaslu Rahmat Bagja (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (15/02).
Dari 2.325 TPS yang terjadi kesalahan, kekeliruan konversi suara tidak cuma terjadi untuk pilpres, melainkan juga pemilu legislatif .
Kesalahan-kesalahan itu diklaim akan dikoreksi oleh KPU.
Tapi terlepas dari kekeliruan konversi yang terjadi pada sejumlah TPS, publikasi data perolehan suara di Sirekap akan tetap dilanjutkan sebagai bentuk transparansi.
Apakah Sirekap perlu dilanjutkan?
Kendati terjadi kekeliruan input data pada Sirekap, Alfons menilai hal itu bukan sebuah kesengajaan. Pasalnya jika KPU ingin berbuat curang, maka hasil pindai formulir C hasil penghitungan suara asli tidak akan ditampilkan sebagai pembanding.
Menurut dia, Sirekap harus dilanjutkan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat dan kecepatan. Meskipun, katanya, KPU harus memperbaiki sistemnya agar tidak memicu sangkaan negatif.
Sebagai penyelenggara pemilu yang mendapat dana besar dari negara dan didukung oleh banyak lembaga pemerintah mestinya sistem Sirekap bisa meminimalisir kesalahan.
“Dibikin smart sistemnya. Jangan total dari pemilih lebih kecil dari suara paslon, kok bisa sistemnya kurang pintar,” kata Alfons.
Keterangan gambar,Sejumlah petugas melakukan supervisi (pemeriksaan dan pengawasan) rekapitulasi suara Pemilu 2024 secara daring di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (15/02).
“Selevel KPU, dana besar, banyak stakeholder membantu… jangan bikin malu Indonesia karena semua mata tertuju pada pemilu.”
Adapun Sekjen Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP), Kaka Suminta, mengatakan jika KPU serius mau menggunakan Sirekap maka semestinya begitu tempat pemungutan suara ditutup sistem penghitungan dari Sirekap juga tuntas pada waktu yang sama.
Tapi yang terjadi, katanya, hingga Jumat (16/02) pukul 17:30, progres penghitungan suara Sirekap untuk Pilpres masih 60, 49%.
Hal seperti ini, menurutnya, membuat masyarakat curiga.
“Lebih baik KPU fokus pada penghitungan manual saja, hentikan Sirekap daripada menimbulkan spekulasi,” ujarnya kepada BBC News Indonesia.
Wartawan di Kota Pamekasan, Madura, Mustofa El Abdy, berkontribusi untuk liputan ini.
Jakarta, IDN Times – Lembaga analis media sosial Drone Emprit menangkap percakapan masyarakat di media sosial terkait dugaan kecurangan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi menyampaikan, dari 47 ribu percakapan tentang kecurangan pemilu, terbagi ke dalam klaster pendukung dari kubu 01 dan 03.
Sementara untuk netizen yang cenderung mendukung kubu Prabowo-Gibran tidak terlihat membahas tentang adanya kecurangan pada Pemilu 2024.
“Percakapan tentang kecurangan dalam pemilu kali ini dibahas satu klaster besar. Di dalamnya ada netizen yang pro 01 dan pro 03, media, dan yang netral. Dari pro 02 tidak tampak secara signifikan,” tulis Ismail Fahmi seperti dikutip IDN Times, Kamis (15/2/2024).
1. Mayoritas netizen marah terhadap kecurangan pemilu
Suasana pemilu di Hong Kong. (dok. PPLN Hong Kong)
Ismail Fahmi menjelaskan, mayoritas netizen menunjukkan reaksi marah atas dugaan kecurangan pemilu yang terjadi. Netizen marah karena kecurangan yang terjadi bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) untuk calon tertentu.
Di lain sisi, ada juga ajakan untuk melawan dinasti politik muncul dalam percakapan di media sosial, yang dianalisis oleh Drone Emprit.
Kemudian, netizen juga mengajak untuk mengumpulkan bukti kecurangan. Mereka juga menuding bahwa kecurangan pemilu sudah didesain agar digelar dalam satu kali putaran saja.
Dari hasil analisis, sebanyak 5,3 ribu cuitan memperlihatkan reaksi marah terhadap kecurangan pemilu. Kemudian sebanyak 3,4 ribu cuitan mengajak untuk mengumpulkan bukti atas semua kecurangan pemilu.
2. PDIP bakal bentuk tim khusus untuk investigasi kecurangan pemilu
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2024). (IDN Times/Sonya Michaella).
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-Perjuangan), Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya akan terus mengawal hasil perhitungan Pilpres 2024. PDIP sendiri menduga ada kecurangan massif pada pelaksanaan pilpres.
Oleh sebab itu, PDIP akan mengusulkan kepada Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD untuk dibentuk tim khusus guna melakukan investigasi.
“Kami akan mengusulkan kepada TPN Ganjar-Mahfud agar dibentuk suatu tim khusus. Tidak hanya terdiri dari tim hukum, kelompok-kelompok ahli hukum, para pakar berkaitan dengan demografi,” ucapnya.
Hasto mengatakan, PDIP akan melibatkan banyak pihak untuk melakukan investigasi forensik atas temuan-temuan dugaan kecurangan Pilpres 2024 di lapangan.
“Kemudian juga investigasi forensik untuk melihat dari seluruh proses-proses yang ada, dan tim khusus ini tentu saja juga akan menampung dari pihak-pihak yang punya interest begitu besar di dalam menjaga demokrasi Indonesia,” ucap Hasto.
Adapun temuan-temuan itu dikumpulkan oleh PDIP, dan juga partai-partai koalisinya, yakni Hanura, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan juga Perindo. Tak lupa juga dengan relawan Ganjar-Mahfud, serta kelompok-kelompok pro-demokrasi.
“Seluruh struktur PDI Perjuangan bersama dengan relawan saksi, dan kerja sama dengan PPP, Perindo, dan Hanura terus mengumpulkan fakta-fakta di lapangan yang begitu banyak juga disuarakan oleh kelompok-kelompok pro demokrasi,” ujar Hasto.
3. Jokowi minta kecurangan pemilu dilaporkan ke Bawaslu
Presiden Joko Widodo (dok. Sekretariat Presiden)
Sementara itu, Presiden Joko “Jokowi” Widodo buka suara soal dugaan kecurangan pemilu di hari pencoblosan, 14 Februari 2024. Jokowi mengatakan, semua proses sudah terbuka.
Jokowi mengatakan, pengawasan terhadap pemilu sebetulnya sudah dilakukan secara berlapis untuk mencegah adanya kecurangan.
“Yang pertama mengenai kecurangan, caleg itu ada saksi di TPS, partai ada saksi di TPS, capres-cawapres, kandidat ada saksi di TPS, di TPS ada Bawaslu. Aparat juga ada di sana. Terbuka untuk diambil gambarnya. Saya kira pengawasan yang berlapis-lapis seperti ini, akan menghilangkan adanya kecurangan,” ujar Jokowi.
Jokowi menjelaskan, apabila memang terjadi kecurangan bisa melaporkan ke Bawaslu. Karena itu, Jokowi mengimbau supaya kecurangan-kecurangan itu dilaporkan ke Bawaslu kalau memang memiliki bukti.
“Kalau memang ada betul, ada mekanisme untuk ke Bawaslu. Mekanisme nanti persidangan di MK. Saya kira sudah diatur semuanya kok,” kata dia.
“Jadi janganlah teriak-teriak curang. Ada bukti langsung bawa ke Bawaslu. Ada bukti bawa ke MK,” imbuhnya.
Artikel ini telah tayang di Idntimes.com dengan judul “Drone Emprit: Netizen Marah Atas Dugaan Kecurangan Pemilu 2024”.
Jakarta, CNN Indonesia — Analis media sosial Drone Emprit mengungkap kata kunci ‘JIS’, lokasi kampanye akbar pasangan calon nomor urut 1 Anies-Muhaimin Iskandar, mengungguli ‘GBK’, tempat kampanye akbar paslon 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming, di media sosial. Dua paslon itu sama-sama menggelar kampanye akbar penutup di Jakarta, Sabtu (10/2). Satunya di Jakarta International Stadium (JIS), lainnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK). Sementara, paslon 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD berkampanye di Jateng.
Prabowo, saat membuka pidato dalam kampanye akbar, Sabtu (10/1), mengklaim “kita perkirakan yang datang 200 ribu, tapi laporannya mendekati 600 ribu yang hadir.”
Terlepas kesulitan untuk mengonfirmasi angka resmi pendukung yang hadir, media sosial jelas diramaikan oleh JIS dan GBK pada Sabtu (10/2). Mana yang lebih unggul?
Ismail Fahmi, Pendiri Drone Emprit mengungkap JIS lebih banyak mendapat perhatian di beberapa platform media sosial dan media online.
Kesimpulan ini berdasarkan analisis terhadap kata kunci (keyword) ‘JIS’ dan ‘GBK’ di Twitter, Intagram, YouTube, dan media online pada periode Rabu (7/2) hingga Sabtu (10/2).
“Di semua kanal (Twitter, News, Instagram, YouTube) yang dimonitor selama periode 7-10 Februari 2024, JIS mendapatkan jumlah mention dan interaksi yang lebih tinggi dibandingkan GBK,” tuturnya, di akun Twitter atau X.
“Ini memperlihatkan minat netizen di platform media sosial tersebut dan media online yang lebih tinggi tentang JIS yang menjadi lokasi kampanye terakhir paslon 01 dibandingkan GBK yang menjadi lokasi paslon 02.”
Berikut rincian tiap platformnya:
Twitter JIS unggul terhadap GBK di Twitter dalam hal volume percakapan, yakni 310 ribu (77 persen) berbanding 93 ribu (23 persen).
“Volume percakapan tentang JIS jauh lebih besar dibandingkan tentang GBK. Ini memperlihatkan tingginya minat netizen untuk membicarakan kedua lokasi kampanye akbar tersebut.”
INFOGRAFIS: Indonesia Dikepung 13 Megathrust Media online Pada periode 7-10 Februari, media online tercatat lebih banyak menyebut JIS daripada GBK. Puncak pemberitaan terjadi pada 10 Februari dengan 7 ribuan mention tentang JIS berbanding 2 ribuan mention tentang GBK.
Totalnya, JIS mencapai 13.600 mention (82 persen), dan GBK 3.000 mention (18 persen)
Instagram Drone Emprit menyebut tren mention tentang JIS awalnya lebih tinggi dibandingkan GBK.
“Menjelang hari H kampanye, tren JIS masih lebih tinggi, namun tidak jauh beda dengan GBK,” lanjut Ismail.
Volume mention di Instagram secara keseluruhan adalah 340 mention (60 persen) untuk JIS dan 227 mention (40 persen) untuk GBK.
Tren interaksinya juga menunjukkan JIS lebih besar dengan 1,5 juta interaksi (72 persen), dan GBK 598 ribu interaksi (28 persen).
Lihat Juga : DEBAT TERAKHIR CAPRES INDEF: Prabowo Terpopuler di Medsos, Sentimen Positif Paling Buncit YouTube Ismail mengungkap tren jumlah video di YouTube yang mengangkat JIS selalu lebih besar dibandingkan tentang GBK.
“Puncaknya pada hari H, setidaknya ada 417 video tentang JIS dan 150 video tentang GBK.”
Totalnya, jumlah video YouTube tentang kata kunci JIS mencapai 1.033 video (77 persen), sementara GBK 312 video (23 persen).
Tren total interaksi pada video tentang JIS pun selalu lebih besar dibandingkan tentang GBK, dengan 17,7 juta interaksi (65 persen) buat JIS dan 9,6 juta interaksi (35 persen) buat GBK.
Google Trends Ismail juga mengungkap pencarian tentang JIS dan GBK dalam 7 hari terakhir memperlihatkan volume pencarian untuk JIS sedikit lebih tinggi dibandingkan untuk GBK.
Jakarta: Lembaga analis media sosial Drone Emprit memaparkan data hasil analisis netizen di media sosial selama debat terakhir calon presiden (capres) yang digelar pada Minggu, 4 Februari 2024. Analisis itu menyatakan Anies Baswedan mendapat sentimen positif tertinggi.
Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi menyatakan sentimen positif terhadap Anies Baswedan mencapai 86 persen. Sentimen negatif kepada Anies hanya enam persen, dan netral delapan persen.
Ganjar Pranowo menyusul dengan sentimen positif terbesar kedua dengan 72 persen, negatif 14 persen, dan netral 14 persen. Sementara itu, sentimen positif terhadap Prabowo Subianto hanya 43 persen dan sentimen negatif mencapai 48 persen.
“Anies Baswedan memimpin dalam popularitas dan citra positif,” tulis Ismail melalui akun X miliknya, @ismailfahmi, Senin, 5 Februari 2024.
Anies juga paling banyak dibicarakan di media sosial, yakni 128.813 percakapan yang mewakili 45 persen dari volume data. Sementara itu, Prabowo ada di 82.761 percakapan atau 29 persen, dan Ganjar Pranowo sebanyak 76.633 percakapan atau 27 persen.
Anies mendapatkan sentimen positif terkait narasi soal bantuan sosial (bansos) plus untuk rakyat, yang bukan mewakili kepentingan pribadi dalam debat kemarin. Anies juga diapresiasi karena menggunakan bahasa isyarat dalam pembukaan debat dan membahas isu pelecehan seksual terhadap perempuan.
Opini negatif terhadap Anies antara lain rencana koalisi Anies dan Ganjar dinilai koalisi teraneh, disusupi HTI, FPI, serta berkoalisi dengan PDIP.
Opini negatif terhadap Prabowo antara lain karena selalu sepakat dengan Anies, menyebut otak lamban, serta soal tanggapan penanganan kesehatan dengan jawaban program makan gratis.
Sementara itu, opini positif Prabowo antara lain akan membangun 300 Fakultas Kedokteran di Indonesia, gagasan soal RS Modern, serta setuju dengan argumen Anies dan Ganjar.
Lalu, Ganjar mendapat sentimen positif antara lain karena sindirannya terhadap kondisi pemerintahan hari ini serta akan mereview UU Cipta Kerja. Opini negatif terhadap Ganjar antara lain blunder bahas revisi UU Cipta Kerja padahal fraksinya yang menggolkan, langsung memulai debat dengan serangan, terlihat Nabok Nyilih Tangan, serta selalu berusaha menyerang.
Jakarta, CNN Indonesia — Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bersaing ketat dengan paslon nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD di media sosial YouTube menjelang debat terakhir Pilpres 2024. Berdasarkan data lembaga analis media sosial Drone Emprit periode 25 Januari-3 Februari, kedua paslon itu bersaing dalam capaian jumlah video hingga total interaksi di YouTube.
Dalam jumlah video, Ganjar-Mahfud mendapatkan 14.642 video di YouTube, unggul tipis dari Anies Cak-Imin dengan 14.618 video. Persentase jumlah video kedua paslon itu bahkan sama, yakni 36 persen.
Sedangkan, paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menempati posisi ketiga dengan 11.090 video atau setara dengan 27 persen.
“Dalam periode 25 Jan-3 Feb 2024, jumlah video yang dipost di YouTube terkait Paslon 01 (14,618 video) dan Paslon 03 (14,642 video) memiliki share yang sama (36%), mengalahkan Paslon 02 (11,090 video, 27%),” cuit founder Drone Emprit Ismail Fahmi via X, Minggu (4/2).
Drone Emprit lantas melaporkan tren total interaksi harian dari ketiga paslon di YouTube sempat saling susul. Interaksi yang dimaksud yakni jumlah like, comment, dan view.
Awalnya, Anies-Cak Imin mencetak interaksi paling tinggi sebesar 9,65 juta pada 25 Januari. Namun, Ganjar-Mahfud MD sempat menempati puncak dengan 14,8 juta interaksi pada 31 Januari.
Prabowo-Gibran juga sempat unggul dengan 13,4 juta interaksi pada 2 Februari, tetapi lagi-lagi disusul Ganjar-Mahfud pada 3 Februari dengan 11,5 juta interaksi.
Ketika dihimpun, Anies-Cak Imin menguasai total interaksi yang diperoleh di YouTube. Paslon 1 itu menghasilkan total interaksi hingga 95 juta atau setara dengan 37 persen.
Ganjar-Mahfud MD menempati peringkat kedua dengan 88 juta interaksi atau setara dengan 37 persen. Sementara itu, Prabowo-Gibran mengisi peringkat ketiga dengan 74 juta atau 29 persen.
“Jadi dari total interaksi yang didapat semua video, Paslon 01 yang paling tinggi interaksinya, disusul oleh Paslon 03, dan terakhir Paslon 02,” cuit akun X @ismailfahmi.
KPU menggelar debat terakhir Pilpres 2024 di JCC, Senayan, Jakarta, pada Minggu (4/2) malam mulai pukul 19.00 WIB. Debat kelima ini diikut tiga calon preside yakni Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.
Tema besar dalam debat terakhir yakni kesejahteraan sosial, pembangunan SDM, dan inklusi. Subtemanya meliputi pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, kebudayaan, teknologi informasi, kesejahteraan sosial, dan inklusi.
KPU mengatakan Prabowo Subianto mendapat giliran pertama untuk memaparkan visi-misinya pada debat Pilpres terakhir tersebut. Komisioner KPU August Mellaz menyatakan urutan itu ditetapkan dengan sistem bergilir atau rotasi.
TEMPO.CO, Jakarta – Drone Emprit menilai cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka memperoleh sentimen negatif paling banyak di media sosial X (dulu Twitter) usai debat cawapres di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Ahad, 21 Januari 2024. Dari total 142.469 penyebutan tentang Gibran, sentimen negatif mencapai angka 60 persen.
Angka ini merupakan hasil analisis sentimen dari percakapan di media sosial X untuk tiga cawapres pada 21 Januari 2024 dari jam 19:00 hingga 22:00. Analisis ini menghitung percakapan yang menggunakan kata kunci nama atau julukan masing-masing cawapres.
“Sebanyak 60 persen dari percakapan adalah negatif, 33 persen positif, dan hanya 7 persen yang netral,” ujar pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, dalam postingannya di X, Senin, 22 Januari 2024. Dia menilai ini menunjukkan adanya sentimen yang kurang menguntungkan bagi Gibran.
Ismail mengatakan, Gibran memiliki volume percakapan yang sama dengan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, yaitu masing-masing 40 persen dari total penyebutan. Cak Imin memiliki sebanyak 141.293 penyebutan, Gibran sebanyak 142.469, dan Mahfud Md sebanyak 71.647. Namun, dia menilai sentimen mereka justru berbeda secara signifikan.
Menurut Ismail, sentimen positif sangat mendominasi percakapan tentang Cak Imin. “Dengan 80 persen percakapan yang mengarah ke arah yang baik, hanya 6 persen yang negatif dan 14 persen yang netral,” tutur dia. Dia menilai ini menunjukkan Cak Imin memiliki dukungan dan citra positif yang kuat di media sosial.
Sementara itu, meski jumlah penyebutannya lebih sedikit, sentimen untuk Mahfud Md mayoritas positif. “Dengan 79 persen percakapan yang mendukung, 12 persen negatif, dan 9 persen netral,” ujar dia. Menurut Ismail, meski eksposur medianya lebih rendah, pandangan terhadap Mahfud Md cenderung positif.
Tiga cawapres 2024, Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka dan Mahfud Md bertemu dalam debat cawapres di Jakarta Convention Center atau JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Ahad malam, 21 Januari 2024. Adu gagasan antara ketiga cawapres ini membahas topik seputar pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, lingkungan hidup, energi, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa.
FAJAR.CO.ID — Permintaan maaf dari peneliti astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang Hasanuddin, ternyata tak menyurutkan niat sejumlah kader Muhammadiyah untuk tetap membawa persoalan itu ke ranah hukum.
Pasalnya, ancaman pembunuhan yang ditulis oleh pria berstatus ASN ini dinilai telah mencederai persatuan dan kesatuan terutama bagi kader Muhammadiyah.
Founder of Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, yang juga diketahui merupakan kader Muhammadiyah ikut mengomentari permintaan maaf tersebut.
“Kan masih suasana lebaran. Jadi kita harus maafkan. Saling maaf dan memaafkan itu perbuatan yang mulia dan disukai Allah. ,” tulis Ismail melalui akun twitternya yang bercentang biru, @ismailfahmi.
Meski demikian, pria yang juga memiliki hobi berkebun ini meminta agar perilaku tak terpuji dari AP Hasanuddin itu tetap dibawa ke ranah hukum.
“Oleh karena itu, kita serahkan kepada kepolisian untuk memproses laporan2 yg sudah dilayangkan. Dan dikawal. Agar di kemudian hari tidak berulang. ,” tandasnya.
Cuitan itu pun ramai dikomentari netizen. Sebagian besar meminta agar aparat segera memproses kasus tersebut.
“Wduh. itu frasa ‘tersulut emosi’..dgn makna kausalitasnya itu, rasa2nya ko mlah jd nylahin pihak lain. Ap krakter org sprti ini mmng bgtu y? Diem2 g bs ditebak, g tau kpn dia bcanda, kpn serius. Kdang candaan yg biasa dia pakai, dibalikin bwt becandain dia, mlah dia emosi. ,” balas salah seorang warganet.
“Ancaman pembunuhan terhadap org yg berbeda saja itu adalah bentuk radikalisme, dilakukan oleh ASN itu jadi lebih berat lagi. Harus dipecat, dariASN ini manusia,” kritik lainnya.
“Semoga benar diproses hukum dengan ADIL agar masyarakat umum TIDAK BERPIKIRAN bahwa jika kita gabung ORMAS TERTENTU = BISA MENGHINA ORMAS LAIN TANPA KONSEKUENSI HUKUM,” tegas lainnya.
Seperti diketahui, usai dilaporkan ke Polres Jombang, Jawa Timur, peneliti astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang Hasanuddin, akhirnya angkat bicara. Dia mengaku tersulut emosi saat menyatakan ujaran kebencian tersebut melalui media sosial. (bs-sam/fajar)