BPIP: Konten Positif Redam Ujaran Kebencian

Jakarta (Antara) – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bijak. BPIP menganjurkan untuk menghindari konten negatif, penyebaran hoaks, dan ujaran kebencian yang menimbulkan perpecahan. 


“Dengan begitu kanal utama media sosial bisa semarak dengan konten-konten bagus,” kata Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, Prakoso, dalam diskusi “Peran Penting Media Sosial Dalam Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Generasi Muda”, secara daring, Senin (24/5). 


Hadir pula narasumber lain; Sekjen sekaligus Plt. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Mira Tayyiba, Kasubdit III Cybercrime Bareskrim Mabes Polri Kombes Dani Kustoni, dan Founder Drone Emprit Ismail Fahmi. Diikuti pula anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) seluruh Indonesia. 


Prakoso melanjutkan, BPIP bertugas mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila melalui media sosial agar bisa diterima masyarakat.


Ada beberapa strategi, selain memproduksi sendiri konten-konten positif, BPIP juga melibatkan banyak pihak agar terlibat dalam mengekspos konten keberagaman dan nasionalisme.


BPIP, kata Prakoso, juga aktif mengadakan lomba-lomba di berbagai platform medsos, bikin serial film dan animasi untuk mengubah mindset seperti cinta Tanah Air. 


“BPIP menggandeng anak muda untuk punya semangat nasionalisme dan kearifan lokal. Mohon konten-konten ini nanti bisa disebarluaskan,” selorohnya.


Prakoso berharap angka aktualisasi nilai Pancasila sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), bisa mencapai 77 persen pada akhir 2024. Saat ini baru 71 persen. 


Mira Tayyina menimpali, produksi konten negatif di internet memang luar biasa. Sampai tahun ini, kementeriannya sudah memblokir 2,6 juta konten negatif seperti pornografi, penipuan, dan perjudian”Produksi hoaks juga sama banyaknya. Tak cukup mengisolasi konten atau memblokir. Dibutuhkan kontra narasi. Walau informasi itu salah, bisa jadi sudah menjadi kebenaran karena opini masyarakat sudah terbentuk,” ungkap Mira. 


Alhasil, masyarakat membutuhkan literasi media. Agar bisa membedakan informasi benar-salah, hoaks atau disinformasi. “Perlu diingatkan saring sebelum sharing. Saring dulu informasi itu sebelum menyebarkannya,” tandas Mira. 


Adapun Kombes Dani Kustoni menyebut penyebaran konten hoaks masih ada, meski tak sebanyak saat pemilu lalu. Padahal ujaran kebencian sangat berbahaya. Bisa memicu radikalisme, konflik sosial, bahkan disintegrasi. “Butuh produksi konten positif. Sehingga bisa menghadirkan masyarakat yang tidak provokatif,” tukas Dani. 


Sementara Ismail Fahmi menilai apa yang dilakukan BPIP sudah baik. Agar lebih banyak diapresiasi publik, ia menyarankan konten-konten lebih humanis.


“Hindari jargon karena tidak cocok buat generasi milenial. Libatkan generasi muda dalam lomba film dan lain-lain. Hindari penggunaan buzzer dan robot. Karena hanya bikin trending doang tapi enggak ke mana-mana,” pesan Ismail.

Link: https://www.antaranews.com/berita/2172998/bpip-konten-positif-redam-ujaran-kebencian

Ahli Ungkap Sumber Foto Rumah Mewah yang Dituduhkan ke Anies

Jakarta, CNN Indonesia — 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali jadi perbincangan netizen usai dituding mendapat rumah mewah dan tersebar di media sosial beberapa waktu lalu.

Anies sendiri sudah meminta pihak yang menuduhnya mendapat rumah mewah dari pengembang reklamasi untuk membuktikan tudingannya.

Pendiri Drone Emprit and Media Kernels, Ismail Fahmi mengungkapkan beberapa langkah untuk mengecek sumber foto rumah yang dijual secara online. Hal ini juga bisa diaplikasikan terhadap foto rumah yang dituduh telah diberikan untuk mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Joko Widodo itu.

Lewat akun twitter pribadi @ismailfahmi Senin (24/5), ia mengungkapkan ada lima langkah atau tutorial cara mengetahui sumber foto:

– install extension Reverse Image search
– klik kanan foto yg mau dicek, pilih All Search Engine
– lihat Tab Yandex, lihat daftar gambar yg mirip
– ketemu sumber aslinya: dari https://Rumahdijual.com

Tutorial cara mengetahui sumber foto:

– install extension Reverse Image search
– klik kanan foto yg mau dicek, pilih All Search Engine
– lihat Tab Yandex, lihat daftar gambar yg mirip
– ketemu sumber aslinya: dari https://t.co/xQDFRvkJEz

Semoga bermanfaat. https://t.co/Umfn1lpDSj pic.twitter.com/aPIjNoY692— Ismail Fahmi (@ismailfahmi) May 22, 2021

Selain itu Ismail juga membeberkan cara untuk mengetahui sumber video yang beredar online.

Saya pake tool “Search by Image” apps (ada di Android dan IOS). App ini memggunakan Google, Yandex, dan Bing sbg search enginenya,” kicau Ismail.

Adapun langkah untuk mengetahui sumber video:

1. Bikin file screenshot video

2. Buka situs https://Yandex.com

2. Upload file screenshot

3. Pilih “Similar images”

4. Cek Sumber Asli

5. Fact Checked

1. Bikin file screenshot video

Pilih frame yang cukup unik dari video target, lalu screenshot, simpen di file.

Misal ada frame orang bawa payung, atau ada tiang bendera di tengah kerumunan. Semakin unik, semakin baik. pic.twitter.com/Lhv1QoUQYO— Ismail Fahmi (@ismailfahmi) May 20, 2020

Lihat juga:Pakar Ungkap Pro Kontra Warganet RI di Kasus Palestina Israel

Diketahui, berdasarkan postingan yang beredar di media sosial terlihat rumah mewah yang dikaitkan dengan Anies tersebut berlantai dua.

Rumah ini bercat putih dengan ornamen berwarna emas dan pagar hitam. Rumah itu disebut berada di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun sudah buka suara terkait kabar itu. Ia membantah Anies menerima rumah mewah dari pengembang reklamasi.

“Tidak mungkin Pak Anies atau pejabat lainnya menerima sesuatu dari pengembang. Setiap pejabat itu kan disumpah jabatannya,” kata Riza kepada CNNIndonesia.com, Minggu (23/5).

Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210524131607-185-646219/ahli-ungkap-sumber-foto-rumah-mewah-yang-dituduhkan-ke-anies

Cuma Dapat Dua Bintang, Rating Facebook Makin Anjlok di Play Store

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kebijakan Facebook yang membatasi dan menghapus konten yang berkaitan dengan isu Zionis dan keyword Israel berbuntut panjang dalam penilaian di Play Store.

Sebagai platform media sosial yang digunakan ratusan juta pengguna, ulasan dan rating yang bagus sangat penting bagi Facebook.

Namun, sejak pihak Facebook banyak menghapus unggahan terkait gejolak Israel-Palestina, membuat reaksi negatif penggunanya yang menjadi bumerang.

Kini, rating aplikasi Facebook di Play Store mendadak anjlok.

Pengunjuk rasa mengikuti aksi dengan membawa poster kecaman terhadap Israel dan dukungan terhadap Palestina di depan Gedung Kedubes Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Selasa (18/5/2021). Aksi yang diikuti berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat tersebut untuk mengutuk penyerangan Israel ke Palestina yang telah menyebabkan ratusan korban jiwa. Tribunnews/Herudin
Pengunjuk rasa mengikuti aksi dengan membawa poster kecaman terhadap Israel dan dukungan terhadap Palestina di depan Gedung Kedubes Amerika Serikat, Jakarta Pusat, Selasa (18/5/2021). Aksi yang diikuti berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat tersebut untuk mengutuk penyerangan Israel ke Palestina yang telah menyebabkan ratusan korban jiwa. Tribunnews/Herudin (Tribunnews/Herudin)

Semula bertahan di 5 Bintang, kini hanya mendapat rating 2 bintang atau tepatnya 2.7 hingga Rabu (19/5/2021) pagi ini.

Tidak hanya itu, kolom komentar pun mendadak dibanjiri rasa kekecewaan dan ungkapan keras soal kebijakan dan keamanan Facebook yang dinilai para pengguna tidak adil.

Banyak pengguna yang menuliskan ulasan bernada tendensius terkait pembatasan konten yang terunggah di platform itu soal konflik Israel-Palestina.

Hingga kini, ribuan komentar ulasan Facebook di Play Store masih dipenuhi oleh pengguna yang merasa kecewa dengan kebijakan pembatasan konten berkaitan Palestina di aplikasi itu.

Praktisi media sosial dan pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi juga sempat melontarkan kekecewaan terkait adanya fitur autolike pada sebuah laman pro Zionis.

Laman tersebut diketahui Jewish Prayer Team, sebuah komunitas zionis pro Israel yang memiliki fitur autolike bagi setiap pengguna yang membuka laman itu tanpa ada konfirmasi dulu kepada penggunanya.

Aku ndak pernah klik “Like”, tetapi kenapa pas buka group JPT ini, otomatis sudah “Liked”? Coba punya anda cek, terus lihat bagian tombol Like,” tulis Ismail Fahmi di akun Twitternya beberapa hari lalu.



Link: https://www.tribunnews.com/techno/2021/05/19/cuma-dapat-dua-bintang-rating-facebook-makin-anjlok-di-play-store.


Arahan Jokowi soal TWK KPK Bangkitkan Pro-Kontra Netizen

Jakarta, CNN Indonesia — 

Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait readyviewed pemberhentian 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menarik reaksi netizen di dunia maya. Peta percakapan netizen membahas Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) KPK mengalami perubahan.

Bahkan Jokowi dinilai berhasil masuk dan menjadi jembatan antara pihak pro dan kontra TWK KPK.

Fakta tersebut berhasil ditangkap pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia Ismail Fahmi. Ia menyampaikan Jokowi sukses mengubah peta percakapan setelah Sekretariat Negara merilis video pernyataan Jokowi yang intinya menolak TWK KPK pada Senin (17/5) pukul 15.00 WIB.

Setelahnya akun resmi Jokowi turut membuat cuitan yang intinya masih sama sekitar pukul 15.39 WIB.

“Selanjutnya pernyataan tersebut diunggah di Twitter pada pukul 5:39 sore dengan 3 cuitan, yang intinya sama dengan pernyataan sebelumnya dalam rilis video,” kata Ismail dalam sebuah cuitan pada akun resmi Twitter miliknya dikutip Selasa (18/5).

Ia menjelaskan sebelum pernyataan dirilis hanya ada dua kluster yakni pro dan kontra TWK KPK. Influencer yang dianggap paling kontra, yakni akun @febridiansyah, sementara dari sisi media akun Tempo.

“Hingga pukul 3 sore, memperlihatkan ada 2 cluster yang Pro TWK dan yang Kontra TWK paling besar,” ucap dia.

“Setelah pernyataan Jokowi dirilis di Twitter, peta SNA (social network analysis) berubah. Di antara cluster Pro dan Kontra, terdapat akun Jokowi yang berperan sebagai jembatan atau “bridge. Dari pola interaksi, akun netral dan Kontra TWI yang paling banyak merespons,” katanya lagi.

Menurut Ismail Jokowi berhasil membuat harapan baru melalui pernyataannya.

“Sub network (ego-network) yang berpusat pada akun Jokowi memperlihatkan link dengan akun Febri Diansyah, top influencer Kontra TWK. Responsenya berupa “hope” agar pemberhentian 75 pegawai bisa dibatalkan dengan dukungan pernyataan ini,” tutup Ismail.(ryh/mik)

Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210518073520-192-643602/arahan-jokowi-soal-twk-kpk-bangkitkan-pro-kontra-netizen

Drone Emprit: Kata ‘Palestina’ di Twitter Naik Pesat Sejak 11 Mei

Yogyakarta, IDN Times – Perbincangan tentang konflik panjang antara Palestina-Israel belakangan ini kembali memanas. Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit menganalisis peta percakapan publik dengan kata kunci “Palestina” di Twitter Indonesia, Selasa (18/5/2021).

Hasilnya beragam, salah satunya sejak 11-18 Mei 2021 terdapat lebih dari 248 ribu mentions Twitter yang menggunakan kata kunci “Palestina”.

“Tren naik pesat sejak 11 Mei 2021 hingga sekarang. Dalam periode ini minimal ada 248k mention,” kata Ismail Fahmi dikutip dari akun Twitternya @ismailfahmi.

1. Mayoritas narasi warganet mendukung Palestina melawan Israel

Drone Emprit: Kata 'Palestina' di Twitter Naik Pesat Sejak 11 MeiSocial Network Analysis kata ‘Palestina’ di Twitter Indonesia oleh Drone Emprit (twitter.com/ismailfahmi)

Drone Emprit menganalisis dari beberapa sisi. Pertama, jika dilihat menggunakan social network analysis (SNA), sejak 7-16 Mei 2021, warganet yang menyebut kata “Palestina” membentuk peta SNA yang memperlihatkan klaster besar gabungan dari warganet pro oposisi dan umum (netral). Sedangkan klaster pro pemerintah sangat kecil.

Kedua, terdapat lima akun yang mendapat engagements paling banyak, yakni dua akun dari pro oposisi (@MCAOps, @maspiyuaja) dan tiga dari umum (@catchmeupid, @hidcom, @solehsolihun).

Kemudian, di dalam twit yang paling banyak di-retweet menunjukkan satu narasi besar, yakni mayoritas mendukung Palestina melawan Israel. Selain itu, banyak yang melihat krisis ini bukan soal agama, melainkan pendudukan dan perampasan oleh Israel.

2. Topik yang diangkat akun pro pemerintah cukup beragam, tidak sekadar tentang dukung Palestina

LANJUTKAN MEMBACA ARTIKEL DI BAWAH

Drone Emprit: Kata 'Palestina' di Twitter Naik Pesat Sejak 11 MeiIlustrasi Palestina di Google Map (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara itu, narasi yang disampaikan akun pro pemerintah beragam. Misalnya sebagai berikut: @AltoLuger mengangkat topik tentang Hamas; @TeddyGusnaidi@budimandjatmiko dan @sahaL_AS membahas bahwa konflik ini bukan perang agama.

Kemudian @eko_kuntadhi mendukung #FreePalestine; dan @datuakrajoangek dan @FerdinandHaean3 cenderung menyinggung kelompok lain.

3. Twit dari akun resmi pemerintah justru banyak direspons akun non-pemerintah

Drone Emprit: Kata 'Palestina' di Twitter Naik Pesat Sejak 11 MeiMenlu Retno Marsudi ketika menerima kunjungan Menlu Mike Pompeo di kantor Kemlu (Dokumentasi Kemlu)

Drone Emprit mendapatkan temuan menarik, yaitu akun resmi pemerintah lebih banyak diamplifikasi atau diperbesar oleh klaster akun-akun non-pemerintah, bukan sebaliknya. 

Misalnya, narasi oleh beberapa akun resmi pemerintah bermunculan, seperti @setkabgoid yang menyebut Presiden Jokowi meminta agresi Israel dihentikan. Kemudian @Kemlu_RI dan @Menlu_RI yang mengecam meluasnya ketegangan di Gaza.

Sementara itu, akun resmi pemerintah yang paling banyak diamplifikasi oleh akun pro pemerintah adalah akun @Kemenag_RI. Meskipun masih diamplifikasi oleh klaster lainnya.

Link: https://www.idntimes.com/news/indonesia/yogama-wisnu/drone-emprit-kata-palestina-di-twitter-naik-pesat-sejak-11-mei/3

Heboh Pengguna Facebook Auto-Like Fanpage Mendukung Yahudi di Yerusalem

Media sosial Twitter sedang ramai membahas sejumlah pengguna Facebook yang secara otomatis mengikuti atau like sebuah fanpage bernama “Jerusalem Prayer Team” yang memberi dukungan untuk orang Yahudi di Yerusalem.

Padahal, para pengguna Facebook ini tidak pernah memberi like maupun membuka grup tersebut.Dalam deskripsi halaman Jerusalem Prayer Team, mereka punya misi membangun Friends of Zion untuk menjaga, membela, melindungi orang-orang Yahudi dan berdoa untuk perdamaian Yerusalem. Halaman ini telah mendapatkan 76,2 juta like.

Fanpage yang dibuat pada 14 Januari 2010 itu juga digunakan untuk mempromosikan video propaganda untuk membenarkan konflik saat ini dan pengusiran terhadap orang-orang Palestina.

Heboh Pengguna Facebook Auto-Like Fanpage Mendukung Yahudi di Yerusalem (1)
Halaman Jerusalem Prayer Team saat ini telah mendapatkan 76,2 juta like. Foto: Dok. Ismail Fahmi

Permasalahan muncul ketika banyak pengguna Facebook yang tidak sadar telah memberikan like pada halaman Jerusalem Prayer Team, padahal mereka tak pernah diminta izin, membuka, dan bahkan mengetahui grup tersebut.

Hal ini menimbulkan tuduhan bahwa Facebook telah mengizinkan pengguna secara otomatis bergabung, tanpa persetujuan.

Pakar media sosial dari Drone Emprit dan Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, menjadi salah satu pengguna Facebook yang tiba-tiba memberikan like pada halaman Jerusalem Prayer Team, tanpa sepengetahuannya. Ia tahu bahwa akun Facebook-nya memberikan like, saat membuka halaman tersebut.”Iya tidak pernah like, dan tampak di teman saya bahwa saya nge-like,” jelasnya saat dihubungi kumparanTECH, Sabtu (15/5).

Ismail meminta pengguna Facebook lainnya memeriksa apakah akun mereka secara tak sengaja like halaman Jerusalem Prayer Team atau tidak. Jika orang mengunjungi halaman tersebut, mereka dapat melihat sebagian besar teman dan keluarganya sudah masuk dalam daftar orang yang menyukai halaman ini. Kemungkinan besar mereka semua tidak pernah memberikan persetujuan untuk menyukai halaman tersebut.

Tidak hanya Ismail, seorang aktivis muslim dari Fraternity Movement National Secretariat di India, Sharjeel Usmani, juga mengalami hal yang sama. Usmani mengumumkan bahwa akun Facebook miliknya secara tiba-tiba memberikan like pada Jerusalem Prayer Team

.kumparanTECH sudah menghubungi juru bicara Facebook untuk minta keterangan soal kehebohan tersebut, namun, sampai saat ini belum ada keterangan yang diberikan.

Facebook sempat sensor Masjid Al Aqsa di Instagram

Sebelumnya, Facebook pernah ambil kebijakan di Instagram untuk mencabut dan membatasi seluruh unggahan berisi gambar dan video Masjid Al Aqsa di Yerusalem, karena dicap sebagai konten yang mengandung aksi teroris.

Dalam laporan The Verge, pembatasan unggahan tentang Masjid Al Aqsa tersebut sebagai ‘enforcement errors‘ atau imbas kebijakan yang ada. Dari klarifikasi Facebook, kata Al Aqsa (dalam bahasa Arab) merujuk kepada sebuah lokasi, namun kata yang sama juga menunjuk nama-nama beberapa organisasi yang dibatasi di platform itu.

“Bagaimanapun juga, kebijakan ini (mencabut dan membatasi unggahan tentang Majid Al Aqsa) tidak seharusnya dan bukanlah pelanggaran di platform kami,” tertulis pernyataan Facebook.

Facebook akhirnya memperbarui panduan kebijakannya. Mereka mencabut kata atau istilah Al-Aqsa dari daftar moderasi Instagram. Kata itu digantikan dengan deskripsi lebih detail dari organisasi yang mendapat sanksi.

Link: https://kumparan.com/kumparantech/heboh-pengguna-facebook-auto-like-fanpage-mendukung-yahudi-di-yerusalem-1vkRtc232ZF/full

Soal 75 Pegawai KPK, Drone Emprit: Jokowi Paling Diasosiasikan Lemahkan KPK

TEMPO.CO, Jakarta – Analisis Drone Emprit menunjukkan Presiden Joko Widodo dianggap yang paling bertanggung jawab terhadap dinonaktifkannya 75 pegawai KPK. Kesimpulan itu didapat dari analisis di Twitter pada 11-12 Mei 2021.

“Isu KPK dalam dua hari ini memiliki asosiasi terbesar dengan Presiden Jokowi dibandingkan dengan Firli Bahuri sebagai Ketua KPK,” kata Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit, lewat akun Twitternya, Rabu, 12 Mei 2021. Fahmi mengizinkan cuitannya dikutip.

Fahmi mengatakan narasi yang terbangun dalam konteks percakapan mengenai Jokowi dan pegawai KPK cenderung negatif. Jokowi, kata dia, dianggap paling bertanggung jawab atas pelemahan komisi antirasuah. Ismail mengatakan isu pelemahan KPK paling besar diasosiasikan dengan Presiden Jokowi sebanyak 64 persen.

Dia melanjutkan narasi yang sering muncul adalah Presiden Jokowi terlibat dalam kebijakan perihal KPK, mengajukan calon tunggal Ketua KPK, menetapkan status kepegawaian ASN yang kemudian dimanfaatkan dalam Tes Wawasan Kebangsaan untuk memilih pegawai KPK.

Setelah Jokowi, tokoh kedua yang paling sering dikaitkan dengan penonaktifan 75 pegawai KPK adalah Gubernur DKI Anies Baswedan, yaitu sebanyak 17 persen. Cuitan yang mengaitkan Anies, kata dia, kebanyakan digaungkan oleh akun yang mendukung pelaksanaan TWK. Narasi yang muncul di antaranya Novel Baswedan dkk sebagai penghambat pemeriksaan Anies. Sementara, narasi yang muncul untuk membantah pernyataan itu adalah Firli sebagai Ketua KPK berupaya untuk melindungi Jokowi dan kroninya.

Tokoh ketiga yang terasosiasi dengan isu penonaktifan 75 pegawai KPK adalah Firli Bahuri. Jumlahnya relatif sama dengan Anies yaitu 17 persen. Narasi yang muncul di antaranya, Firli memiliki catatan merah, TWK inisiatif Firli dan dugaan dendam pribadi Firli dengan Novel Baswedan dkk.

Link: https://nasional.tempo.co/read/1461921/soal-75-pegawai-kpk-drone-emprit-jokowi-paling-diasosiasikan-lemahkan-kpk/full&view=ok

Kemendagri Soroti Fenomena Fotokopi KTP Jadi Bungkus Gorengan

Jakarta, CNN Indonesia — 

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan kepada berbagai instansi untuk menggunakan mesin pembaca e-KTP atau card reader alih-alih mensyaratkan fotokopi dokumen kependudukan.

Pernyataan itu menyusul unggahan viral fotokopi KTP dijadikan bungkus gorengan.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh berkata e-KTP sebenarnya tak perlu lagi difotokopi. Ia menyebut kartu itu dilengkapi chip yang menyimpan data kependudukan.

“Gunakan card reader atau bagi instansi yang belum bekerja sama segera mengajukan permohonan pemanfaatan data kependudukan kepada Dinas Dukcapil terdekat,” kata Zudan dalam keterangan tertulis, Selasa (11/5).

Zudan menyarankan agar warga berhati-hati jika terpaksa memfotokopi e-KTP dan memastikan tidak ada yang tercecer.

Dia juga meminta setiap instansi yang mensyaratkan fotokopi e-KTP agar bertanggung jawab dengan dokumen tersebut dan melakukan pemusnahan fotokopinya secara berkala.

Menurutnya, salinan e-KTP mengandung data pribadi warga yang harus dilindungi.

“Kepada lembaga atau instansi yang menggunakan fotokopi dokumen kependudukan seperti KTP-el ataupun Kartu Keluarga sebagai persyaratan pelayanan, agar segera dimusnahkan dengan mesin penghancur dokumen bila tidak terpakai lagi,” ujarnya.

Zudan menyebut sebaiknya arsip fotokopi e-KTP diubah ke bentuk digital.

“Untuk berkas manual, saya minta agar dikonversikan ke dalam bentuk digital sebelum dimusnahkan. Untuk memusnahkannya, bentuk tim dan buat berita acaranya,” ucap Zudan.

Masalah fotokopi e-KTP jadi sorotan warganet dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, e-KTP pernah jadi trending topic di Twitter usai warganet ramai-ramai mengeluhkan birokrasi yang masih menuntut fotokopi e-KTP.

Cuitan terbaru yang ramai diperbincangkan berasal dari akun Twitter milik Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi. Fahmi mengunggah foto bungkus gorengan yang terbuat dari fotokopi e-KTP.

“Buat yang fotokopi KK dan/atau EKTP, pastikan tidak ada extra copy seperti ini,” cuit Fahmi sembari menambahkan emoji tertawa di akun @ismailfahmi.

Buat yang fotokopi KK dan/atau EKTP, pastikan tidak ada extra copy seperti ini. 🤣 pic.twitter.com/8Z3FOadeyt— Ismail Fahmi (@ismailfahmi) May 8, 2021

Link:https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210511125028-20-641365/kemendagri-soroti-fenomena-fotokopi-ktp-jadi-bungkus-gorengan

Drone Emprit: Heboh Bipang Ambawang Kalahkan Isu TWK Pegawai KPK

TEMPO.CO, Jakarta – Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi mengatakan viralnya video Presiden Joko Widodo menyinggung bipang Ambawang mengalahkan isu lainnya di jagat Twitter. Salah satu isu itu adalah tes wawasan kebangsaan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Saya kira cerdas dan brilian yang bikin naskahnya,” kata dia seperti dikutip dari cuitannya di Twitter, Sabtu, 8 Mei 2021. Ismail telah mengizinkan cuitannya itu dikutip.

Ismail melanjutkan babi panggang atau bipang menjadi terkenal meski di bulan Ramadan. Dia mengatakan hal itu sebagai cara mudah untuk membuat suatu isu menjadi viral, yaitu lewat topik kontroversial.

Dia menduga pekan depan publik sudah lupa dengan polemik ini. “Cara mudah bikin viral ya lewat topik kontroversial. Dan paling minggu depan publik juga sudah lupa. Ada isu lain lagi,” kata dia.

Menurut data yang dijabarkan Ismail dalam cuitan yang diunggahnya 8 jam lalu, terlihat bahwa pada hari ini topik mengenai isu wawasan kebangsaan dimention di atas 5.757 kali. Sementara topik bipang sudah dimention sebanyak 9.606 kali.

Saat dihubungi, Ismail mengatakan tidak mengambil kesimpulan bahwa bipang merupakan pengalihan isu dari TWK pegawai KPK. Dia mengatakan bipang merupakan ide pemerintah yang lupa dengan konteks Ramadan. “Kebetulan ada isu KPK, jadi publik terbelokkan,” ujarnya.

Bipang merupakan makanan berbahan daging babi muda. Makanan itu adalah oleh-oleh khas dari Pontianak. Dalam pidatonya, presiden mengimbau masyarakat yang tak bisa pulang kampung tapi ingin jajanan khas daerah, untuk belanja online. Dalam imbauan itu presiden menyebut nama bipang ambawang Kalimantan.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi  mengklarifikasi pernyataan Presiden Jokowi soal bipang ambawang. “Berkaitan dengan pernyataan mengenai Bipang Ambawang, kita harus melihat dalam konteks secara keseluruhan. Pernyataan Bapak Presiden ada dalam video yang mengajak masyarakat Indonesia untuk mencintai dan membeli produk lokal,” ujar Lutfi lewat keterangan video, Sabtu, 8 Mei 2021.

Ia menjelaskan, pernyataan Jokowi yang menyinggung bipang Ambawang ditujukan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang terdiri dari beragam suku agama dan budaya kuliner Nusantara dari berbagai daerah. Pidato itu disampaikan dalam video rangka peringatan Hari Bangga Buatan Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan.

Link: https://nasional.tempo.co/read/1460717/drone-emprit-heboh-bipang-ambawang-kalahkan-isu-twk-pegawai-kpk/full&view=ok

Media Sosial Universitas di Indonesia Jarang Membahas Soal Keilmuan

law-justice.co – Riset terbaru yang di release dan dipresentasikannya pada acara soft-launching Website baru @univ_indonesia bersama civitas academica UI pada 3 Mei 2021. Riset tersebut salah satunya membahas bagaimana keaktifan tiga perguruan tinggi terbesar di Indonesia dalam menggunakan media sosial untuk membangun jejaring dan narasi tentang ilmu pengetahuan.

Pengembang aplikasi Drone Emprit, Ismasil Fahmi mengungkap akun media sosial universitas atau perguruan tinggi di Indonesia masih jarang digunakan untuk membangun narasi keilmuan. Kondisi ini berbeda dengan akun-akun media sosial universitas di luar negeri seperti Amerika yang aktif bicara soal keilmuan.

seperti diketahui aplikasi Drone Emprit yang merupakan sebuah sistem berfungsi memonitor dan menganalisa media sosial berbasis big data. Sosok Fahmi telah Menjelajah dunia sains hingga kuliah S-2 dan S-3 di Belanda.

Sasaran peneliatian adalah Perguruan tinggi terbesar di Indonesia tersebut yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), dan Universitas Indonesia (UI).

Dalam unggahan Twitternya, Fahmi menganalisis keyword pada akun resmi masing masing perguruan tinggi tersebut. Ia ingin melihat bagaimana perguruan tinggi berinteraksi dengan civitas, alumni, industri, dan publik di media sosial.


Analisis tersebut dilakukan dalam periode 3 tahun. Pada aplikasi Drone Emprit telah menyimpan data sejak pertengahan 2017, di mana analisis tersebut dimulai pada 1 Januari 2018 hingga 2 Mei 2021.

Pada thread Twitter yang diunggah Fahmi tersebut, ia menjelaskan hal terpenting yang dilihat dari akun resmi perguruan tinggi yaitu bagaimana mereka membahas narasi pada sosial medianya terutama pada narasi keilmuan.

Pada perguruan tinggi terbesar di Indonesia, tidak banyak ditemukan tagar yang berkaitan dengan fokus keilmuannya. Justru sebaliknya, banyak ditemukan tagar dari luar khususnya terkait politik, yang memanfaatkan atau menarik ketiga perguruan tinggi ini.

Misalnya terkait @itbofficial terdapat tagar #TanyaFADJROEL, #HTIOrmasTerlarang, #01IndonesiaMaju, #TurunkanSuharto, dll.

Pada akun resmi Universitas Gajah Mada @UGMYogyakarta ditemukan banyak tagar protes dari mahasiswa, seperti #ShameUGM, #UGMBohongLagi, #bukanPANUTanku, #UGMDaruratKekerasanSeksual, dll.

Sedangkan untuk akun resmi Universitas Indonesia @univ_indonesia ada tagar #01IndonesiaMaju, #ILCHoaxBasmiUUTerorisme, #IndonesiaCallsObservers, #TangkapAdeArmando, #BasmiBuzzerRadikal, dll. Sedikit sekali ditemukan tagar terkait keilmuan dari ketiga perguruan tinggi terbesar di Indonesia ini.

Social Network Analysis (SNA) atau analisis jaringan sosial pada tiga perguruan tinggi di Indonesia yakni ITB, UGM, UI. Terlihat ketiga akun universitas tersebut saling berdekatan dan dihubungkan oleh follower yang merupakan irisan ketiganya. Akan tetapi selain cluster atau kelompoK dari universitas tersebut, terdapat dua cluster besar di luar itu, yaitu kelompok pro dan kontra pemerintah.

Pada dua cluster tersebut, memperlihatkan cukup besarnya pengaruh mereka dalam percakapan terkait ketiga perguruan tinggi ini. Artinya, narasi topik di luar keilmuan yang menjadi foKus pada perguruan tinggi juga akan besar.

Fahmi memaparkan civitas dari ketiga perguruan tinggi terbesar di Indonesia dalam membahas narasi keilmuan dan besarnya cluster pro-kontra termasuk minim. Akibatnya, tagar terkait keilmuan bukan menjadi yang dominan yang seharusnya menjadi keunggulan bidang perguruan tinggi.

“Isu terkini terkait riset dan inovasi di Indonesia, dimana perguruan tinggi dan civitasnya sudah seharusnya punya pemikiran dan concern besar, yaitu tentang BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) yang menuai banyak kritikan,” tutur Fahmi dalam unggahannya.

Dari data seminggu terakhir, peta SNA BRIN memperlihatkan sebuah cluster besar dari kalangan kontra Pemerintah dan cluster sedang pro pemerintah. Selain itu ada dari akademisi yang diwakili oleh satu cluster kecil yakni @yanuarnugroho. Meskipun ia banyak dikritik, akan tetapi sulit menemukan akademisi yang bersuara terkait narasi keilmuan.

Lanjut penjelasan Fahmi dalam cuwitan Twitternya, di Indonesia, perguruan tinggi dan civitas di Indonesia belum aktif dalam memanfaatkan media sosial untuk tujuan terkait Science, Technology, Engineering, and Mathematics atau STEM. Sangat sedikit civitas yang aktif, berani, dan bisa menyampaikan pemikirannya di ruang publik media sosial.

Minimnya percakapan yang melibatkan universitas dari kalangan civitas, membuat pengaruh polarisasi politik selama dan setelah pilpres menyeret universitas menjadi tampak kuat.

Kehebatan Aplikasi Drone Emprit
Aplikasi tersebut ia kembangkan sejak 2009 ketika masih studi S-3 di Universitas Groningen, Belanda. Drone Emprit menggunakan keahlian artificial intelligence (AI) dan natural learning process (NLP).

Sehingga menyajikan peta analisis media sosial tentang bagaimana sumber hoaks berasal, menyebar, siapa pendengung pertama, dan siapa groupnya. Sehingga, keberadaan Drone Emprit bermanfaat di tengah semakin kencang arus informasi di dunia digital.

Tidak mudah termakan propaganda atau hoaks

Karena itu, Ismail bersama Drone Emprit berusaha agar masyarakat tidak mudah termakan propaganda atau hoaks berasal dari buzzer atau influencer di media sosial. Dia senantiasa ingin mengingatkan publik tentang adanya cyber troop dan computational propaganda yang mungkin bertujuan memanipulasi opini mereka.

Mengingat semakin pentingnya peran media sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia pada generasi Y dan Z. Maka perlu semakin aktif keterlibatan universitas dan civitas academicanya dalam berjejaring dan menyebarkan pemikiran, riset, dan karya mereka di platform media sosial.(Patia\Editor)

Link: https://www.law-justice.co/artikel/108184/media-sosial-universitas-di-indonesia-jarang-membahas-soal-keilmuan/