Ahli Soroti Klaster Pro Kontra Jokowi di Twitter

Jakarta, CNN Indonesia — 

Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi menyatakan klaster akun Twitter yang kontra terhadap Presiden Joko Widodo semakin besar. Hal itu terjadi sejak UU Omnibus Law Cipta Kerja disahkan.

“Sejak Omnibus Law disahkan (3-10 Oktober), klaster Pro Jokowi tampak jauh lebih kecil dibandingkan klaster Kontra,” ujar Ismail lewat akun Twitter, Selasa (10/11).

Ismail menuturkan analisis DE memperlihatkan bahwa akun yang meretweet postingan akun @Jokowi juga tidak sebesar sebelumnya. Padahal, akun yang meretweet postingan akun Jokowi masih sangat besar pada bulan Januari hingga Juli 2020 atau saat Covid-19.

Lebih lanjut, Ismail membeberkan akun yang biasa meretweet akun @Jokowi diketahui bergeser ke tengah di antara klaster pro dan kontra. Analisis DE juga melihat bahwa akun klaster kontra banyak meretweet postingan @Jokowi.

“Bukan karena setuju, tapi lebih banyak sebagai bentuk penolakan dan kritikan,” ujarnya.

Dalam analisisnya, Ismail menyampaikan bahwa beberapa akun influensial yang sebelumnya ada dalam klaster pro Jokowi juga mengalami pergeseran. Akin itu tampak bergeser ke klaster kontra Jokowi.

“Dari narasinya, berisi kritikan yang disukai dan di-retweet oleh akun-akun di klaster kontra. Sehingga posisinya bergeser dari klaster pro ke kontra,” ujar Ismail.


Tren Percakapan

Ismail menyampaikan bahwa tren percakapan UU Ciptaker naik pesat setelah disahkan oleh DPR, DPD, dan pemerintah. Percakapan itu dimotori oleh narasi dari akademisi, LSM, dan aktivis.

Sedangkan K-popers yang tadinya tidak paha, kata dia turut membaca masalah RUU Ciptaker. Setelah paham, dia berkata mereka dalam waktu singkat bersatu mengangkat tagar #MosiTidakPercaya dan tagar-tagar lain.

“Sehingga menjadi trending topic dunia,” ujar Ismail.

Dia menambahkan akademisi, BEM, aktivis, LSM, media, oposisi, dan K-popers membentuk sebuah klaster besar. Dia menyebut mereka saling berinteraksi dalam satu jaringan.

“UU Omnibus Law ini telah menjadi perhatian publik non partisan. Bahkan oposisi bukan yang paling dominan seperti biasa,” ujarnya.

Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201110135225-185-568055/ahli-soroti-klaster-pro-kontra-jokowi-di-twitter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s