Jadi Gubernur Paling Tidak Disukai di Media Sosial, Anies Baswedan: Hari Ini Dipuji, Besok Enggak

TRIBUNKALTIM.CO – Hasil survei menyebutkan, Anies Baswedan adalah Gubernur paling populer namun paling tidak disukai di medsos ( media sosial ) , begini reaksi Mantan Mendikbud di kabinet Jokowi-JK 

Hasil survei Drone Emprit  menyebutkan Anies Baswedan adalah Gubernur yang paling populer namun tidak disukai di media sosial.

Lantas bagaimana tanggapan Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud ) di kabinet Jokowi – Jusuf Kalla?

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan buka suara terkait survei yang menyebut dirinya menjadi Gubernur paling tidak disukai di media sosial.

Dilansir TribunWow.com, Sabtu (4/7/2020), hal tersebut tampak dalam acara Zoom-In tvOne.

Dalam survei yang dilakukan peneliti sosial Drone Emprit Ismail Fahmi, Anies Baswedan menjadi Gubernur paling populer, namun tidak disukai.https://www.youtube.com/embed/iatS9cqiBnA

“Gubernur paling populer se sosial media versi analisa Sosmed, tapi paling tidak disukai,” kata presenter pada Anies.

Mendengar pernyataan tersebut, Anies mengaku tak masalah.

Menurutnya yang lebih penting adalah kinerjanya di dunia nyata.

“Gini, kalau saya ini merasa lebih penting yang dunia nyata, yang nyatanya dirasakan masyarakat,” kata Anies.

Ia lantas mencontohkan kinerjanya mengatasi covid-19.

Ia merasa penyebaran covid-19 di Jakarta cukup terkendali.

“Covid misalnya. Maka di dunia nyata apakah terkendali pasiennya bisa disembukan apa tidak, nyata lebih penting.”

“Karena kalau di sosial media ya tahu sendiri, hari ini dipuji besok enggak,” ungkapnya.

Menurut Aniessurvei di sosial media itu hanya bersifat sementara.

Terkadang dirinya dipuji, kadang pula dirinya dikritik.

“Enggak  apa-apa.

Karena buat saya angka-angka survei itu potret satu waktu, maka saya mengerjakan amanat melindungi warga itu malah tidak satu hari, tapi minggu, bulan,” katanya.

Ia lalu mengungkit kembali bagaimana dirinya mengatasi covid-19 di awal-awal pandemi tersebut masuk Indonesia.

Awalnya dirinya terus mendapat kritikan atas kinerjanya itu.

Namun, kini justru berubah.

“Coba ingat-ingat dulu ketika bulan Maret ketika kita memutuskan wah itu dikritik, dibully, dibilang berlebihan dan lain, lain, macem-macem sekali.”

“Kalau saat itu saya dites popularitas ya jeblok, sekarang tiga bulan kemudian rupanya angka penularan terbesar jadi bulan Maret,” katanya.

Sehingga, Gubernur 50 tahun ini menegaskan sekali lagi dirinya bekerja bukan untuk meraih kepopuleran dan pujian di media sosial.

“Jadi saya itu dipilih bukan untuk mendapatkan rating tinggi di sosmed,” sambungnya.

Meski sadar dirinya tak disukai, Anies menegaskan tetap berusaha yang terbaik.

“Kalau kita bilang enggak ya aneh dong, tapi ada usaha terstruktur kemudian secara terus menerus.”

“Di sosial media luar biasa dan tidak pernah berhenti hari apapun kapanpun selalu jalan terus, selama tiga tahun ini,” kata dia. 

Dilansir TribunWow.com, dalam survey terbaru bulan Mei 2020, Anies Baswedan berada di bawah dua Gubernur lainnya, yakni Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil (RK).

Hal itu lantaran, angka elektabilitas dari Anies Baswedan turun, dan sebaliknya Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil justru naik.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia, elektabilitas Ganjar Pranowo naik sebanyak 2,7 persen dari bulan Februari 2020 yang hanya 9,1 persen menjadi 11,8 persen pada Mei 2020.

Dan sebaliknya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengalami penurunan dari 12,1 persen pada survei Februari lalu, menjadi 10,4 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Anies mengaku santai.

Terlebih dirinya juga mengaku belum memikirkan sampai sejauh itu.

Anies justru menyebut bahwa survey tersebut tidak bisa menjadi patokan untuk empat tahun ke depan.

Ia lantas mengibaratkan survey tersebut seperti meramalkan cuaca tahun 2022.

“Ini sekarang tahun berapa ya,” tanya Anies.

“Tahun 2020, ini kan nulis 2024 ngetes surveynya sekarang,” katanya.

“Itu kaya gini lho ‘ramalan cuaca tahun 2022’, lho piye itu lho,” ungkapnya.

Mendengar jawaban dari Anies, pembawa acara Wahyu Muryadi atau bisa dipanggil ‘Om Why’ mengatakan bahwa politik tentu berbeda dengan ramalan cuaca.

Menurutnya, untuk politik sudah bisa dilihat sedini mungkin.

Meski begitu, Anies tetap menganggap bahwa survey tersebut masih belum berpengaruh banyak untuk Pemilu 2020.

“Tapi kan waktunya masih lama sekali,” kata Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengaku untuk saat ini masih fokus memikirkan Jakarta.

Dan ia juga menyadari bahwa baik Ganjar maupun Ridwan Kamil juga demikian, termasuk juga para kepala daerah lainnya.

Lebih lanjut, Anies mengaku belum mau membahas terlalu jauh yang berhubungan dengan politik.

Menurutnya ada hal yang lebih penting yakni berkaitan dengan penanganan Virus Corona di Ibu Kota.

“Lha kita-kita semua ini sekarang masih fokus ngurusin wilayahnya masing-masing, saya ngurusin Jakarta, Ganjar ngurusin Jawa Tengah,” terang Anies.

“Tapi kan kemarin enggak, saya diminta-minta juga enggak mau, yang politik-politik nanti dah,” imbuhnya.

“Kira-kira gini, lha belum azan masa iqomah, salat, ada tahapannya,” pungkasnya.

Link: https://kaltim.tribunnews.com/2020/07/07/disebut-gubernur-paling-populer-tapi-tidak-disukai-di-medsos-begini-jawaban-anies-baswedan?page=all



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s