Begini Gerakan 100 Juta Masker yang Digagas Founder Drone Emprit

Calon penumpang bus TransJakarta menggunakan masker saat menunggu kedatangan bus di Halte Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 1 April 2020. Berdasarkan data Pemerintah hingga Rabu (1/4/2020) pukul 12.00 WIB, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 1.677 orang dengan jumlah pasien sembuh mencapai 103 orang dan kasus meninggal dunia mencapai 157 orang. ANTARA/Aprillio Akbar
Calon penumpang bus TransJakarta menggunakan masker saat menunggu kedatangan bus di Halte Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 1 April 2020. Berdasarkan data Pemerintah hingga Rabu (1/4/2020) pukul 12.00 WIB, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 1.677 orang dengan jumlah pasien sembuh mencapai 103 orang dan kasus meninggal dunia mencapai 157 orang. ANTARA/Aprillio Akbar

TEMPO.CO, Jakarta – Analis Drone Emprit and Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, menggagas gerakan memakai masker di akun media sosial Twitter. Gerakan itu lahir dengan tagar 100 juta masker challenge.

Ismail menceritakan, gerakan ini muncul karena kekhawatiran penyebaran Covid-19 melalui droplet, seperti percikan dari batuk, bersin, maupun air liur pada orang yang berbicara.

Selain itu, Ismail mendapati mahalnya harga masker bedah dan N95, serta stoknya yang terbatas. Ia pernah membeli kedua jenis masker tersebut dengan harga puluhan juta untuk disumbangkan ke rumah sakit.

“Saya dapat 5 boks N95 dan 20 boks masker bedah, harganya bisa beli motor, Rp 21 juta,” kata Ismail kepada Tempo, Senin, 6 April 2020.

Ismail mengatakan, masker jenis tersebut menjadi langka karena banyak dibeli dan dipakai oleh masyarakat umum. Padahal penggunaannya diprioritaskan bagi petugas kesehatan. Kemudian tercetus ide agar masyarakat bisa menggunakan masker tetapi dari bahan yang bisa dibuat dari rumah, yaitu masker berbahan kain.

Pada 21 Maret 2020, Ismail pun mencuit sebuah utas cara mengatasi kelangkaan masker. “Di semua negara, masker langka. Thread ini buat para ibu rumah tangga yang suka njahit, dan para tukang jahit. Tukang Jahit Bergerak,” cuitnya.

Ismail pun memaparkan kajian dari Cambridge University mengenai jenis-jenis masker. Untuk partikel virus berukuran besar, yaitu 1 mikron, masker bedah memiliki tingkat filtrasi hingga 97 persen 

Masih dari penelitian Cambridge University, Ismail memaparkan bahwa masker berbahan kain bisa menyaring 50 persen partikel virus berukuran 0,02 mikron. Misalnya, bahan kain pada lap piring memiliki filtrasi 73 persen, kain bantal 57 persen, dan bahan katun 51 persen.

Namun, bahan kain yang nyaman untuk bernafas adalah kaus berbahan katun dan kain bantal. “Jadi, dari testing di atas, antara efektivitas dan kenyamanan, para peneliti di Cambridge merekomendasikan kain yang biasa dipakai untuk cover bantal dan t-shirt katun 100 persen sebagai bahan untuk bikin masker,” kata Ismail.

Menurut Ismail, jika masker berbahan katun digandakan, maka efektivitasnya naik menjadi 71 persen. Angka tersebut bisa lebih tinggi jika diberi filtrasi tambahan berupa tisu.

Ia kemudian memberikan foto mengenai langkah-langkah membuat masker berbahan kain. Juga memberikan informasi tentang masyarakat di luar negeri yang bergotong royong membuat masker dan mengirimkannya ke rumah sakit.

Gerakannya itu pun berhasil menggerakkan masyarakat umum. Terlihat dari sejumlah cuitan masyarakat yang diunggah kembali oleh akun Ismail. Seperti @TarjoSawud_Jady yang menunjukkan foto masker hasil jahitan yang hendak dijual. Keterangan foto itu tertulis, “Secara tidak langsung gerakan bang @ismailfahmi #100JutaMaskerChallenge telah menghidupkan UMKM yang bingung di saat Corona melanda. Alhamdulillah kini sudah bisa tersenyum kembali. Semoga #Covid_19 segera reda.”

Beberapa waktu lalu, kata Ismail, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga membuat petunjuk membuat masker persis seperti yang ia tulis. “Beliau pertama kali meminta warganya bikin sendiri. Itu lima hari yang lalu sebelum BNPB,” ujarnya.

Link: https://nasional.tempo.co/read/1328351/begini-gerakan-100-juta-masker-yang-digagas-founder-drone-emprit/full&view=ok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s