Bisnis.com, JAKARTA — Video yang beredar viral di internet ternyata bisa dengan cukup mudah dicek otentisitasnya. Pencipta aplikasi Drone Emprit Ismail Fahmi dalam akun Twitternya belum lama ini menjabarkan cara yang bisa digunakan untuk mengetahui hal tersebut.
Sebagai informasi, langkah-langkah di atas dapat dilakukan baik di perangkat komputer personal (laptop atau komputer) maupun ponsel pintar.
Pertama, pengguna internet bisa membuat berkas atau file khusus untuk gambar-gambar hasil tangkapan layar atau screenshot dari video-video yang beredar viral. Pastikan gambar yang disimpan adalah hal-hal unik yang terdapat di dalam video tersebut.
Menurut Ismail, semakin unik gambar yang diambil, semakin baik proses otentifikasinya. “Misal ada frame orang bawa payung, atau ada tiang bendera di tengah kerumunan,” tulis Ismail seperti dikutip dari akun Twitternya @ismailfahmi, Kamis (21/5/2020).
Kedua, pengguna bisa membuka situs Yandex.com dan langsung mengklik menu ‘Images’. Unggah file screenshot tadi dengan cara klik ikon ‘Kamera’, kemudian klik ikon ‘Select a File’, lalu pilih berkas gambar screenshot yang sudah dibuat.
Setelahnya, situs Yandex.com akan menampilkan sumber dari frame gambar yang diunggah. Misalnya, dari frame yang diunggah, ditemukan bahwa sumbernya berasal dari Instagram.
Ketiga, pilih gambar yang sama (similiar images). Pengunggah lalu bisa melakukan perbandingan antara video asli dan video dengan frame yang sebelumnya diunggah ke Yandex.com. Jika berbeda, terus lakukan pengecekan untuk setiap frame yang disimpan dan diunggah.
Keempat, cek fakta video tersebut dengan membuat rangkuman atas penelusuran yang dilakukan dan bagikan hasil temuan ke pengguna internet lainnya. “Dengan cara ini, anda bisa cek sendiri apakah video itu hoaks, disinformasi, atau asli,” kata Ismail.
Jakarta, CNN Indonesia — Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi menyatakan konser penggalangan dana yang digelar bersama Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) lebih banyak mendapat respons negatif dari warganet.
“Konser BPIP saya lihat sepi pendukung di media sosial. Yang ada hanya satu cluster merah,” kicau Ismail lewat akun Twitter @ismailfahmi, Senin (18/5).
Konser BPIP saya lihat sepi pendukung di media sosial. Yang ada hanya satu cluster merah.
Oh iya, saya ndak tahu gimana perasaan para nakes melihat tuan dan puan tanpa masker, tanpa physical distancing, jadi contoh disaksikan jutaan mata.
Ismail menjelaskan klaster merah adalah istilah untuk komentar negatif yang disampaikan oleh waganet.
Berdasarkan identifikasi, salah satu komentar yang paling banyak di retweet terkait acara itu adalah kritik yang disampaikan oleh akun @faridgaban yang mempertanyakan Indonesia adalah negara atau yayasan. Dia berkata negara mengabaikan tugas utama membuat kebijakan publik yang benar untuk menangani wabah.
Kicauan Farid Gaban diretweet lebih dari 1.400 kali. Kemudian disusul krtikan yang disampaikan akun @ustadtengkuzul yang menyebut BPIP dikaji jutaan rupiah prestasinya membuat konser musik. Kicauan @ustadtengkuzul diretweet lebih dari seribu kali.
Lebih lanjut, Ismail juga tidak mengira acara tersebut tidak mendapat atensi dari akun besar dan influensial. Hasil identifikasi, dia mengaku hanya menemukan kicauan dari akun oposisi pemerintah Jokowi.
“Akun2 pendukung tak tampak. Beda dg konser Didi Kempot, keduanya bersatu dalam Sobat Ambyar,” kicaunya.
Di sisi lain, Ismail menyampaikan ekpresi warganet dalam bentuk hashtags terkait Konser BPIP. Sebanyak 582 menggunakan tagar #StopKonserUnfaedah; 183 tagar #PhysicalDistancing; 141 tagar #RepublikTerserah; 74 tagar #TerserahIndonesia; 28 tagar #indonesiaterserah; 23 tagar #TerserahLoeDeh; 23 tagar #bpip; dan 18 tagar #MerakyatTapiBoong.
Adapun ekspresi warganet lewat gambar, Ismail berkata tidak mendapat dukungan publik. Dia justru menemukan gambar yang pasca konser yang memperlihatkan tidak adanya jaarak sosial dan penggunaan masker.
“Konsernya sendiri malah tak mendapat engagement publik. Tak tampak gambarnya. Sebaliknya, foto bersama pasca acara konser, yg banyak dishare,” ujar Ismail.
“Saran: jika foto itu sengaja akan dishare, sebaiknya gunakan masker semua. Sebagai simbol dukungan kepada nakes (tenaga kesehatan),” ujarnya menambahkan.
Dalam postingannya, Ismail juga kembali membeberkan blunder tebesar dari konser BPIP adalah tidak adanya jarak sosial dan penggnaan masker saat acara berakhir. Dalam foto yang diungga, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Kepala BPIP Yudian Wahyudi, dan sederet artis foto berdekatan tanpa menggunakan masker.
“Jika tuan dan puan setidaknya pakai masker dan berjarak, saya yakin para nakes masih bisa senyum sedikit. Simbol respek,” kicau Ismail.
“Oh iya, saya ndak tahu gimana perasaan para nakes melihat tuan dan puan tanpa masker, tanpa physical distancing, jadi contoh disaksikan jutaan mata. Wearing a mask is a sign of respect,” ujarnya.
Lebih dari itu, Ismail sepakat dengan ide membangun goto-royong yang digaungkan oleh BPIP dalam menghadapi Covid-19. Akan tetapi, dia meminta implementasi semangat itu haru sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Implementasinya harus benar2 sesuai sains, protokol kesehatan ketat, dan harus hati2 dengan simbol dan sign kalau bentuknya adalah “pertunjukan.” Publik sudah cerdas,” kicau Ismail.
Jakarta, CNN Indonesia — Perusahaan analisis media sosial, Drone Emprit merilis hasil percakapan netizen di Twitter soal penolakan jenazah virus corona Covid-19 di beberapa daerah. Hasilnya, banyak dari mereka yang menyesalkan aksi penolakan jenazah tersebut.
DISCLAIMER
Analisis ini atas inisiatif Drone Emprit sendiri, tidak dibuat atas pesanan, ataupun dibayar oleh pihak manapun.
Siapapun boleh menggunakan data dan analisis ini untuk keperluan yang baik.
Lebih lanjut, studi Drone Emprit juga menunjukkan bahwa ada 2.028 artikel yang menerbitkan isu penolakan jenazah.
Topik-topik berita yang disajikan antara lain sosialisasi keamanan jenazah Covid-19 mesti ditingkatkan, niat DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah akan tempuh jalur hukum terkait penolakan pemakaman perawat Nuria Kurniasih, dan cara tim khusus Polda Metro atasi penolakan pemakan.
Drone Emprit pun memetakan siapa saja aktor yang membuat percakapan penolakan jenazah di Twitter melonjak, mereka adalah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, penggiat media sosial Erlangga Greschinov @Greschinov, dan akun @baru_kaya.
“Langkah @ganjarpranowo lakukan pencegahan terhadap tindakan jenazah korban Covid-19 di Jawa Tengah dapatkan engagement (keterikatan) terbanyak. Narasi lenyapnya virus 7 jam setelah korban terpapar meninggal dunia dinaikkan @ridwankamil,” jelas Ismail.
Sementara @Greschninov menarasikan tenaga kesehatan yang sudah terlalu banyak dizalimi oleh publik dan narasi @baru_kaya terkait hilangnya hati nurani pihak penolak jenazah korban Covid-19.
Peta netizen di Twitter, satu cluster hampir semua menyesalkan penolakan jenazah dan kontra atas tindakan tersebut. Warna hijau artinya sentimen positif, melarang penolakan.
Langkah @ganjarpranowo lakukan pencegahan terhadap tindakan penolakan jenazah korban Covid-19 di Jawa Tengah dapatkan engagement terbanyak.
Narasi lenyapnya virus 7 jam setelah korban terpapar meninggal dunia dinaikkan @ridwankamil.
Tak ketinggalan, Drone Emprit juga menganalisis emosi percakapan netizen. Emosi mereka didominasi oleh rasa takut dan kesedihan.
“Takut mulai hilangnya empati di antara warga dan kesedihan atas penolakan,” pungkas Ismail.
Sebelumnya, insiden penolakan jenazah positif Covid-19 dialami oleh salah satu tenaga medis RS Kariadi Semarang, Jawa Tengah yaitu perawat Nuria Kurniasih yang wafat pada Kamis (9/4).
Namun, Ketua RT dan warga sekitar menolak Nuria dimakamkan di TPU Sewakul, karena khawatir dapat menularkan virus corona. Pihak keluarga pun memohon kepada warga agar NK boleh dimakamkan di sana, namun tak diindahkan.
Malah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku tengah menyiapkan pemakaman bagi petugas medis yang meninggal akibat virus corona di taman makam pahlawan (TMP) di wilayahnya.
“Saya sudah perintahkan Dinsos dan Kesra untuk mempersiapkan ini. Satu, soal tempatnya; kedua, soal administrasinya, agar penempatan seseorang di taman makam pahlawan sesuai,” kata dia, di Semarang, Sabtu (11/4).
Selain itu, Pemkot Medan, Sumatra Utara menyiapkan lahan pemakaman khusus bagi korban meninggal akibat virus corona (Covid-19) karena kerap ditolak oleh warga.
“Karena selama ini ada hambatan seperti penolakan warga. Makanya kita siapkan tempat penguburan khusus, tim penanganan yang khusus serta alat penguburan yang khusus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi, Selasa (31/3).
Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi, mengajak masyarakat membuat masker produksi rumahan melalui gerakan #100JutaMaskerChallenge. Ajakan ini dicetuskan Ismail melalui akun twitter @IsmailFahmi sejak Kamis, (6/3/2020).
Ia memastikan ada landasan ilmiah yang mendasari gerakan menyuplai masker kain tersebut. Menurut Ismail, gerakan #100JutaMaskerChallenge ingin mengajak masyarakat menggunakan masker buatan dengan dua lapis kain katun daripada membeli masker bedah atau masker N95.
“Sebagai saintis saya hanya gemas, kok tidak ada yang menggerakkan dan memberikan dasar pemikiran. Karena itu, saya berikan data riil, memberikan landasan ilmiah sebagai dasar, supaya publik merasa apa yang dia lakukan adalah benar,” ungkap Ismail.
A THREAD
Mengatasi Kelangkaan Masker
Di semua negara, masker langka. Thread ini buat para ibu rumah tangga yang suka njahit, dan para tukang jahit.
“Tukang Jahit Bergerak”
Tentang masker yang bisa dibuat sendiri berdasarkan penelitian dari Cambridge University.
Melalui tantangan ini, ia mengajak mereka yang bisa menciptakan dan memasarkan masker dari kain katun dua lapis akan dipromosikan melalui Twitter-nya.
Ismail mengatakan, tak sedikit orang menertawakan gerakan itu pada awalnya. Terlebih, masih banyak orang yang tidak percaya diri jika keluar rumah tanpa memakai masker bedah. Di lain sisi, banyak juga yang mengikut saran WHO bahwa masker hanya perlu dikenakan mereka yang sakit atau merawat orang yang sakit.
Ismail pun mencari berbagai penelitian dan membagikannya kepada masyarakat melalui akun media sosialnya tentang efektivitas masker kain dalam melindungi diri dari droplet penderita infeksi virus corona.
“Ada paper yang menyebutkan, orang yang tidak memakai masker, begitu terkena droplet, virus bisa langsung masuk ke tubuhnya. Kalau menggunakan masker kain, peluang virus masuk melalui droplet menjadi 50 persen, sementara 50 persennya tertangkap kain. Itu lebih baik daripada tidak dilindungi sama sekali,” kata Ismail.
Menurut Ismail, jika masker kain itu dirangkap dua, maka peluang terlindungi dari droplet penderita COVID-19 menjadi 70 persen. Sementara itu, daya lindung masker bedah bisa sampai 90 persen.
“Ada penelitian dari Hongkong University yang meneliti khusus untuk tisue saja, ada tisu dapur yang lebih tebal sebagai penahannya, kemudian dilipat dan ditali. Di dalamnya ada tisu biasa. Nah mereka teliti, masker ini bisa mencegah droplet virus masuk sampai 90 persen,” jelas dia.
Dari penelitian-penelitian ini, Ismail mengajak masyarakat membuat masker kain yang terdiri dari dua lapis kain. Sebagai perlindungan ekstra, pengguna bisa menyelipkan tisue di dalamnya. “Pemakaian masker kain berlapis tisu ini bisa mencegah droplet virus lebih dari 70 persen,” Ismail menjamin.
Selain itu, penggunaan masker kain katun ini dapat dicuci dan minimal diganti dua kali sehari. Untuk pencuciannya dapat menggunakan air bersuhu normal dan menggunakan detergen, sedangkan tisu yang ada di dalam masker kain dibuang.
Ismail juga mencontohkan percobaan sederhana yang dibagikan melalui video di akun Twitter-nya. Di video itu, ia membuktikan fungsi masker kain yang berlapis tisu.
Pembuktiannya simpel, yaitu dengan meniup korek api sambil menggunakan masker. Dalam percobaan menggunakan masker bedah, api pada korek tak bisa mati.
Penjahit memproduksi masker batik di Pakistaji, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (2/4/2020). UMKM yang biasanya memproduksi busana batik itu, sejak merebaknya wabah COVID-19, beralih memproduksi masker berbahan kain batik yang dijual Rp4 ribu hingga Rp5 ribu per buah
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengajak para pelaku ekonomi kreatif khususnya desainer lokal untuk berpartisipasi dalam Gerakan Masker Kain. Gerakan ini menargetkan bisa memproduksi 100 ribu masker kain yang akan dibagikan kepada masyarakat untuk menekan penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekaf, Josua Puji Mulia Simanjuntak menjelaskan, gerakan ini terbuka bagi para pelaku atau desainer lokal subsektor fesyen di Indonesia.
Mereka, kata dia, bisa mendaftar untuk turut serta dalam gerakan tersebut mulai 1–5 April 2020. Caranya dengan mengisi formulir melalui tautan bit.ly/GerakanMaskerKain yang terdapat dalam kanal media sosial Kemenparekraf.
“Gerakan Masker Kain bertekad bisa memproduksi total 100 ribu masker kain yang akan didistribusikan kepada pekerja pariwisata (PHRI), pekerja kreatif (asosiasi kreatif), pekerja publik (Transjakarta, MRT, Pertamina, dan sebagainya) serta pekerja sektor lainnya yang diusulkan,” kata Josua di Jakarta, Kamis (2/4).
Josua menjelaskan, gerakan tersebut muncul sebagai bentuk keprihatinan karena kelangkaan masker di pasaran. Kalaupun ada harga yang ditawarkan sangat tidak wajar.
Hal itu kemudian mendorong Kemenparekraf berinisiatif untuk mengajak para pekerja mode agar menggerakkan usahanya dengan membuat masker kain dari kain perca atau sisa bahan kain produksi mereka.
Selain itu, kata dia, gerakan ini bertujuan untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat agar tetap menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19.
Penggunaan masker kain pun dianggap cukup memadai bagi mereka yang sehat. Maka dengan semakin banyaknya masyarakat menggunakan masker kain, suplai masker medis akan lebih mudah didapatkan oleh mereka yang lebih membutuhkan termasuk tenaga medis, pasien ODP, PDP, dan positif Covid-19.Baca Juga
Seorang penjahit membuat masker berbahan dasar kain di Limba U 2, Kota Gorontalo, Gorontalo, Kamis (1/4/2020). Sejumlah penjahit pakaian beralih untuk memproduksi dan menjual masker kain dengan harga Rp10 ribu per buah seiring sepinya konsumen dan meningkatkan permintaan masker akibat merebaknya pandemi COVID-19 – (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
“Masker yang terbuat dari kain ini telah diteliti cukup untuk meminimalisasi kontak langsung dengan debu, virus, dan droplet di luar rumah jika memang tidak dapat melakukan kerja dari rumah dan harus berinteraksi dengan banyak orang,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, upaya itu diharapkan bisa membantu mengingatkan atau menggerakkan usaha para desainer lokal dari sektor mode Indonesia yang ikut terdampak dari wabah Covid-19 sehingga mereka tetap dapat terus bertahan hidup. “Selain juga memanfaatkan sisa bahan kain dari produksi garmen untuk mengurangi sampah industri mode sehingga bisa menerapkan zero waste,” katanya.
Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan menyampaikan penggunaan masker kain sebenarnya kurang efektif mencegah penularan virus corona jenis baru penyebab Covid-19. “Kenapa? Karena masker kain tidak bisa memproteksi masuknya semua partikel dan ini tidak disarankan bagi tenaga medis. 40 hingga 90 persen partikel bisa menembus masker. Idealnya dikombinasikan dengan penutup wajah,” ujar Erlina.
Menurut dia, terdapat sejumlah mekanisme penularan virus, dua di antaranya melalui droplet dan airbone (partikel kecil yang terbawa udara). Masker kain ini memang memiliki perlindungan dari droplet, meski kecil. Tingkat perlindungan bagi partikel droplet ukuran tiga mikron hanya 10 sampai 60 persen. Jadi masih tergolong tinggi potensi penularannya.
“Masker kain, perlindungan terhadap droplet ada, tapi tidak ada perlindungan terhadap aerosol atau partikel yang airbone,” kata dia.
Meski begitu, kata dia, pengunaan masker kain ini bisa digunakan sebagai pilihan terakhir jika ketersediaan masker bedah sudah sangat langka di pasaran. Tapi itu pun dengan catatan, bahwa yang wajib menggunakan masker bedah adalah orang sakit dan tenaga medis, sementara masyarakat sehat dapat menggunakan masker bedah jika keluar rumah atau merawat orang sakit.
“Kalau orang sehat memborong dan memakai (masker bedah) maka ketersediaan masker ini tidak ada lagi bagi tenaga kesehatan maupun orang sakit, dan ini berbahaya kalau orang sakit tidak ada akses terhadap masker bisa jadi orang sakit ini jadi sumber penularan kita semua,” kata dia.
Sementara masker bedah, efektif mencegah partikel airbone ukuran 0,1 mikron dari 30 hingga 95 persen. Namun masih memiliki kelemahan yakni tidak bisa menutupi permukaan wajah secara sempurna terutama di sisi samping kiri dan kanan masker. “Kelemahan lainnya hanya bisa digunakan sekali pakai,” kata dia.
Adapun masker N95, memang tingkat efektifitas pencegahan penularan mencapai 95 persen namun masker ini tidak boleh dipakai oleh sembarang orang dan menjadi protokol wajib tenaga kesehatan yang harus berkontak langsung dengan pasien penderita.Pedagang melayani pembeli masker berbahan kain di seputaran Kota Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Rabu (1/4/2020). Permintaan masker berbahan kain buatan industri rumahan yang dijual Rp10 – (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
“N95, masker ini mempunyai proteksi yang baik untuk droplet dan juga memiliki proteksi aerosol. Makanya dianjurkan oleh tenaga medis, bukan masyarakat, dan efektifitasnya cukup tinggi partikel ukuran 0,1 mikron aerosol sampai 95 persen,” kata dia.
Penggunaan masker kain bergema di dunia maya sejak pegiat media sosial, Ismail Fahmi, menggulirkan gerakan #100JutaMasker agar masyarakat memproduksi masker kain. Kepada Republika.co.id, pendiri Drone Emprit itu mengatakan, gerakan tersebut lahir karena ia tak ingin tenaga kesehatan kehabisan masker bedah.
“Publik umum non medik? Kita cari cara lain. Kita bantu mereka dengan tidak menggunakan masker yang mereka butuhkan,” ujar Ismail melalui akun Twitter @ismailfahmi pada 21 Maret.
Bukan hanya produksi masker kain, sejumlah desainer, pengusaha mode, atau bisnis lain juga banting setir beralih memproduksi alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Langkah tersebut dilakukan tidak hanya demi bertahan hidup karena dunia mode yang ikut sepi, melainkan juga untuk membantu tenaga medis di lapangan mendapatkan APD yang mencukupi.
Ikatan Dokter Indonesia tidak bisa membuat estimasi berapa jumlah ideal kebutuhan APD. “Kalau bicara jumlah ideal butuh banyak banget, karena kalau bicara kebutuhan APD hanya diarahkan untuk RS rujukan atau yang merawat positif Covid-19. Padahal kan ada fasilitas kesehatan yang juga membutuhkan APD utamanya fasilitas kesehatan frontliner yaitu puskesmas, klinik, rumah sakit swasta yang pertama kali menerima pasien positif Covid-19,” ujar Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Muhammad Adib Khumaidi.
Adib melanjutkan, persoalan ditambah dengan APD ini hanya sekali pakai. Ia menyebutkan dibutuhkan tiga APD dipakai untuk per hari karena tenaga medis bekerja dibagi menjadi tiga shift. Tak hanya itu berdasarkan standar Kementerian Kesehatan bahwa APD untuk tenaga medis harus menggunakan masker jenis N95 karena menjalin kontak dengan pasien.
Kemudian, dia melanjutkan, tenaga kesehatan ini harus menggunakan baju hazmat saat merawat pasien. Adib mengestimasi jika semua dokter harus bisa melayani Covid-19 yang juga anggota IDI saja sekitar 185 ribu orang, kemudian ditambah perawat yang jumlahnya lebih dari 1 juta. Karena itu pihaknya menyambut baik ketika pemerintah mendatangkan 3 juta APD.
“Okelah itu cukup tapi hanya dalam kurun waktu tertentu. Yang terpenting distribusinya juga dikontrol,” katanya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, mengatakan bahwa penggunaan masker kain bisa menjadi alternatif bagi orang yang sehat sebagai bagian proteksi diri dari ancaman virus. Namun, masyarakat tetap harus menjaga jarak aman sejauh satu hingga dua mater dari orang lain saat berada di tempat ramai.
Sementara itu, berdasarkan analisis Johns Hopkins University, penggunaan masker kain dapat menyaring droplet (percikan liur) ukuran besar, namun tak efektif melindungi tenaga kesehatan. Erlina menjelaskan, masker kain tidak memberikan proteksi terhadap aerosol atau partikel yang airborne karena tingkat perlindungannya dari partikel droplet pengidap Covid-19 ukuran tiga mikron hanya 10 sampai 60 persen.Baca Juga
Dalam paparannya, Erlina mengatakan bahwa menggunakan masker kain lebih baik dibandingkan tidak sama sekali saat tenaga medis menghadapi ketiadaan masker N95 dan masker bedah. Bagi tenaga medis, masker kain atau buatan rumah menjadi pilihan terakhir untuk mencegah penularan virus melalui partikel kecil (droplet), setelah masker N95 dan masker bedah.
“Tetapi idealnya itu pun harus dibarengi penggunaan penutup wajah,” ujar Erlina saat konferensi pers Gugus Tugas Percepatan dan Penangan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Rabu.
Sementara itu, Antara mengutip penelitian John Hopkins University yang menyebut bahwa masker kain efektif menekan laju penularan virus di sejumlah negara. Adapun negara yang mampu menekan angka penularan dengan menggunakan masker secara luas tergambar di negara Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Hongkong.
Negara lain yang terlambat menerapkan langkah itu grafik penularannya tinggi seperti tercermin di negara China, Italia, Spanyol, Iran, hingga Amerika. Upaya menggunakan masker itu dianggap bijak dan mampu mengurangi potensi penularan dari orang yang terinfeksi, tetapi tidak memiliki gejala apa pun.
Di samping itu, penggunaan masker kain bagi orang sehat juga menjadi upaya mengantisipasi pemborongan masker bedah dan N95 di pasaran.
Bahan ternyaman
Pakar media sosial, Ismail Fahmi, menggulirkan gerakan #100JutaMasker agar masyarakat memproduksi masker kain. Kepada Republika.co.id, pendiri Drone Emprit itu mengatakan, gerakan tersebut lahir karena ia tak ingin tenaga kesehatan kehabisan masker bedah.
“Publik umum non medik? Kita cari cara lain. Kita bantu mereka dengan tidak menggunakan masker yang mereka butuhkan,” ujar Ismail melalui akun Twitter@ismailfahmi pada 21 Maret.
Mengutip laman smartairfilters.com, Ismail memperlihatkan aneka jenis bahan yang dapat digunakan untuk membuat sendiri masker kain. Ia juga menunjukkan bahan yang paling nyaman untuk bernapas, yakni bahan t-shirt katun 100 persen dan sarung bantal.
Nah, masker sekarang langka banget. Masker bedah sebaiknya buat para tenaga kesehatan kita yang di front-line pertempuran lawan #COVID19.
Publik umum non medik? Kita cari cara lain. Kita bantu mereka dengan tidak menggunakan masker yg mereka butuhkan.
Sementara itu, dikutip dari laman designethno.id/bikinmaskersendiri, Tim Desain Produk Institut Teknologi Bandung merangkum informasi cara membuat masker kain sendiri (DIY) di rumah. Masyarakat bisa memakai kain katun 100 persen, sarung bantal, serbet, atau syal untuk membuatnya tanpa perlu menjahitnya.
Cara 1 Bahan Sapu tangan katun 40 x 40 cm Kain sarung bantal Dua ikat rambutCara membuat masker tanpa dijahit – (designethno.id)
Langkah: * Lipat kain menjadi dua, letakkan kain sarung bantal sebagai filter, lalu Lipat kain menjadi tiga. Setelah itu, Masukkan ikat rambut ke dua sisi kain, lipat kedua sisi kain ke tengah, lalu sisipkan. * Balik kain ke bagian depan, tarik kedua ujungnya, dan masker pun siap digunakan.
Cara 2 Bahan: Sapu tangan katun 40 x 40 cm Kain sarung bantal Empat karet gelangCara membuat masker tanpa dijahit – (designethno.id)
Langkah: * Letakkan kain sarung bantal sebagai filter, lipat kain menjadi tiga bagian, lipat ujung kain ke dalam, lipat kembali ke bagian luar hingga menumpuk, masukkan karet ke dua sisi kain dan lipat ke dalam, ikat kedua ujung kain yang sudah terlipat, tarik kedua ujungnya, ke atas dan ke bawah, dan masker pun siap digunakan.
Ismail juga menyertakan informasi efektivitas masker seperti masker N95 dengan perlindungan dari virus 95 persen; masker bedah perlindungan dari virus 95 persen; masker FFP1 perlindungan dari virus 95 persen, dan lainnya.
Sementara, untuk masker jenis Activated Carbon Mask, Cloth Mask, Sponge Mask memiliki tingkat perlindungan yang sangat rendah dari virus dan tidak disarankan dipakai oleh tenaga medis.
Tujuan #100JutaMaskerChallenge
Apa tujuan dari tantangan #100JutaMaskerChallenge?
Saat dihubungi Kompas.com, Minggu (29/3/2020) malam, Ismail mengungkapkan, ia menemukan penelitian dari Cambridge University mengenai material rumah tangga yang efektif untuk menangkal virus corona meski tidak disarankan untuk tenaga medis.
Adapun material atau bahan rumah tangga yang dipakai yakni serbet, katun, dan sarung bantal. Menurut dia, bahan katun memiliki tingkat perlindungan sebesar 70 persen.
Ismail mengaku prihatin dengan kelangkaan masker medis di sejumlah daerah dan menyebabkan tenaga medis kekurangan masker untuk melindungi dirinya saat menangani pasien Covid-19.
“Sempat nemu orang jual masker bedah, tapi mahalnya minta ampun. Jadi, saya beli itu untuk stok nakes di RS, itu boleh dibeli oleh umum. Tapi pihak rumah sakit dulu yang diprioritaskan untuk dapat masker tersebut,” ujar Ismail.
Menurut dia, gerakan #100JutaMaskerChallenge ingin mengajak masyarakat untuk menggunakan masker buatan dengan dua lapis kain katun daripada membeli masker bedah atau masker N95.
Ia menekankan, tenaga medis lebih membutuhkan masker N95 dan masker bedah yang kini juga banyak dipakai oleh masyarakat umum.
“Dulu masyarakat belum ada solusinya (untuk mencegah virus corona). Ada yang menggunakan masker kain tapi saat itu belum ada dasar ilmiahnya, kan,” ujar Ismail.
Ia mencari referensi dan akhirnya menemukan solusi agar masyarakat mau menggunakan masker kain katun yang di dalamnya dilapisi tisu berlapis.
“Jadi, saya temukan ada referensinya, mereka coba mulai dari yang masker bedah, masker yang ada vacoom cleaner-nya, ada yang dari katun, ada yang dari serbet, semua dicoba satu per-satu,” ujar Ismail.
Ia mengungkapkan, tujuan dari percobaan tersebut yakni ingin mengetahui efektivitas masker tersebut. Diketahui, virus corona memiliki ukuran 0,02 mikron sehingga peneliti harus paham bahan apa yang dapat digunakan sebagai masker dan dapat digunakan oleh masyarakat.
Melalui tantangan ini, ia mengajak mereka yang bisa menciptakan dan memasarkan masker dari kain katun dua lapis akan dipromosikan melalui Twitter-nya.
Ia menyebutkan, jika hanya satu lapis kain katun, maka tingkat perlindungan hanya 50 persen. Dengan didesain dua lapis, menurut dia, akan memberikan perlindungan yang lebih kuat.
Selain itu, penggunaan masker kain katun ini dapat dicuci dan minimal diganti dua kali sehari.
Untuk pencuciannya dapat menggunakan air bersuhu normal dan menggunakan detergen, sedangkan tisu yang ada di dalam masker kain dibuang.
Konser BTS di Seoul dibatalkan gara-gara wabah virus Corona, para penggemar pun bereaksi meramaikan pembicaraan Covid-19 di jagad maya. (dok. Big Hit Entertainment)
Jakarta, CNN Indonesia — Peneliti Drone Emprit, Ismail Fahmi mengatakan tren percakapan virus corona novel (COVID-19) meningkat di media sosial setelah konser salah satu boyband populer Korea Selatan yaitu BTSdibatalkan.
Sejatinya konser boyband asuhan Big Hit Entertainment itu akan digelar pada 11-12 April dan 18-19 April di Olympic Stadium, Seoul, Korea Selatan. Namun, konser ini terpaksa dibatalkan karena wabah virus corona yang semakin masif di Negeri Ginseng itu.
“Tren [virus corona] dimulai pada 12 Februari 2020 […] Ketika #BTS terdampak #covid19, tren jadi sangat tinggi,” cuit Ismail melalui akun Twitter-nya @ismailfahmi.
Conversation From 12 Feb – 1 March 2020
Twitter dominates the conversation about #covid19 with 3,66M twits. YouTube 7.9k videos, Instagram 1k posts, and Indonesian online news 34k mentions. Based on #DroneEmprit collected data. pic.twitter.com/vxFyqwllgh
Lebih lanjut, berdasarkan analisis Drone Emprit, Twitter mendominasi percakapan terkait virus corona Covid19 sebanyak 3,6 juta cuitan. Angka ini jauh ketimbang percakapan di Youtube, Instagram, dan berita media online.
WHO Renames Coronavirus to COVID19
As of 12 Feb 2020, the official name of the coronavirus is COVID19. @DrTedros said the name stands for Corona Virus Disease of 2019. #DroneEmprit will monitor only the use of #covid19 or Covid-19 words. pic.twitter.com/zfAA7Yr0CJ
Setelah Twitter, media online Indonesia berada di posisi dua dengan 34 ribu unggahan. Disusul layanan video streaming Youtube sebanyak 7.900 konten video terkait C ovid19 dan Instagram dengan seribu unggahan.
Percakapan terbanyak soal virus corona dengan varian Covid19 ini terbanyak berada di Bangkok dan London. Sebanyak 25.457 cuitan pengguna Twitter yang berasal dari kota Bangkok paling banyak mencuitkan tentang virus corona. Sementara London menduduki peringkat kedua dengan 18.662 cuitan.
Sementara pengguna Twitter yang tinggal di kota Jakarta menduduki peringkat ketujuh, dengan jumlah cuitan 9.914.
Most Active Cities
This is the distribution map of conversation by cities of Twitter user’s profiles for #covid19. Most active cities are Bangkok and London. pic.twitter.com/t94NCj7FwH
Sepanjang 12 Februari sampai 1 Maret 2020, tagar populer yang berhubungan dengan corona di antaranya #coronavirus, #China, #Wuhan, #SARSCoV2, #Iran, #2019nCoV, #ApologizeToVietnam, dan #DiamondPrincess.
Top 53 Countries
Among the top countries, US is the most active one in mentioning #covid19, followed by UK, Thailand, France, Malaysia, Indonesia, Nigeria, Australia, Singapore, and India. The complete table is provided. pic.twitter.com/cFKMh0EjrB
Sampai hari ini (2/3) korban meninggal dunia akibat infeksi virus corona mencapai 3.041 orang di seluruh dunia. Komisi Kesehatan Nasional (NHC) mencatat sekitar 2.921 orang dengan 42 kematian baru berasal dari Provinsi Hubei.
Selain itu sekitar 129 kematian akibat COVID-19 tercatat berasal dari luar China antara lain, 54 berasal dari Iran, 34 dari Italia, 20 kematian di Korea Selatan, 12 dari Jepang, Hong Kong dan Prancis masing-masing dua kematian.
Sementara satu kematian masing-masing berasal dari Filipina, Taiwan, Australia, Thailand, dan Amerika Serikat.
Penyebaran infeksi virus corona secara global mencapai 88.443 kasus. Sekitar 80.026 diantaranya berasal dari China.
Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan terdapat dua pasien positif terinfeksi virus corona Covid -19. Kedua pasien ini menurut Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan dua warga negara Indonesia (WNI) yang positif virus corona (Covid-19) saat ini dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara. (din/eks).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Faisal Javier/detikcom)
Jakarta – Banjir Jakarta ramai dibahas di media sosial (medsos). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut wilayah lain yang memiliki dampak parah tidak mendapat perhatian percakapan.
Analis media sosial Drone Emprit and Kernels Indonesia, Ismail Fahmi, menyebut percakapan banjir dan banjir di Jakarta ramai dibahas di medsos.
“Volume Banjir Jakarta. Dalam sebulan terakhir, meski peristiwa banjir lebih singkat dibanding isu Jiwasraya, namun banjir Jakarta (816k) berhasil mengalahkan total Jiwasraya (378k). Isu Natuna juga cukup tinggi dengan total 232k, meski waktu lebih pendek,” tulis Ismail dalam akun Twitternya, @ismailfahmi, seperti dilihat detikcom, Kamis (8/1/2020).
Tgl 4 Jan isu Natuna naik sebentar lalu turun. Dan isu Banjir Jakarta masih tinggi.
Bagi Anies, saat tahun baru 2020, banjir tidak hanya dialami oleh Jakarta. Namun, perhatian hanya ditujukan kepada Jakarta.
“Jadi ada percakapan, ada kenyataan. Saya fokus pada kenyataan. Kenyataannya Indonesia sedang mengalami tantangan cuaca yang luar biasa. Kalau di Jawa bagian barat, dari mulai Lebak sampai Bekasi. Sayangnya, tidak semua dapat perhatian dalam percakapan,” ucap Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan.
Menurut Anies, efek banjir di Jakarta tidak parah seperti di beberapa daerah lain. Namun, wilayah yang memiliki dampak malah tidak diperbincangkan.
“Coba dicek, berapa jembatan yang hilang di banyak tempat. Di Jakarta ini alhamdulillah, gedung hilang tidak ada, rumah longsor tidak ada, jalan rusak tidak ada, betul ya?” ucap Anies.
“Kantor tutup tidak ada, mal tutup tidak ada, Bundaran HI ketutup tidak ada. Itu semua tidak ada, tapi pembicaraannya tinggi. Tapi di tempat yang ada itu semua, malah tidak jadi pembicaraan,” katanya.
Menurut Anies, pemerintah harus terus bekerja melayani masyarakat. Menurutnya, kerja pemerintah tidak boleh fokus terhadap percakapan-percakapan, khususnya di medsos.
“Karena percakapan bisa naik-turun dan bisa positif-negatif. Tapi kita bekerja untuk memastikan pelayanan berjalan baik, warga terlindungi, itu semua yang jadi fokus,” ucap Anies.
Jakarta, CNN Indonesia — Percakapan tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta mencapai 89 ribu di Twitter. Hal itu terungkap dari hasil analisis pengamat media Ismail Fahmi melalui piranti lunak (software) data Drone Emprit sepekan terakhir.
Gambar yang paling banyak dibagikan ulang (retweeted) mayoritas berisi kritikan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui akun @aniesbaswedan. Namun ada juga penjelasan dari @DKIJakarta tentang tahapan penyusunan APBD.
Pendiri PT Media Kernels Indonesia itu menyebutkan sejak 30 Oktober, grafik tren memperlihatkan percakapan tentang APBD naik pesat, sementara percakapan soal APBN kurang diminati.
Menurut volume percakapan, bahasan APBD mencapai 89 ribu atau jauh lebih tinggi dari APBN yakni hanya 10 ribu. Perbincangan paling tinggi berada di Twitter, dan media online.
Di media sosial yang diwakili Twitter, proporsi percakapan percakapan tentang APBN hanya 9 persen, sisanya 91 persen tentang APBD. Sedangkan di media daring (online), proporsi APBN lebih tinggi yakni 29 persen dan APBD 71 persen.
MEDIA SOSIAL vs MEDIA ONLINE
Di media sosial (diwakili Twitter), proporsi percakapan ttg APBN hanya 9%, dan sisanya 91% ttg APBD.
Sedangkan di Media Online, proporsi APBN lebih tinggi yaitu 29%, dan APBD 71%. pic.twitter.com/yGod1btFdw
“Media online menulis berdasarkan fakta di lapangan, tetapi juga dipengaruhi oleh percakapan di media sosial,” demikian cuitan Ismail dalam akun resminya @ismailfahmi, Jumat (1/11).
Hal itu menunjukkan bahwa isu terkait APBN cukup tinggi seperti diberitakan media. Namun publik punya agenda sendiri, tak terpengaruh media online, yakni tentang APBD.
Peta Social Network Analysis (SNA) tentang APBD memperlihatkan dua klaster besar dalam sepekan terakhir, yakni klaster yang mengkritik Anies dan pro Anies.
Influencer RAPBD yang paling banyak interaksi (engagement) adalah @willsarana, @ernestprakasa, dan @Aryprasetyo85 dari klaster pengkritik Anies. Sementara itu, dari klaster “Pro Anies” ada @taufiqrus, dan @topesuspend.
“Munculnya kedua klaster di sini, memperlihatkan narasi kedua kubu relatif kuat,” sebut Ismail.
Cuitan APBD yang paling banyak ialah topik yang menyoroti @DKIJakarta saja, bukan daerah lain.
Gambar yang paling banyak dibagikan ulang (retweeted) mayoritas berisi kritikan kepada @aniesbaswedan. Namun ada juga penjelasan dari @DKIJakarta tentang tahapan penyusunan APBD.
Di sisi lain, tagar terkait APBD di Twitter paling banyak menyangkut Mendagri, PSI, Transmart/Bank Mega, Aibon, Ahok, dan Anies. Menariknya, keterikatan (engagement) di Instagram ternyata sangat tinggi, bahkan mengalahkan Twitter. Misalnya, unggahan tentang Aibon dapat 33 ribu likes. Klarifikasi dari sahabat anies dapat 16 ribu likes.
Tagar di Instagram tentang APBD mayoritas menyinggung soal @aniesbaswedan, @DKIJakarta, dan Aibon.
“Pengawasan publik atas kinerja pemerintah baik daerah maupun pusat, terbukti bisa sangat ampuh ketika mereka mengangkat dan meramaikannya di media sosial,” ungkap Ismail.
Dia menambahkan, jika hal itu dilakukan terhadap semua pemerintah daerah (Pemda), dan kementerian/lembaga (K/L), maka publik bisa turut berpartisipasi dalam kontrol anggaran negara. (lav)