Drone Emprit Ragukan Klaim Peretasan BCA oleh Bjorka, Diduga Digoreng Bot

Klaim peretasan terhadap PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang dibuat oleh akun mengaku sebagai Bjorka semakin dipertanyakan. Pengamat media sosial Ismail Fahmi dari Drone Emprit menemukan indikasi bahwa isu ini sengaja dinaikkan dengan bantuan bot untuk menggiring opini publik.

Dalam unggahannya di platform X, Ismail menyoroti kejanggalan dalam kampanye tagar #RansomwareBCA yang digunakan untuk menyebarkan klaim tersebut. 

“Kenapa BCA digoreng bot-bot yang serempak pakai tagar #RansomwareBCA? Kalau hacker yang kredibel menemukan ransomware, harusnya tidak perlu bikin postingan pakai bot. Ini bukan gaya hacker,” tulis Ismail.

Ini kenapa @BankBCA digoreng bot-bot yang serempak pake tagar #RansomwareBCA? Kalau hacker yang kredibel menemukan ransomware, harusnya ndak perlu bikin postingan pake bot. Mainan bot seperti ini biasanya bukan gaya hacker. Tapi..

Image

Dari analisis Drone Emprit, sekitar 1.200 akun digunakan untuk mengangkat tagar ini. Sebanyak 70% dari akun-akun tersebut memiliki kurang dari 100 pengikut, menunjukkan adanya penggunaan bot untuk meningkatkan eksposur secara cepat. Selain itu, banyak akun yang terlibat dibuat antara tahun 2023 hingga 2025, semakin memperkuat dugaan adanya kampanye terorganisir.

Sejumlah pakar teknologi juga meragukan klaim tersebut. Alfons Tanujaya, pakar keamanan digital dari Vaksincom, menegaskan bahwa ransomware yang disebut-sebut menyerang BCA tidak memiliki dasar yang kuat. 

“Yang jelas bukan didapatkan dari server database bank. Soal datanya valid itu bisa didapat dari berbagai sumber seperti phishing, data pinjol, dan lainnya,” ujar Alfons.

Executive Director Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, juga melihat pola yang berbeda dalam klaim serangan ini. 

Menurutnya, Bjorka biasanya mengumumkan aksinya melalui Breach Forum, sebuah platform khusus peretasan data. Namun, dalam kasus ini, akun yang digunakan berbeda dan tidak mengikuti pola sebelumnya.

Heru menilai aksi ini tetap berdampak negatif terhadap stabilitas negara. 

“Jika propaganda ini mengarah ke black campaign terhadap perusahaan yang bisa menjatuhkan reputasi dan saham, maka ini bisa mengacaukan ekonomi dan politik Indonesia,” tegasnya. Ia pun mendorong Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Polri, dan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menyelidiki dalang di balik kampanye ini.

Sementara itu, BCA telah membantah adanya serangan seperti yang diklaim. Dalam pernyataan resminya, BCA memastikan seluruh data nasabah dalam kondisi aman dan tidak ada indikasi kebocoran. Bank juga mengingatkan nasabah untuk tetap waspada terhadap modus penipuan yang memanfaatkan isu siber untuk merugikan masyarakat.

Link: https://www.inilah.com/drone-emprit-ragukan-klaim-peretasan-bca-oleh-bjorka-diduga-digoreng-bot

Leave a comment