Analisis Drone Emprit soal Situs Nikah Muda Aisha Weddings

Jakarta, CNN Indonesia — 

Pendiri Drone Emprit and Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi menyatakan wedding organizer Aisha Weddings tidak jelas secara online atau offline. Dia mengatakan readyviewed konten pada situs Aisha Weddings tentang pernikahan dini dan poligami baru muncul.

Menurut Ismail, Aisha Weddings sebagai WO resmi tidak jelas keberadaannya baik secara online maupun offline.

Situs onlinenya juga baru diisi kontennya pada 9 Feb (berusia 1 hari), dan sebelumnya terakhir diupdate 2018, itu pun redirect ke situs lain,” ujar Ismail lewat akun @ismailfahmi, Rabu (10/2).

Ismail membeberkan situs Aisha Weddings, yakni aishaweddings.com telah muncul pada tahun 2018. Situs itu sebelumnya bernama aishaevents.com. Situs itu kemudian mengunggah konten baru pada tanggal 9 dan 10 Februari 2021, setelah absen sejak tahun 2018.

Ismail menilai konten yang ada di aishaweddings.com belum lengkap adan cenderung provokatif. Dia melihat baru beberapa halaman situs yang terisi, seperti tentang keyakinan poligami untuk anak muda.

Sptnya web ini baru dibuat, tapi keburu ketahuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ismail menilai Aisha Weddings terlalu dini membuat peluncuran. Hal itu terlihat dari tersebarnya spanduk di beberapa lokasi. Padahal, dia berkata situs belum lengkap.

Saran: Web dilengkapi dulu, yg profesional. Baru spanduk disebar, biar lebih meyakinkan,” kicau Ismail.

Ismail perbincangan mengenai Aisha Weddings muncul pertama kali di Facebook, lalu diikuti oleh pengguna Twitter. Dia berkata banyak netizen yang menilai bahwa Aisha Weddings benar-benar ada dan menuding ada penggunaan agama untuk kepentingan tertentu.

Di sisi lain, Ismail menyampaikan perbincangan mengenai Aisha Weddings mendapat perhatian serius. Banyak media arus utama yang membuat berita Aisha Weddings meski isinya terkait pelaporan KPAI.

Most Shared Images Dari Muhammadiyah, MUI, Rumah Kitab, KPAI, aktivis, netizen semua merespons. Intinya berupa pernyataan bahwa iklan Aisha Weddings ini melanggar UU, dan harus ditindak Polisi,” tutur Ismail.

Terkait hal itu, Ismail juga berpendapat bahwa disinformasi yang meresahkan itu serius dibuat. Hal itu terlihat dari spanduk yang disebar di beberapa titik. Selain itu, banyak pihak sudah menyatakan keberatan atas iklan nikah muda, poligami, penyimpangan pemahaman agama, dan UU yang dibuat oleh akun tidak jelas ini.

Jika tujuannya untuk membangun keresahan, misi ini cukup berhasil, karena narasinya berhasil menarik komentar dari berbagai organisasi besar, dan juga diliput media mainstream dan TV,” ujarnya.

Lebih dari itu, Ismail mengimbau masyarakat tidak melanjutkan perbincangan mengenai Aisha Weddings. Sebab, dia berkata tidak jelas siapa yang membuat Aisha Weddings dan tujuannya sepertinya bukan sungguh-sungguh sebagai iklan WO profesional.

Kita serahkan kepada kepolisian untuk mengungkap pelakunya biar tidak terulang,” ujar Ismail.

Link: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210211091742-185-605084/analisis-drone-emprit-soal-situs-nikah-muda-aisha-weddings

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s